ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Kehidupan Pribadi atau Pekerjaan? Coba Cara Ini untuk Mendapatkan Work-Life Balance

Akhir-akhir ini, kesempatan untuk mendapatkan work-life balance seolah menjadi mimpi semu bagi pekerja urban. Teknologi tanpa batas menjadikan para karyawan bisa dihubungi dan mengakses pekerjaan kapan saja. Memang memudahkan pengaturan kerja, sih, tapi apakah Anda semakin merasa hal ini mengurangi kuantitas (bahkan kualitas) kehidupan pribadi Anda?

Berdedikasi tinggi terhadap pekerjaan bukanlah hal yang salah, tapi Anda juga jangan sampai mengabaikan kehidupan pribadi. Istilahnya sih, “work hard, party hard”. Kalau Anda bahagia dengan kehidupan pribadi, mood bekerja juga akan membaik. Nah, untuk mendapatkan work-life balance, Anda bisa mencoba beberapa tips berikut.

Belajar untuk tidak terlalu perfeksionis

Melakukan yang terbaik memang harus, namun Anda harus ingat batasannya. Hindari untuk menjadi pribadi yang sangat perfeksionis di tempat kerja. Terimalah kesalahan dengan wajar dan jadikan hal itu sebagai catatan perbaikan. Begitu juga dengan kehidupan pribadi. Mengejar kesempurnaan di dunia kerja dan di rumah tidak akan pernah membuat Anda puas, karena memang tidak ada ujungnya. Anda hanya akan selalu merasa kurang, dan pada akhirnya stres karena tidak pernah merasa bisa mengatur keduanya. Nikmati kekurangan-kekurangan yang ada dan bersikaplah lebih ‘longgar’ pada diri sendiri.

Punya aturan atau prioritas khusus

Coba bandingkan kehidupan kerja dan pribadi Anda. Adakah batasan di antara keduanya? Agar tidak saling ‘memakan’ waktu satu sama lain, sebaiknya Anda membuat aturan khusus atau prioritas yang tidak bisa dibuat mengalah. Contohnya, aturan nomor satu Anda adalah keluarga. Dengan begini, prioritas Anda akan terlihat, yaitu mendahulukan keluarga di atas segalanya. Setelah keluarga, bisa saja acara atau proyek kantor, lalu liburan singkat saat weekend. Jika ada aturan dan penentuan priortitas, sistem kerja Anda semakin terbaca. Singkat kata, Anda rela tidak liburan kalau ada event kantor, tapi Anda tidak boleh mengalah pada event kantor kalau anak Anda sakit. Bisakah Anda mulai membuat skema ini?

Gunakan waktu secara efisien

Ada kalanya, mood atau konsentrasi bekerja baru muncul menjelang makan siang. Ini nih yang terkadang membuat Anda jadi terpaksa lembur karena ide atau mood yang baru didapat belakangan. Agar bisa mendapat work-life balance, jangan mengalah dengan kondisi ini, ladies! Gunakan waktu kerja Anda seefisien mungkin. Paksakan diri untuk mulai giat bekerja sejak pagi dengan membangun mood. Entah itu, membuat kopi, menata meja kerja, membuat to-do list, atau melakukan manajemen waktu yang tepat dengan teknik Pomodoro. Bersantai saat bekerja tentu saja boleh sebagai jeda, namun hindari menyia-nyiakan waktu Anda, ya.

Bersikap ‘egois’

Eits, bukan maksudnya egois dengan meninggalkan pekerjaan kantor hanya demi menonton film incaran Anda di jam pulang kerja, atau melimpahkan pekerjaan pada anak buah Anda. Egois di sini adalah memperjuangkan me time Anda. Jika Anda sudah punya rencana dari jauh hari untuk pergi liburan panjang di bulan tertentu, Anda harus memberi tahu pihak kantor agar mereka pun ikut bersiap. Tidak hanya Anda saja yang ‘ngebut’ membereskan pekerjaan agar tidak ada yang tak terurus di saat Anda tak ada, pihak kantor pun juga harus menyiapkan back-up plan atau berdiskusi untuk menentukan perwakilan sementara untuk Anda.

Bicarakan dengan atasan kalau Anda merasa overwork

Kadang, work-life balance tak dapat tercapai bukan karena tidak adanya prioritas atau manajemen waktu yang buruk dari Anda, melainkan karena tumpukan pekerjaan yang tak wajar. Jika Anda merasa beban pekerjaan yang sekarang sudah di luar kapasitas Anda, jangan dipendam sendiri hingga membuat Anda stres. Segala sesuatu tentu memiliki solusi, karena itu bicarakan langsung dengan atasan Anda.

Baca juga: Merasa Terlalu Sering Lembur? Yuk, Ikuti Langkah Ini Agar Bisa Pulang Kantor Tepat Waktu

PREVIOUS ARTICLE

Ini Dia 5 Festival Musik yang Siap Menghibur para Penikmat Musik di Penghujung Tahun 2018!

NEXT ARTICLE

5 Film yang Membuktikan Jika Cantik Bukan Satu-satunya Hal yang Membuat Pria Tertarik pada Anda

RELATED ARTICLES

COMMENTS

3comments


  • Tifani Rizki Ayudilla6 days ago

    baru nyadar kalo ke-perfeksionisan ternyata bikin pengaruh negatif juga

  • Eliesa Miranty2 weeks ago

    Agree

  • Oase Kirana Bintang2 months ago

    👍🏼