Guide

Setelah Menikah, Sebaiknya Resign Atau Tetap Bekerja Menjadi Wanita Karier?

Sejalan dengan perkembangan zaman, kaum wanita, khususnya yang tinggal di kota-kota besar cenderung berperan ganda bahkan fungsional. Hal ini mungkin terjadi karena kaum wanita sudah lebih mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensi dalam dirinya. Sudah tentu hal tersebut juga akan berdampak terhadap kehidupan pribadi dan sosial, baik itu positif maupun negatif. Nah, jika Anda tadinya memiliki pekerjaan di sebuah perusahaan dan memutuskan untuk menikah, apa langkah yang harus Anda ambil selanjutnya? Resign saja untuk mengurus keluarga atau tetap bekerja sebagai wanita karier? Sebelum Anda memutuskan lebih jauh, coba pertimbangkan sisi positif dan kemungkinan negatif dari masing-masing pilihan ini.

Menjadi Wanita Karier?

Menikah Resign Wanita Karier 1

Keuntungan paling utama dari menjadi wanita karier tentu saja ada pada pendapatan. Digabung dengan pendapatan dari suami, Anda bisa lebih banyak menabung untuk kebutuhan rumah tangga atau persiapan calon buah hati. Karena memiliki pendapatan tambahan, Anda secara finansial, menjadi lebih mandiri. Ada juga lho sisi psikologis yang positif ketika Anda menjadi wanita karier yang juga sudah berkeluarga. Wanita karier umumnya akan lebih bijaksana, tidak otoriter, dan demokratis dalam mendidik anak. Pengembangan karier dan terlibat dengan banyak orang cenderung membuat seseorang memiliki pola pikir yang moderat.

Nah, hal berikutnya yang perlu Anda perhatikan nih ladies. Menjadi wanita karier tentu menyita waktu. Jika pekerjaan Anda cukup berat, tentu Anda sudah kelelahan jika sudah tiba di rumah. Jika tak pintar membagi waktu, bisa-bisa suami mengeluh dan hal ini menjadi ganjalan dalam rumah tangga Anda. Belum lagi, jika setelah menikah, lokasi tinggal Anda menjadi jauh dari lokasi kantor. Tambah lelah kan?

Baca Juga: Trik Mengurus Rumah Untuk Wanita Karier yang Punya Segudang Kesibukan

Menjadi Ibu Rumah Tangga?

Menikah Resign Wanita Karier 2

Dengan menjadi ibu rumah tangga, tentu keuntungan Anda adalah dalam masalah waktu. Anda kini punya banyak waktu untuk mengurus rumah, suami, dan yang pasti diri sendiri. Keleluasaan waktu ini akan lebih terasa jika Anda memiliki rumah sendiri dan tak tinggal dengan orang tua atau mertua. Anda menjadi nyonya rumah yang memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebersihan dan kerapian rumah, mengurus pembayaran listrik, telepon, air, memasak makanan untuk keluarga, hingga mengurus keperluan rumah tangga. Anda yang segera ingin punya momongan pun bisa lebih memanfaatkan waktu yang lebih santai ini.

Namun, menjadi ibu rumah tangga pun tak lantas membuat Anda bisa lebih bersantai. Jika sebelumnya Anda bekerja dan kini Anda menjadi ibu rumah tangga, secara psikologis Anda mungkin merasakan adanya kehampaan dalam hal kegiatan. Bakat Anda dan pendidikan yang Anda tempuh mungkin akan tak digunakan lagi jika Anda beralih mengurus rumah tangga. Ada juga hal yang mungkin agak mengkhawatirkan: pendapatan bulanan. Jika Anda dan suami berada dalam kelas menengah, mungkin saja Anda tak bisa terlalu mengandalkan pendapatan dari suami untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga dan menabung.

 

Kedua pilihan ini memiliki keuntungan dan beberapa kemungkinan yang kurang baik. Jangan terlalu gegabah dan cepat-cepat memutuskan, karena hal ini merupakan hal penting. Coba bicarakan dengan suami Anda mengenai pilihan ini. Yang penting, jadikan pilihan Anda membawa kebaikan untuk Anda dan keluarga.

Baca Juga: Moms, Ingin Penghasilan Lebih? Ini Pilihan Pekerjaan yang Tak Menguras Waktu Untuk Para Ibu

PREVIOUS ARTICLE

8 Makanan Kaya Asam Folat Yang Baik Untuk Kesuburan Calon Ibu

NEXT ARTICLE

Katanya, Melakukan 7 Hal ini di Bulan Ramadan Bisa Membatalkan Puasa. Mitos atau Fakta?

RELATED ARTICLES

  • Setelah Menikah, Apakah Harus Tinggal Jauh dari Mertua?

    […] Baca Juga: Setelah Menikah, Sebaiknya Resign Atau Tetap Bekerja Menjadi Wanita Karier? […]

COMMENTS1 comments