ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Baby Colic, Penyebab Bayi Sering Menangis Tanpa Sebab yang Perlu Diwaspadai

Para orang tua baru pasti merasa sangat bahagia ketika bayi mungilnya hadir ke dunia. Jerit tangis si kecil ketika mereka lahir merupakan kebahagiaan yang tak ternilai bagi para orang tua. Namun tak jarang, para ibu muda sering dibuat bingung, bahkan kewalahan saat si kecil kerap menangis tanpa sebab yang jelas. Ketika berbagai macam cara sudah dilakukan untuk menghentikan tangisan si kecil, tapi bayi mungil Anda tak kunjung berhenti menangis. Dalam dunia parenting, kondisi di mana bayi sering menangis berjam-jam tanpa adanya penyebab yang jelas disebut dengan istilah baby colic atau kolik. Lantas apa itu sebenarnya baby colic dan apa yang menjadi penyebab hal tersebut? Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda.

Pengertian Baby Colic

Baby cholic

Menurut website parenting asal Inggris, baby colic bukanlah sebuah penyakit. Baby colic merupakan kondisi di mana bayi dengan kondisi sehat, kemudian menangis tanpa sebab dalam waktu yang relatif lama dan biasanya berlangsung saat sore atau malam hari. Hal ini umumnya terjadi pada bayi berusia kurang dari 4 bulan. Biasanya bayi yang memasuki usia sekitar 6 hingga 8 minggu akan mengalami kolik yang paling parah.

Dokter biasanya mendiagnosa seorang bayi mengalami kolik berdasarkan rentan waktu si kecil menangis, di mana biasanya si kecil akan terus menangis selama 3 jam sehari, atau setidaknya selama 3 hari dalam seminggu yang berlangsung selama tiga minggu berturut-turut. Namun Anda tak perlu khawatir, pasalnya kolik pada bayi akan berangsur-angsur hilang dengan sendirinya saat si kecil berusia 8 minggu keatas.

Penyebab Baby Colic

Baby cholic

Belum diketahui secara pasti penyebab seorang bayi mengalami kolik. Namun para ahli kesehatan anak mencoba menganalisa sebab terjadinya kolik pada bayi. Salah satunya karena adanya gangguan di saluran pencernaan si kecil. Hal ini biasanya disebabkan makanan tidak dapat diproses dan dicerna secara sempurna yang menyebabkan rasa tidak nyaman dari gas dalam usus. Selain itu, kolik juga bisa disebabkan karena si kecil mengalami alergi, misalnya alergi laktosa. Selain adanya masalah di saluran pencernaan, baby colic juga bisa disebabkan karena belum matangnya sistem susunan syaraf pusat si kecil sehingga ia memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap rangsangan dari luar, seperti cahaya lampu yang terlalu terang dan suara-suara yang mengganggu.

Gejala Baby Colic

Baby cholic

Umumnya tangisan pada bayi merupakan cara mereka untuk berkomunikasi dengan orang tua, sehingga kita sebagai orang tua tahu apa yang sedang dirasakan olehnya, seperti lapar atau haus, popok basah, hingga mengantuk. Jadi untuk mengetahui apakah si kecil menangis karena rewel biasa atau kolik, maka para orang tua perlu tahu apa saja yang menjadi ciri-ciri dari baby colic.

  • Bayi bisa menangis kapan saja dalam kurun waktu lama, tetapi lebih sering pada sore atau malam hari.
  • Saat menangis, wajah si kecil memerah, kakinya terangkat ke perut atau diregangkan, dan tangan terkepal di atas.
  • Telapak kaki dan tangan bayi terasa dingin (keringat dingin).
  • Perut bayi terasa keras dan kembung.

Cara Mengangani Baby Colic

Baby cholicBaby colic bisa ditangani dengan tepat setelah Anda mengetahui penyebabnya. Untuk tahu penanganan yang perlu dilakukan, sebaiknya konsultasikan kondisi si kecil pada dokter anak. Namun untuk penanganan awal, guna menenangkan dan meredakan tangisannya, Anda bisa mencoba beberapa cara berikut ini:

  • Pastikan si kecil tidak merasa terlalu kepanasan atau kedinginan.
  • Pastikan si kecil tidak lapar, namun juga jangan membuatnya terlalu kenyang.
  • Bawa bayi ke kamar yang tenang dan sejuk dengan pencahayaan redup, yang mungkin bisa membantu membuatnya lebih tenang.
  • Usap punggung si kecil dengan halus, atau jika Anda merasa perutnya kembung bisa mengusapinya dengan minyak telon yang bisa membuat tubuhnya terasa lebih hangat.
  • Gendong bayi dengan gendongan yang nyaman. Namun perlu diingat, jangan menggendongnya dengan mengguncang-guncang tubuh si kecil saat ia menangis.

Baca juga: Produk Skin Care Berikut Ternyata Aman Digunakan pada Kulit Bayi, Lho! Sudah Tahu?

PREVIOUS ARTICLE

Jauh dari Kata Membosankan, Inilah 3 Museum Anti-mainstream di Korea Selatan yang Instagramable

NEXT ARTICLE

Tak Hanya Harry Potter, Berikut Deretan Judul Film yang Sukses Diperankan oleh Emma Watson

RELATED ARTICLES

QC Content at Beauty Journal

comments