ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Inspiration

Bincang-bincang Seputar Traveling Bersama Dinar Amanda. Mulai dari Tips Packing hingga Laptop Meledak di Pesawat!

Saat liburan, aku hampir nggak pernah bawa laptop. Kalau dulu-dulu sih sering bawa laptop dan dibuka pas di pesawat, tapi sebaiknya jangan. Aku pernah bawa dan pas di pesawat laptop itu meledak!

Setelah sebelumnya sempat mengulik seputar perawatan kulitnya saat berlibur, kali ini tim Beauty Journal juga berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan Dinar Amanda, salah satu founder sekaligus Marketing Director dari brand lokal yang mencuri hati banyak wanita, Rollover Reaction (RR). Rutin traveling setiap bulannya, simak berbagai tips, trik, serta pengalamannya seputar traveling di sini, ya!

Baca juga: Hobi Traveling Seperti Dinar Amanda? Yuk, Simak Bagaimana Pendiri Brand Rollover Reaction Ini Merawat Kulitnya Saat dan Pasca Berlibur!

Dinar AmandaHai, Dinar! Sebagai sosok yang tergolong sering traveling, ada tips khusus untuk menjaga kesehatan selama berlibur, nggak?

Pastinya kalau traveling harus jaga kesehatan, ya. Biasanya, satu hari sebelum traveling aku nggak akan kemana-mana. Kalaupun misalnya aku kerja dan besoknya harus traveling yang naik pesawat, dari sore sampai malam ya aku sudah nggak kemana-mana. Selain itu, aku juga selalu bawa vitamin, tapi di luar dua hal ini sih aku nggak yang menjaga makan atau gimana. Apalagi olahraga, aku sudah lupa haha. Kecuali kalau traveling ke gunung ya, karena mau olahraga apa lagi. Naik gunungnya saja sudah olahraga, kan? Kemarin pas naik gunung berat aku malah turun 2 kilo.

Menjabat sebagai marketing director RR yang pastinya selalu sibuk, bagaimana cara kamu mengatur waktu saat ingin pergi berlibur?

Untuk jadwal liburan, sebenarnya aku selalu nyempetin paling nggak satu kali dalam sebulan harus ada keluar kota. Nggak harus naik pesawat yang jauh, karena aku memang suka alam, jadi bisa saja cari air terjun di Bogor atau naik kereta ke Bandung. Yang pasti, dalam sebulan kalau ada tanggal merah atau weekend aku selalu usahain untuk traveling.

Nah, sebelum kamu liburan, bagaimana nih caranya mengatur pekerjaan di RR sebelum ditinggal?

Setiap traveling, aku selalu lihat load kerjaan juga. Tapi kan aku punya tim, jadi pasti aku delegasikan sebagian pekerjaan ke tim juga. Kalau perginya weekend yang bukan waktu kerja, aku lebih santai. Semisalnya ada pekerjaan, aku juga selalu mengusahakan supaya kerjaan itu bisa dikerjakan lewat handphone saja, misalnya balas email atau kontak seseorang. kita (Rollover Reaction) juga nggak pernah meeting di weekend, sehari-hari kan sudah 5 hari kerja efisien, jadi weekend nggak usah kerja.

Dinar AmandaSaat liburan, aku hampir nggak pernah bawa laptop. Kalau dulu-dulu sih sering bawa laptop dan dibuka pas di pesawat, tapi sebaiknya jangan. Aku pernah bawa laptop yang tipenya memang agak ringkih dan cepat panas, dan pas di pesawat laptop itu meledak! Jadi aku bawa laptop cuma bikin berat dan ujung-ujungnya rusak, deh..

Pernah mengalami post-holiday blues? Kalau pernah, bagaimana cara kamu untuk mengembalikan semangat untuk kerja setelah berlibur?

Hmm… Ke kantor saja, sih! Kenapa aku butuh liburan itu kan karena jenuh bekerja, jadi pas balik liburan ya aku justru ada semangat baru.

Baca juga: Merasa Berat untuk Kembali ke Rutinitas Sehari-Hari Setelah Liburan? Wah, Jangan-Jangan Anda Mengalami Post-Vacation Blues!

Ngomong-ngomong, untuk budgeting liburan apakah kamu tim nabung jauh-jauh hari dan ada alokasi dana atau bagaimana, nih?

Ada dana tersendiri, dong. Kalau untuk skin care sih susah ya wanita, apalagi kalau banyak promo seperti dari Sociolla haha.

Ada tips khusus untuk mengatur perjalanan, nggak? Atau kamu lebih cenderung go with the flow di hari H saja?

