Beauty

Muna Jama, Finalis Pertama yang Memakai Kaftan di Sesi Baju Renang pada Ajang Miss Universe Great Britain

Nama Muna Jama menjadi sorotan netizen akhir-akhir ini karena sebuah keputusan yang baru saja diambil olehnya. Muna merupakah salah satu finalis Miss Universe Great Britain yang mengajukan permintaan tertulis kepada pihak penyelenggara agar memberikan dirinya kelonggaran untuk mengenakan kaftan pada saat sesi pemotretan bikini. Pihak penyelenggara pun menyetujui permintaan Muna. Alhasil, dirinya kini sukses menarik perhatian banyak orang karena berhasil menjadi wanita pertama yang mengenakan kaftan saat sesi pemotretan bikini di ajang Miss Universe Great Britain. Lantas, apa makna sebenarnya di balik penolakan tersebut? Dan, apa pula yang membuat Muna Jama lolos sebagai kontestan dalam ajang ini? Simak kisahnya singkatnya dalam ulasan berikut ini.

Membuka Mata Dunia

Wanita keturunan Somalia ini mengawali kariernya sebagai aktivis pembela perempuan, anak dan imigran saat kedua orangtuanya mulai memutuskan untuk pindah ke Inggris pada tahun 1989. Muna juga merupakan pendiri Cloudless Research, sebuah lembaga start-up yang bertujuan untuk menangkal masuknya imigran gelap serta mencegah penyiksaan anak dan perempuan di wilayah Afrika Timur.

Muna adalah 1 dari 40 finalis yang akan berkompetisi pada ajang Miss Universe Great Britain. Pemenangnya akan mewakili Great Britain di ajang Miss Universe global untuk berkompetisi dengan pemenang dari negara-negara lain. Terpilihnya Muna Jama sebagai salah satu finalis Miss Universe Inggris didukung dari potensi dan bakatnya yang memiliki value untuk manusia lainnya. Terlebih, ia juga memiliki tujuan yang mulia, yakni ingin meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan krisis migran (pengungsi) yang tengah terjadi saat ini. Apalagi, ia sendiri sempat menyaksikan betapa buruknya keadaan para pengungsi yang ada di Mesir dan Somalia. Muna sangat berkeyakinan bahwa prinsip hidup dan tujuannya untuk mengikuti ajang Miss Universe ini dapat membuka mata dunia terhadap kondisi para pengungsi, serta anak-anak dan para perempuan yang diselundupkan.

Tegas dan Penuh Prinsip

Setiap kontes beauty peagent umumnya selalu menjadikan kecantikan paras dan keindahan tubuh wanita sebagai nilai utama di samping kepribadian dan wawasan yang luas. Tak heran jika perhelatan bergengsi ini seringkali menimbulkan pro-kontra di beberapa negara karena dianggap terlalu banyak mengekspos bagian tubuh wanita. Bagi Muna, hal ini tentu sangat bertentangan dengan prinsip hidupnya. Lahir sebagai seorang muslim, Muna tidak ingin menampilkan tubuhnya dalam balutan busana yang minim. Ia menolak untuk mengenakan bikini karena lantaran perasaan yang kurang nyaman saat memakai busana terbuka. Apalagi, sebelumnya ia juga tidak pernah memakai bikini sama sekali. Bahkan, di beberapa kesempatan Muna juga sempat menegaskan kepada beberapa media bahwa ia tidak akan menggadaikan keyakinannya hanya untuk sebuah kemenangan.

“I wouldn’t wear a bikini to a beach, so I’m not going to wear one in a competition to score points.”

Pernah Mengikuti Ajang yang Sama 2 Tahun Lalu

Sebenarnya, Muna Jama sudah pernah mengikuti ajang kecantikan ini dua tahun yang lalu. Namun, pada saat itu ia lebih memilih untuk  mengundurkan diri karena karena khawatir akan sesi baju renang yang tidak sesuai dengan prinsip hidupnya. Namun tahun ini, Muna memutuskan untuk kembali mengikuti Miss Universe Great Britain dengan membawa misi untuk menyebarkan awareness akan krisis imigran.

PREVIOUS ARTICLE

5 Fakta Tentang Freckles yang Perlu Anda Ketahui

NEXT ARTICLE

Jadikan Wajah Anda Semulus Filter di Beauty Camera Dengan Bantuan Produk Berikut

RELATED ARTICLES

  • Halima Aden, Model Berhijab Keturunan Amerika-Somalia yang Kini Tengah Naik Daun

    […] Baca juga: Muna Jama, Finalis Pertama yang Memakai Kaftan di Sesi Baju Renang pada Ajang Miss Universe Great Br… […]

COMMENTS1 comments