Lifestyle

Review Film: Peppermint, Aksi Balas Dendam Jennifer Garner

Sering berperan dalam film drama selama 10 tahun belakangan, di tahun 2018 ini Jennifer Garner kembali tampil dalam film aksi, yang sudah lebih dari satu dekade tak pernah ia sentuh. Masih piawaikah wanita berusia 46 tahun ini dalam memerankan sosok wanita badass yang tengah menjalankan misi balas dendam akibat kematian suami dan anaknya?

Sinopsis Film

Riley North (Jennifer Garner) harus mengalami kejadian tragis nan traumatis saat sang suami, Chris North (Jeff Hephner) dan putri semata wayangnya, Carly North (Cailey Fleming) ditembak oleh para anggota kartel di depan matanya sendiri. Bukan tanpa sebab, aksi brutal ini terjadi lantaran sang suami berencana untuk merampok bos kartel, Diego Garcia (Juan Pablo Raba). Begitu bengisnya karakter Diego hingga ia melakukan persekusi kepada seseorang yang baru berencana merampoknya.

Pasca kejadian memilukkan tersebut, kehidupan Riley pun berubah. Tak hanya kehilangan keluarga, sistem hukum pun tidak berpihak pada Riley. Seluruh pelaku penembakan tak mendapat ganjaran akibat faktor suap yang membuat ketiga pelaku dibebaskan. Belum lagi isu sang bos kartel Diego yang disebut memiliki orang dalam di tubuh kepolisian, semakin membuat kasus Riley menguap begitu saja.

Lalu kisah pun berlanjut 5 tahun setelah kejadian tersebut. Riley bukan lagi wanita yang sama seperti sebelumnya. Tubuhnya terlihat begitu fit lengkap dengan keahlian bela diri dan piawai menggunakan berbagai jenis senjata. Dan tepat 5 tahun kematian suami dan anaknya, Riley muncul untuk melakukan aksi balas dendam terhadap semua orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan keluarganya.

Kembalinya Jennifer Garden dalam Film Ber-genre Action.

Sejujurnya tak ada hal yang baru dalam film berdurasi 102 menit ini, alur cerita dan beberapa kejutan yang ditampilkan Peppermint mungkin akan mudah ditebak oleh mereka yang sudah sering menikmati film aksi sejenis. Namun kemampuan sang sutradara Pierre Morel (District 13, Taken, From Paris with Love) dalam menampilkan sosok Riley dan beberapa aksi tembak-menembaknya tetap terasa seru untuk dinikmati.

Belum lagi beberapa adegan intens yang bisa membuat ngilu ketika sang jagoan menyembuhkan luka seorang diri tanpa bantu medis. Adegan yang kerap jadi bumbu dalam film aksi. Meskipun bagi sebagian orang akan jadi adegan yang mengganggu, terkadang aksi menyembuhkan diri ini tetap perlu ditampilkan untuk membangun kesan nyata dengan menunjukkan bagaimana seorang jagoan juga bisa terluka. Tak hanya aksi balas dendam, di film ini penonton juga akan disuguhi sentuhan drama melalui tatapan Riley yang berkaca-kaca serta bagaimana sosok sang anak masih selalu tampil menemani Riley.

Meskipun ada beberapa plot hole yang saya rasakan, tapi untunglah Peppermint masih bisa dinikmati dengan nyaman. Terlebih melihat aksi Jennife Garner dalam memerankan sosok Riley North. Aktris yang lebih sering tampil di film bergenre drama ini kembali menampilkan sisi tangguhnya setelah sebelumnya pernah menampilkan aksi bela diri dalam series Alias dan film Elektra di tahun 2005 dan 2006.

Terlepas Respon Buruk para Kritikus, Film Ini Tetap Menghibur

Secara keseluruhan film Peppermint tetap tergolong menghibur dengan nilai pribadi 6.5/10. Film ini bisa menjadi pilihan sebuah tontonan yang menarik, terutama bagi Anda yang menggilai film penuh aksi tembak-menembak, baku hantam dan ledakkan. Kehadiran jagoan wanita juga menjadi nilai tersendiri, terutama di tengah maraknya kampanye feminism yang kini banyak digalakkan. Peppermint dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada minggu ke-3 bulan September 2018.

Baca juga: Review Film: ‘Skyscraper’, Aksi Dwayne Johnson Menaklukkan Gedung Pencakar Langit

PREVIOUS ARTICLE

Pomelo Fall Collection 2018: Koleksi Terbaru Pomelo yang Kaya Warna dan Motif

NEXT ARTICLE

Ternyata, Kurang Piknik Benar-Benar Memiliki Dampak Negatif Pada Kesehatan, Lho! Yuk, Kenali Nature Deficit Disorder

RELATED ARTICLES

comments