Beauty

Suhay Salim, Beauty Vlogger Introvert yang (Mungkin) Akan Pensiun Nge-Vlog

Kalau ditanya siapa beauty blogger/vlogger Indonesia favorit Anda, nama siapa yang akan Anda sebut? Apakah Suhay Salim? Vlogger yang juga merupakan makeup artist ini memang punya banyak penggemar. Selain, gayanya yang asik dan jujur, plus selipan humornya yang oke, Suhay juga punya kemampuan makeup yang bagus. Meski dulu katanya benci banget sama makeup, Suhay yang belajar makeup dari YouTube kini termasuk makeup artist yang handal. Coba ikuti yuk obrolan kami bersama Suhay. Scroll down!

Apa yang membedakan Suhay dari Beauty Vlogger Lainnya?

Apa ya? Saya nggak tahu sih. Ada orang yang nonton saya saja, saya juga nggak mengerti kenapa mereka mau nonton saya. Nonton diri sendiri saja, saya kadang nggak tahan. Ha ha ha… Kalau kata orang sih, saya ngomongnya ‘ngasal’ banget ketika sedang nge-vlog. Kalimatnya tidak terlalu baku. Iya nggak sih? Tadinya, saya itu orang yang tidak berani ngomong. Kalau perhatikan video-video saya yang paling awal, saya itu tidak berani masang wajah di video. I don’t really like putting my face, tapi karena banyak yang request dan sepertinya lebih mudah review produk menggunakan wajah, lama-lama ya saya berani. Alhamdulillah, responnya bagus.

Kalau bikin video, apa cara Suhay menentukan tema?

Jarang direncanakan. Justru, kalau direncanakan mau bikin ini atau itu, biasanya tidak berhasil. Yang saya kerjakan biasanya begini, saya sudah tahu mau pakai produk yang mana saja dan produknya semua diletakkan di meja. Baru deh, langsung dikerjakan. Tidak pernah ditentukan dari awal. Spontan saja.

Dengan gaya Suhay yang cenderung ‘suka-suka gue’ dan apa adanya, pernah ada komentar negatif dari subscriber?

Ini sebenarnya jadi salah satu yang saya syukuri. Saya merasa subscriber saya, they’re one of the best people. Saya jarang banget dikomentari negatif. Paling kalau ada 10 video, baru ada 1 komentar negatif. Untungnya lagi, saya itu sudah tua. I know who I am already. Jadi, hal-hal seperti itu tidak terlalu memengaruhi dan saya juga tidak begitu peduli. Saya justru lebih respect dengan vlogger yang lebih muda. Mereka pasti juga mendapat komentar negatif tapi mereka kan masih belum menemukan jati diri, so I respect them a lot.

Pernah menanggapi komentar nyinyir?

Tidak pernah ditanggapi, karena biasanya langsung diblok. Terserah sih, kalau ada yang lihat komentar seperti ini. Tapi, kalau saya yang lihat ada komentar seperti ini, langsung hapus dan blok. Mereka masih bisa lihat video saya, tapi mereka tidak bisa beri komentar. Saya lebih suka seperti ini. Saya tahu orang memang bebas berpendapat, namun kalau dibiarkan, tidak ada untungnya untuk saya. Saya sudah tahu mereka bilang apa, ya sudah, lebih baik saya simpan saja sendiri. Pesan sudah tersampaikan kok. Kalau dibiarkan, bisa panjang urusannya. Jadi. lebih baik dihapus kan? Mungkin, subscriber lain tujuannya baik, mereka mau membela saya. Tapi, ya itu, saya sudah cukup tua and I don’t need anyone to defend me anymore. Plus, it’s my channel. Mereka boleh komentar macam-macam, but at the end of the day, it’s my channel anyway.

Di mata Suhay, seseorang yang cantik adalah yang….

Hmm, kalau saya sih, tidak terlalu peduli dengan penampilan luar, as you can see. Duh, mana ada beauty vlogger seperti ini ya, ha ha ha… Saya itu suka orang yang cerdas, dan bukan maksudnya cerdas dari segi akademik, tapi yang pengetahuan umumnya luas. Someone who’s interesting to talk to. Menurut saya, mereka akan sangat keren. Kalau dia wanita, pasti akan terlihat cantik. Kalau dia pria, pasti akan terlihat ganteng kalau mereka pintar.

Tiap tahun pasti ada tren makeup, baik itu dari fashion week dan dari brand kecantikan. Apakah Suhay termasuk yang menggunakan panduan tren makeup ini untuk materi vlog?

Tergantung. Sebagian besar tren makeup ini menjadi materi vlog sebagai info dan tidak semua tren yang ada saya coba. Saya pilih-pilih juga, karena tidak semuanya cocok dengan kepribadian saya, seperti tren makeup Korea. Aduh, nggak banget deh di saya. Intinya, itu dijadikan informasi dan sering juga terinspirasi. Seperti tren glitter, karena sedang heboh Coachella, saya juga jadi tertarik beli makeup glitter.

Warna makeup signature Suhay?

