Beauty

Review: Honyaradoh Silkworm Cocoon Facial Cleansing Ball

Penggunaan bahan-bahan unik nan aneh dalam industri kecantikan memang sudah bukan merupakan hal baru. Mulai dari lendir siput, racun lebah, bahkan telur ikan adalah sedikit dari banyaknya bahan aneh yang ternyata menyimpan manfaat untuk kecantikan kulit. Termasuk juga di dalamnya kepompong ulat sutra, alias silkworm cocoon. Negara-negara Asia seperti Jepang, China, dan Korea merupakan penghasil terbesar olahan ulat sutra. Nah, kepompong ulat sutra ternyata telah digunakan sejak zaman dahulu dan dipercayai sebagai salah satu kunci kecantikan geisha.

Saat direndam dalam air panas, kepompong ulat sutra akan mengeluarkan sericin. Sericin merupakan substansi yang menyatukan benang-benang sutra yang kaya akan protein, mengandung 18 asam amino yang akan membantu merawat dan menutrisi kulit. Nah, sericin juga akan berperan sebagai lapisan tipis di atas wajah dan mengunci kelembapan di bawahnya. Tidak hanya itu, sericin juga dapat membantu mendorong produksi kolagen. Beberapa ulasan sempat menyebut-nyebut silkworm cocoon ini sebagai solusi untuk komedo. Namun, apakah benar? Yuk, cari tahu di bawah!

Kemasan dan Harga

Silkworm cocoon ini dikemas dalam plastik bening sederhana beralaskan kertas lembut dan berisi 10 buah silkworm cocoon. Terdapat label berisikan nama produk dan keterangan pada bagian belakang labelnya. Namun, karena seluruh keterangannya menggunakan bahasa Jepang, saya tidak bisa membacanya sama sekali. Kecuali alamat website yang dituliskan dengan huruf alfabet. Dilansir dari website-nya, poduk ini bisa Anda beli dengan harga ¥ 918 atau kurang lebih Rp100.000. Namun, saya mendapatkan sebagai oleh-oleh dari kakak, dan ia kebetulan membeli produk ini dengan harga Rp50.000 saja.

Klaim

Berdasarkan keterngan pada website-nya serta beberapa referensi lain, silkworm cocoon kaya akan sericin yang bermanfaat untuk kulit. Selain itu, cangkang kepompong ini juga berperan sebagai eksfoliator alami untuk mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati.

Tekstur, Aroma dan Warna

Meskipun warnanya yang putih sangat mengingatkan saya pada kapas, ternyata silkworm cocoon ini bertekstur keras dengan permukaan yang cukup kasar. Bahkan, ketika ditekan pun silkworm cocoon ini tidak langsung penyok. Untuk silkworm cocoon yang saya miliki, saya tidak mencium aroma apapun.

Cara Penggunaan

  • Bersihkan wajah terlebih dahulu, disarankan untuk menggunakan silkworm cocoon setelah mandi.
  • Rendam silkworm cocoon dalam air panas selama 3-5 menit hingga melembut.
  • Masukkan silkworm cocoon pada jari telunjuk.
  • Gosokkan silkworm cocoon pada wajah secara lembut dengan gerakan memutar ke arah luar.
  • Setelah pemakaian, keringkan silkworm cocoon kemudian simpan di wadah tertutup. Silkworm cocoon bisa digunakan untuk 4 hingga 5 kali pemakaian.

Pendapat Saya

Saat pertama kali mencobanya, saya sedikit bingung, karena, meskipun telah direndam dalam air panas selama 5 menit, silkworm cocoon masih tetap terasa keras. Memang sih tidak sekeras sebelumnya, namun masih terasa cukup padat. Setelah googling, ternyata memang silkworm cocoon tidak akan melembut hingga ‘lembek’ seperti ekspektasi saya. Sehingga, saat saya gosokkan pada wajah, silkworm cocoon ini terasa cukup abrasif dan kasar. Padahal, saya sudah menggosoknya sepelan dan selembut mungkin. Sepertinya, inilah yang dimaksud silkworm cocoon sebagai eksfoliator alami. Masalah kulit saya adalah blackheads pada area hidung, saya memfokuskan untuk menggosok pada bagian tersebut.

Dalam beberapa ulasan, saya sempat melihat bahwa silkworm cocoon berubah warna setelah digunakan, karena kotoran dan sel-sel kulit mati yang terangkat menempel. Namun, setelah penggunaan, silkworm cocoon saya masih tampak bersih, hanya saja serat-serat “bulunya” menjadi lebih berantakan. Setelah penggunaan, saya tidak merasa maupun melihat adanya perbedaan pada kulit wajah. Namun, besoknya muncul 2 whitehead di hidung saya yang keesokan harinya lagi berubah menjadi jerawat. Meskipun masih kurang yakin, apakah ini purging atau breakout, saya memutuskan untuk menghentikan pemakaian terlebih dahulu. Pasalnya, tekstur silkworm cocoon yang cukup kasar mungkin akan membuat jerawat saya semakin meradang. Sayang sekali, ya! Padahal, banyak yang memberikan ulasan positif untuk produk unik ini, lho! Namun, setelah membaca keterangan pada website-nya, memang produk ini belum tentu cocok pada semua kulit.

Keterangan Tambahan

Terdapat perbedaan pada kondisi kulit tiap-tiap orang. Maka, jangan menggosok terlalu keras. Hindari area kulit yang sensitif seperti mata dan area mulut. Hentikan pemakaian jika produk tidak terasa cocok pada kulit Anda. Jika ada efek samping atau keluhan pada kulit, segera konsultasikan pada dokter. Beberapa orang mungkin memiliki alergi sutra, karenanya, lakukan patch test pada kulit lengan bagian atas sebelum menggunakannya pada wajah. Hindari meletakkan produk pada tempat bertemperatur tinggi atau mengeksposnya ke sinar matahari secara langsung. Produk mungkin akan berlumut atau berjamur jika disimpan di tempat yang lembap. Maka, pastikan produk disimpan dalam wadah tertutup setelah penggunaan (Dikutup dari sini).

Ingredients:

Silk 100%

PREVIOUS ARTICLE

Sangat Menginspirasi! Inilah 5 Akun Instagram Makeup Artist yang Perlu Anda Ikuti

NEXT ARTICLE

Rekomendasi 7 Produk NYX Cosmetics yang Wajib Anda Coba

RELATED ARTICLES

COMMENTS0 comments