Guide

Progeria, Penyakit Langka yang Membuat Anak Kecil Mengalami Penuaan Dini

Terlihat lebih muda dibanding usia sebenarnya kerap membuat banyak orang merasa senang. Siapa sih yang tidak suka dibilang awet muda? Apalagi, penuaan merupakan salah satu musuh terbesar kebanyakan perempuan. Penuaan memang dapat dihindari dan pasti akan terjadi, namun, bagaimana jika penuaan itu terjadi jauh lebih cepat daripada seharusnya? Bayangkan, jika ada sebuah penyakit yang membuat seorang anak kecil berusia 10 tahun terlihat seperti seorang kakek-kakek. Duh! Seram sekali kalau sampai hal itu terjadi, bukan? Namun, ternyata hal ini benar-benar terjadi akibat sebuah penyakit langka yang bernama Progeria. Apa sih penyakit Progeria itu?

Definisi, Gejala, dan Penyebab Penyakit Progeria

(SUMBER FOTO) Sam Berns, salah satu penderita Progeria

Progeria adalah kondisi gen yang terjadi karena kelainan protein di sekitar inti sel. Sel protein yang mengalami kelainan disebut dengan nama progerin. Nah, jika progerin ini mengalami pembuahan, baik dari pihak ayah maupun ibu, maka janin yang berhasil dibuahi tersebut akan mengalami progeria. Kondisi ini akan dibawa sejak lahir, namun bukan merupakan penyakit gen atau turunan. Kemungkinan penyakit Progeria terjadi adalah 1:4.000.000, inilah alasan kondisi ini disebut sebagai penyakit langka. Walaupun begitu, Progeria dapat menimpa siapa pun dan di mana pun. Sayangnya, sampai saat ini masih belum ditemukan pengobatan yang efektif untuk mengatasi Progeria. Karena, penyebab penyakit ini masih menjadi tanda tanya.

Penyakit yang juga dikenal dengan nama Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome (HGPS) ini, memiliki gejala yang akan mulai terlihat saat anak berusia 2-3 tahun. Gejalanya meliputi kulit yang menipis dan keriput, ukuran kepala yang membesar, dagu dan hidung yang mengecil, rontoknya rambut pada tubuh, tubuh yang lemah, vena yang terlihat jelas, serta pertumbuhan gigi yang tidak normal. Kondisi fisik inilah yang membuat penderita Progeria tampak seperti orang yang sudah sangat tua. Selain itu, penderita Progeria juga seringkali mengalami kondisi penyakit yang biasanya ditemukan pada orang lanjut usia, di antaranya adalah ateroklerosis progresif (kelainan penyumbatan pembuluh darah), stroke, kolesterol, katarak, hingga serangan jantung.

Kasus Progeria di Dunia

(SUMBER FOTO) Kaylee Halko, penderita Progeria yang tetap aktif dalam aktivitas sekolah

Berdasarkan data dari Progeria Research Foundation, hingga Oktober 2017 telah tercatat 144 orang yang menderita Progeria dari 46 negara. Sedangkan, di Indonesia sendiri hanya terdapat satu pasien Progeria yang tercatat. Salah satu pasien Progeria yang paling dikenal adalah Sam Berns. Melalui sebuah dokumenter garapan HBO, Sam membagikan kisah hidupnya yang berjuang dengan Progeria dalam “Life According to Sam”. Dari film inilah, penyakit Progeria menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Selain itu, semasa hidupnya, Sam Berns juga kerap hadir sebagai narasumber dalam berbagai acara dan pembicara dalam deretan talkshow, termasuk di antaranya Konferensi TEDx. Selain “Life According To Sam”, film asal India yang berjudul “Paa” juga terinspirasi dan mengisahkan perjalanan hidup Auro, penderita Progeria yang diperankan oleh Amitabh Bachchan. Jika Anda ingin melihat lebih jauh tentang Progeria, kedua film ini bisa menjadi pilihan Anda.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Gejalanya, Waspada Bahaya Penyakit Rubella Pada Ibu Hamil

PREVIOUS ARTICLE

5 Alasan Bagus Untuk Menonton "Big Little Lies”, Serial Televisi Pemenang Golden Globes 2018

NEXT ARTICLE

BJ Editors: Pengalaman Aneh dan Ajaib yang Pernah Ditemui di Media Sosial

RELATED ARTICLES

COMMENTS0 comments