ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Kurangi Kebiasaan Menghakimi Orang Lain dengan Mengingat 5 Hal Ini

Pernahkah Anda membaca komentar para netizen pada sebuah platform digital yang sifatnya judgemental atau menghakimi? Atau jangan-jangan Anda salah satu yang turut mengomentari sebuah berita tanpa berpikir panjang terlebih dahulu? Memberi komentar yang sifatnya menghakimi sepertinya sudah tidak asing lagi, ya. Baik itu di dunia digital, maupun dalam pemikiran individu masing-masing orang.

Padahal menjadi seorang yang judgemental bisa benar-benar melukai orang lain dan melelahkan diri sendiri, lho. Hal ini turut diutarakn oleh seorang life coach, Karin Ulik, “Menjadi judgemental sama saja membandingkan diri kita dengan orang lain. Menilai orang lain membantu kita merasa seolah-olah kita sudah benar. Biasanya orang-orang melakukan ini tanpa sadar dan begitu sadar akan hal ini, kita dapat mengambil langkah untuk segera mengubahnya.”

Seperti yang disarankan oleh Karin, jika Anda saat ini menyadari sikap judgemental kerap muncul dalam diri, sebaiknya ubah sikap buruk tersebut dengan menerapkan berbagai pemikiran berikut ini!

Tanyakan kepada diri sendiri mengapa merasa perlu bersikap menghakimi

Dorongan untuk menghakimi paling sering muncul karena rasa tidak aman yang dimiliki. Sebenarnya Anda tidak benar-benar menilai pilihan orang lain, namun mencoba membuat diri Anda merasa lebih baik tentang pilihan diri sendiri dengan menjatuhkan orang lain. Esther Gonzales, seorang life coach, mengatakan bahwa salah satu cara terbaik untuk mengurangi sikap judgemental adalah dengan mengarahkan pikiran ke arah rasa ingin tahu terhadap diri sendiri. Cobalah untuk mengungkapkan alasan mengapa Anda perlu menilai.

Perhatikan apa yang memicu pikiran judgemental Anda

Sering kali seseorang bersikap judgemental secara refleks, bukan tindakan sadar atau hal sebenarnya yang ingin dilakukan. Mengidentifikasi kapan Anda paling sering menghakimi dapat membantu mengurangi pemikiran kritis pada saat itu. Seorang pelatih kecerdasan emosi, Karlyn Percil, berpendapat bahwa kesadaran terbuka tentang kebiasaan emosional adalah kunci menciptakan “jalan” mental baru, seperti menjadi kurang menghakimi. Coba ingat-ingat, apakah Anda lebih sering menghakimi saat sedang stres? Di sekitar orang-orang tertentu? Atau pada pagi atau sore hari? Menyadari pemicu kapan sikap judgemental muncul secara spesifik, dapat membantu Anda meredakan perasaan itu.

Berhenti dan pertimbangkan alasan perilaku seseorang

Biasanya, saat menghakimi orang lain, Anda tidak mengetahui alasan mengapa orang itu melakukan sesuatu yang dianggapnya aneh. Namun coba pikirkan, Anda mungkin juga melakukan hal yang dianggap orang lain aneh dan sebenarnya Anda memiliki alasan, bukan? Perluaslah pemikiran dan asumsi ini kepada orang lain. Pikirkan bahwa orang lain juga memiliki alasan mengapa mereka melakukan hal tersebut.

Misalnya saja Anda melihat seseorang mengunggah video di club sambil menari. Anda yang tidak pernah pergi ke club akan beripikir, ‘apa serunya sih clubbing?’ Padahal mungkin bagi orang itu, clubbing merupakan cara untuk melepaskan stres. Ingat, setiap orang memiliki alasan mengapa ia melakukan suatu hal.

 Berikan diri Anda sedikit rasa iba saat merasa bersalah karena menilai orang lain

Apa yang lebih buruk dari menilai seseorang? Jawabannya, menilai diri sendiri karena telah menilai orang lain. Perasaan kacau seperti ini seharusnya tidak perlu Anda alami. Cobalah untuk memberikan sedikit belas kasih kepada diri sendiri. Biasanya, yang menghakimi orang lain terlebih dulu, memiliki tujuan agar dirinya tidak bisa dihakimi. Yang perlu Anda ketahui, sifat judgemental tanpa sadar akan muncul saat Anda mulai merasa rentan dan takut.

Ingat, setiap orang melakukan yang terbaik

Saat suatu hal tidak berjalan sesuai rencana, ingatlah apa yang disarankan oleh seorang ahli terapi pernikahan dan keluarga, Sarah Epstein, “Bagaimana jika seseorang sudah melakukan usaha terbaiknya? Pemikiran seperti ini akan memunculkan perasaan yang lebih empatik dan mengurangi aura negatif pada diri Anda. Jika seseorang sudah melakukan yang terbaik dengan segala yang ia punya, Anda akan lebih sulit untuk menghakiminya. Namun, saat merasa dia tidak berusaha, maka Anda akan mulai menghakimi.”

Baca juga: Beda dengan Stalking Biasa. Ketahui Fase-Fase Hate Stalking yang Merugikan secara Emosional

PREVIOUS ARTICLE

Meski Berkhasiat, Ini 5 Hal yang Terjadi Jika Mengonsumsi Madu Berlebihan

NEXT ARTICLE

Merasa Susah Move On? Ini Alasan Anda Perlu Blokir Mantan di Media Sosial

RELATED ARTICLES

Content writer at Beauty Journal

comments