Kalau rencana dari segi budget, pasti ada planning-nya, meskipun cuma estimasi, tapi kalau pas di hari H-nya sih aku go with the flow banget. Justru aku bisa stres kalau harus mengikuti jadwal spesifik. Paling rencananya ya hanya big picture atau gambaran luas saja hari ini ke area mana apa, besok ke area apa.

Dinar AmandaNah, kalau untuk packing, boleh di-share tipsnya?

Ini lumayan helpful sih menurut aku. Jadi, aku selalu masukin barang ke dalam plastik vakum dan dibagi per kategori. Biasanya yang aku rencanakan itu baju, misalnya hari pertama pakai baju apa, sekaligus pakaian dalamnya ya aku masukin satu plastik. Untuk skin care aku nggak terlalu ribet, karena sukanya kan traveling ke alam. Kalau pas tujuannya ke kota seperti Korea, mungkin aku rada centil deh karena ingin foto-foto. Tapi kalau destinasinya alam ya cuma bawah 1 pouch untuk skin care, makeup, sabun, shampoo.

Soalnya, kalau traveling kan barang kita nggak ada yang bawain. Jadi memang lebih enak sesimpel dan seminimalis mungkin. Oh, aku ada satu tips lagi, yaitu aku hampir selalu pakai warna hitam. Kadang kita nggak punya waktu untuk packing, jadi sudah nggak mikir, warnanya ya hitam-putih-hitam-putih saja, yang penting nyaman dan aku nikmati liburannya. Nggak heboh, “besok pakai baju apa, ya?”.

At the end of the day, it doesn’t matter where you travel, its your travel partner that matters. Mau liburan ke tempat yang nyaman pun, kita nggak akan happy kalau teman perjalanannya menyebalkan, kan?

Dari pengalaman kamu traveling, destinasi mana nih yang jadi favorit kamu?

Lokal sih yang pasti! Pantai Indonesia bagus-bagus sekali… susah milihnya, tapi favorit aku Labuan Bajo. Aku sudah dua kali kesana dan kalau diajak lagi juga nggak nolak haha. Sebagus itu! Selain itu aku juga suka banget Jepang.

Kalau destinasi impian yang belum sempat dikunjungi?

New York, Amerika. Aku belum pernah dan ingin banget kesana.

Dinar AmandaSemoga tercapai, ya! Last but not least, boleh share nggak, pengalaman traveling apa yang paling berkesan dan di mana tempatnya?

Aduh… banyak! Aku kalau traveling selalu happy, kaya sudah natural high saja. Yang paling menyenangkan ada, sih. Sebetulnya, ini tuh bencana yang berubah jadi menyenangkan. Jadi, aku waktu itu pergi ke Wakatobi untuk pertama kalinya. Cukup impulsif sih haha. Aku nggak tau Wakatobi itu di mana, nggak riset apapun, jadi cuma go with the flow dan aku perginya 10 harian. Sejujurnya aku cukup khawatir dan ternyata memang benar kejadian!

Awalnya kena badai, lalu aku terdampar di suatu pulau dan di situ banyak iguana lah, komodo lah. Lumayan horor, tapi justru di situ aku belajar banyak dan jadi lebih dekat sama teman traveling aku. Mungkin sebetulnya kalau kita traveling aman dan nyaman, ya sama saja kaya hidup nyaman di sini, kan? Tapi pas di Wakatobi, karena memang nggak nyaman, sempat terdampar, kena badai, harus menginap di pondokan, aku malah lebih banyak belajar.

At the end of the day, it doesn’t matter where you travel, its your travel partner that matters. Mau liburan ke tempat yang nyaman pun, kita nggak akan happy kalau teman perjalanannya menyebalkan, kan?

Baca juga: Kalau Tak Mau Makan Hati, Hindari Traveling dengan 5 Tipe Teman Seperti Ini

[Sumber Foto Cover]

PREVIOUS ARTICLE

Berjumpa Roti Tawar Semangka di Livingstone

NEXT ARTICLE

Meski Sederhana, Rutin Melakukan Peregangan Tubuh Bisa Memberikan 5 Manfaat Kesehatan

RELATED ARTICLES

Content Writer at BeautyJournal.

COMMENTS

4comments


  • Nita Paska1 month ago

    alamaakkk meledakk

  • Riqi Huzaimi2 months ago

    Tes

  • Dewi Muntaharini2 months ago

    Nice story kak

  • Feby Aryani Sasmita2 months ago

    waw, ini ganyangka banget ternyata bisa meledak di pesawat tuh laptop