Lifestyle

Jangan Langsung Marah Ketika Dikritik, Ini Jurus Agar Anda Tetap Cool

Siapa pun yang Anda kenal pasti senang dipuji atau diberikan komentar positif. Benar tidak? Pujian dari teman, dosen, hingga rekan kerja akan membangkitkan rasa percaya diri dan semakin membuat kita yakin dengan kemampuan diri sendiri. Tapi, bagaimana jika Anda dikritik? Believe it or not, di dunia perkuliahan atau kerja, kritik adalah hal yang sangat wajar. Memang sih, banyak orang yang mendadak tak tahu harus bereaksi apa ketika hasil tulisannya atau idenya dikritik atau bahkan ‘dibantai’ habis-habisan oleh klien atau dosen killer. Namun, kritik tak seharusnya ditanggapi dengan negatif. Yuk, simak cara menyikapi kritik agar Anda tetap terlihat tenang dan pesan tersampaikan.

1. Jangan Reaktif

Siapapun, apalagi yang baru pertama kali menghadapi kritikan pedas, pasti otomatis akan membangun benteng pertahanan. Nah, jangan langsung membalas kritik ini. Hindari berdalih atau memprotes bahwa kritik tersebut tak tepat atau salah. Dengan bersikap reaktif dan defensif, Anda justru membuat proses komunikasi menjadi semakin sulit. Anda juga jadi kehilangan kesempatan untuk semakin memperdalam potensi diri yang Anda miliki. Sayang sekali, kan? So, cobalah tahan emosi Anda, dan dengarkan serta cerna baik-baik kritik tersebut.

Baca Juga: Tak Perlu Stres, Ini Tips Menyikapi Atasan yang Gemar Menguji Kesabaran Anda

2. Terima Kritik dengan Lapang Dada

Yap, menelan pil pahit berupa kritikan memang sedikit sulit. Tapi seperti obat, yakinlah bahwa kritik tersebut bermanfaat sebagai masukan. Kritik dapat membantu kinerja Anda menjadi semakin baik. Jadi, ketimbang defensif dan menunjukkan denial, terimalah kritik tersebut dengan hati lapang. Bahkan, akan lebih baik jika Anda juga menanyakan langkah-langkah apa yang sebaiknya Anda ambil untuk mendapatkan hasil yang diinginkan oleh dosen atau atasan Anda.

3. Periksa Pekerjaan Anda Sebelumnya

Ketika dikritik, reaksi wajar yang pertama adalah tak mau percaya. “Masa sih ide saya jelek?” atau “Yang benar saja, kerjaan bagus begini dibilang tidak mutu”. Namun, coba deh telaah lebih dalam lagi. Cek pekerjaan Anda sebelumnya. Apakah Anda cenderung berpikir terlalu mainstream? Mungkin saja dosen Anda memberi kritik karena ide Anda yang kurang variatif dan terlalu general. Diperiksa lagi, jangan-jangan hasil kerja Anda kurang ada peningkatan dan pola pengerjaannya terlalu monoton. Mungkin inilah yang mendorong atasan Anda memberi kritik. Sebenarnya, kritik adalah masukan agar Anda lebih maju, lho.

PREVIOUS ARTICLE

5 Inspirasi Dari Film Untuk Menciptakan Momen Romantis Dengan Pasangan

NEXT ARTICLE

Singkirkan Gejala PMS Yang Bikin Bete Dengan 7 Cara Sehat Ini!

RELATED ARTICLES

COMMENTS0 comments