Dari dulu, saya selalu suka dengan yang kemerahan, seperti cranberry. Saya suka eyeshadow merah, memang. Biasanya, saya padankan dengan lipstik yang warnanya tidak aneh-aneh. Nude. Makeup saya hampir selalu fokus di mata, jadi area wajah lainnya tidak pernah macam-macam.

Brand makeup favorit?

Make Up For Ever dan Sigma.

5 Brand lokal favorit Suhay?

Make Over, Wardah, Purbasari, Mizzu, Mineral Botanica.

Tiga produk kecantikan yang harus ada dalam tas?

Lipstik, either matte or glossy. Penting banget untuk touch up. karena warna lipstik paling cepat hilang. Bedak, karena saya mulai merasa perlu bedak deh. Lalu, blotting paper. Produk-produk untuk touch up.

Punya saran untuk warna makeup mata yang akan terlihat bagus di kulit sawo matang khas wanita Indonesia?

Hmm, saya tuh tidak pernah membatasi warna makeup. Lihat saja video saya. Semua warna dipakai, padahal kulit saya keling kan? Saya tidak suka jika makeup harus dikotak-kotakkan. Jangan karena merasa kulitnya tidak terang, kita jadi tidak bisa pakai warna-warna tertentu. Hidup itu cuma sekali.

Inspirasi makeup Suhay dari mana? Korea, Eropa, atau Amerika?

Saya tidak suka Korea, karena terlalu unyu. Amerika juga, karena kadang aka kesan tebal. Saya paling suka dari Eropa. Dari awal saya nonton YouTube, saya suka makeup artist dari Eropa. Kulit mereka sangat biasa saja, bahkan kadang ada bekas jerawat, seperti saya, namun mereka selalu bisa memilih satu fokus, bisa mata atau lipstiknya, dan jadinya seimbang secara keseluruhan.

YouTuber favorit?

Linda Hallberg! Makeup artist dari Swedia dan tipe makeupnya yang warna-warni. Saya suka banget.

Apa rencana Suhay untuk selanjutnya? Apakah dalam lima tahun mendatang, Suhay masih akan di industri ini?

I have no idea, tapi yang jelas, mungkin sudah tidak membuat video YouTube ya. I’m not planning to do this for much longer. Tidak tahu ya. Seperti yang tadi sempat saya bilang, I’m not really comfortable putting my face in the internet. Saya lebih suka dalam bentuk foto. Mungkin yang masih akan berjalan adalah Instagram. Channel pertama yang akan saya hentikan pasti Youtube.

Alasannya?

I’m a very private person, saya sangat sangat tertutup. Nah, ketika saya bikin video YouTube, teman-teman semua kaget. “Gila Suhay, lo berani ngomong di depan kamera,” kata mereka. Bukannya tidak berani ngomong juga. Saat saya di atas panggung, saya tidak pernah ada masalah. Tidak nervous juga sih. I just don’t like people knowing my business. Namun, dengan membuat video YouTube, mau tidak mau, saya juga harus sharing sedikit demi sedikit tentang hidup saya. Saya tidak tahu akan sampai seberapa banyak saya bisa share, but I don’t think I’m gonna do that for much longer.

Suhay Salim

Sekarang, saya masih nyaman. Namun, dengan semakin banyak subscriber, saya merasa semakin banyak demand dari mereka untuk tahu lebih tentang Suhay. Saya tidak mau bilang dengan pasti kalau saya nggak akan melakukan hal ini lagi. Tadinya saja, saya tidak mau bicara di depan kamera kan, tapi subscriber saya sangat membantu. I don’t know what’s gonna happen in the future, but if you ask me, this is what I’m feeling right now.

Popularitas menurut Suhay?

Saya tidak peduli dengan hal itu, sama sekali! Saya tidak pernah mau muncul di televisi atau photoshoot dengan majalah, bukan karena apa-apa. Saya hanya tidak mau follower saya bertambah. Saya tidak mau ada follower yang bukan benar-benar mau tahu tentang saya. Saya lebih suka membangun follower pelan-pelan, but I have really loyal people daripada ada orang yang muncul out of nowhere dan bisanya cuma rese. Kalau diperhatikan dari dulu, pertumbuhan YouTube dan social media saya memang pelan kok. Itu tidak masalah. Yang penting, saya bikin apa yang saya suka dan yang nonton adalah orang-orang yang memang sayang pada saya.

Kalau sudah tidak nge-vlog, apa yang akan Suhay lakukan untuk mengakomodir penonton setia di Youtube?

Mungkin saya akan membuat makeup class, karena sebenarnya saya suka banget mengajar. Di antara semuanya, saya paling suka mengajar. I’m not gonna be here forever. Kalau saya membuka makeup class dan suatu hari anak didik saya jadi makeup artist terkenal, they will remember me for the rest of their life. That’s what I want.

PREVIOUS ARTICLE

Inovasi Baru Splash Mask: Pakai Masker Hanya 15 Detik!

NEXT ARTICLE

Cool Cat, Koleksi Baru dari Rollover Reaction yang Terinspirasi dari Era 70-an

RELATED ARTICLES