ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Editors Review

Review Film: Hotel Mumbai, Gambaran Dramatis Saat Terjadinya Serangan Teroris Brutal di India

Kejahatan terorisme menjadi isu yang cukup banyak diangkat oleh para sineas ke dalam sebuah film. Salah satunya adalah Hotel Mumbai yang dalam waktu dekat ini akan segera tayang. Film besutan sutradara Anthony Maras ini mengangkat cerita nyata dari kejadian serangan teroris di kota Mumbai, India, di tahun 2008 lalu. Saya berkesempatan untuk menghadiri press screening film ini kemarin. Satu kata yang bisa saya ucapkan saat menonton film ini; tegang! Seperti apa ulasan mengenai film Hotel Mumbai? Simak review selengkapnya di bawah ini, ya!

Sinopsis Film

review film hotel mumbai

Berlatar tahun 2008, kehidupan Arjun (Dev Patel) sebagai warga miskin India membuatnya harus berjuang mencari nafkah untuk keluarganya. Ia bekerja sebagai pegawai di hotel mewah langganan selebriti dunia, Taj Hotel, demi menghidupi putri kecilnya dan juga istri yang sedang mengandung anak ke duanya. Di hari itu, Taj Hotel juga kedatangan tamu VIP, yaitu pasangan suami istri David (Armie Hammer) dan Zahra (Nazanin Boniadi) yang membawa anaknya yang masih bayi serta pengasuhnya.

Pada hari yang sama, sekelompok teroris tiba di Mumbai dan langsung bergerak ke tempat-tempat yang telah ditentukan, seperti stasiun kereta, jalan umum, dan juga Taj Hotel yang menjadi tujuan utamanya. Mereka melakukan aksi teror dengan menembak secara brutal dan membabi buta di pusat-pusat keramaian. Tak hanya itu, mereka juga melakukan pemboman di sejumlah sudut kota Mumbai. Target mereka ternyata turis berpaspor Inggris dan Amerika sehingga mereka memilih Taj Hotel yang banyak dipilih turis sebagai tempat menginap.

Arjun beserta dengan staf hotel berusaha menjaga keselamatan para tamu yang berada di dalam restoran agar tidak menjadi korban. Menjadi salah satu yang terjebak di dalam restoran, David dan Zahra cemas dengan keselamatan anak dan pengasuhnya yang berada di kamar hotel. David pun nekat ke kamar hotel demi menyelamatkan anak dan pengasuhnya. Bagaimanakah nasib David dan anaknya? Lalu, apakah Arjun bisa menyelamatkan nyawa para tamu hotel?

Diangkat dari Kisah Nyata

review film hotel mumbai

Seluruh cerita yang diangkat dalam film Hotel Mumbai memang benar-benar terjadi. Dalam sebuah wawancara, sutradara Anthony Maras mengungkapkan bahwa dirinya mewawancarai para korban dan staf hotel yang terlibat dalam peristiwa mengerikan tersebut. Bahkan, sosok Hermant Oberoi, kepala koki di hotel tersebut juga benar-benar ada dan melakukan aksi heroik dengan memandu para pengunjung yang terjebak di dalam restoran hingga keluar hotel dengan selamat.

Tokoh Arjun yang diperankan oleh Dev Patel juga benar adanya. Namun, sebenarnya Arjun merupakan dua sosok yang sengaja dibuat Anthony Maras menjadi satu orang. Dilansir dari Refinery29, Maras mengungkapkan kalau sosok Arjun merupakan dua orang berbeda, yakni pegawai yang berinisiatif mematikan lampu restoran saat aksi teror terjadi dan pegawai yang memandu petugas kepolisian menemukan ruang CCTV sehingga bisa menyelamatkan para tamu yang bersembunyi di sebuah ruangan.

Menggugah Sisi Kemanusiaan

Seperti yang saya sebutkan di awal, menonton film berdurasi 123 menit ini membuat tegang. Sudah sejak awal, penonton diperlihatkan bagaimana para teroris yang masih berusia remaja ini dicuci otaknya oleh orang yang mereka sebut sebagai ‘saudara’. Tanpa rasa kasihan, mereka menembak orang-orang yang mereka temui di jalan. Suasana kota Mumbai saat terjadinya serangan tersebut digambarkan begitu mencekam. Hal ini membuat saya sebagai salah satu penonton ikut merasa berada di dalam situasi tersebut.

Film ini juga menyentuh hati penonton melalui beberapa adegan sederhana, seperti saat Arjun yang harus bekerja dengan sepatu kekecilan karena sepatunya tertinggal sebelah dan mendapati kakinya lecet saat bersembunyi di ruang CCTV. Tak melulu sisi korban yang diperlihatkan, sang sutradara juga sengaja menambahkan dialog antara salah seorang teroris dengan keluarganya. Dalam salah satu adegan, teroris yang masih berusia remaja itu menelepon ayahnya dan menanyakan kabar keluarganya sambil menangis menahan sakit.

review film hotel mumbai

Dari perspektif saya pribadi, film ini cukup sensitif karena pada beberapa dialog, para teroris mengatasnamakan agama untuk membenarkan tindakannya. Namun, Anthony Maras sepertinya ingin menyelipkan pesan mengenai manjurnya doa dan pertolongan Tuhan dalam situasi mengerikan seperti ini. Saat berlindung, Zahra menelepon ibunya yang mengatakan akan berdoa untuknya. Namun, Zahra mengatakan ‘Doa tidak akan bisa menyelamatkanku!’. Tapi ketika teroris akan menembaknya, Zahra justru mengucapkan doa-doa yang membuat teroris mengurungkan niatnya.

Terlepas dari isu agama yang cukup sensitif, saya rasa film ini menjadi tontonan yang wajib disaksikan jika Anda termasuk orang yang menyukai genre thriller. Dari awal sampai akhir seolah Anda tak boleh istirahat karena terus dibuat tegang dengan tiap adegan yang disuguhkan. Jika Anda tertarik untuk menyaksikannya, film ini akan segera tayang di bioskop-bioskop terdekat di kota Anda.

Baca juga: Review Film: Kembali Tayang, Pet Sematary Kini Hadir dengan Kualitas yang Lebih Apik dan Menegangkan

PREVIOUS ARTICLE

5 Drama Taiwan Legendaris yang Tak Kalah Menarik dari Cerita Drama Korea

NEXT ARTICLE

5 Hal yang Dirasakan dan Dialami oleh Anak yang Dibesarkan oleh Toxic Parent

RELATED ARTICLES

Content Editor of Beauty Journal

comments