ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Editors Review

Review Film: Alita Battle Angel, Efek Visual Memikat Meski Tanpa Pembaruan Jalan Cerita

Setelah penantian yang begitu panjang, Anda penggemar tokoh manga Alita sepertinya bisa bernapas lega. Pasalnya film Alita: Battle Angel  sudah bisa disaksikan melalui layar bioskop di seluruh Indonesia pada hari Selasa (5/2). Didukung teknologi CGI mumpuni dari tim WETA Digital serta sederet pemain peraih Oscar (Christoph Waltz, Jennifer Connelly, dan Mahershala Ali), film kolaborasi sutradara Robert Rodriguez (Sin City) serta produser James Cameron dan Jon Landau (Avatar, Titanic) ini diharapkan bisa mengalahkan ‘kutukan’ film adaptasi manga yang kerap mengalami kegagalan saat diangkat ke layar lebar oleh Hollywood. Mampukah Alita merebut perhatian penikmat film tanpa mengecewakan penggemar setia manga? Yuk, simak review film Alita: Battle Angel berikut untuk mengetahui jawabannya!

Sinopsis Film

Review film Alita Battle Angel

Alita: Battle Angel berkisah tentang Alita (Rosa Salazar) seorang cyborg yang mendapat tubuh baru berkat bantuan Dr. Dyson Ido (Christoph Waltz). Ido yang rutin mencari sisa logam berharga di area pembuangan rongsokan sisa kota Zalem, secara tak sengaja menemukan bagian kepala yang masih ‘hidup’. Bermodal tubuh cyborg yang ia miliki sebelumnya, Ido pun berhasil membangunkan sosok yang kemudian ia beri nama Alita. Namun sayang, ketika tersadar, Alita tak bisa mengingat masa lalunya.

Review film Alita Battle Angel

Alita, Hugo dan Koyomi

Memiliki kehidupan baru di Iron City, Alita berkenalan dengan Hugo (Keean Johnson), yang kemudian membantu Alita untuk menemukan kehidupan masa lalunya. Selama proses menemukan siapa dirinya, Alita akhirnya mengetahui jika ia bukan remaja biasa, melainkan seorang prajurit yang tersisa dari tragedi “The Fall” beberapa abad lalu.

Mengetahui tubuh Alita menyimpan teknologi dan kemampuan bela diri luar biasa, Vector (Mahershala Ali) sosok yang bertanggungjawab pada penjualan organ tubuh cyborg sekaligus bertugas menjaga kerahasiaan kota Zalem, memberi perintah untuk memburu sekaligus menghabisi Alita. Mampukah Alita melawan para penguasa Iron City? Anda perlu menyaksikan film ini untuk mengetahui jawabannya!

Film bermodal besar yang berhasil wujudkan mimpi James Cameron

Film Alita: Battle Angel memiliki sederet modal yang menjanjikan dan bisa membuat siapa saja menyimpan ekspektasi tinggi terutama saat melirik deretan kru dan pemain film ini. Mulai dari duo produser James Cameron dan Jon Landau, sutradara Robert Rodriguez, deretan pemain A List, hingga perusahaan Weta Digital yang berada di balik teknik CGI. Bahkan untuk soundtrack resminya, Alita: Battle Angel menggaet penyanyi kenamaan Dua Lipa dengan lagu berjudul Swan Song yang sudah ditonton 11 juta penonton Youtube sejak dirilis 7 hari lalu.

Jika membahas modal, Alita: Battle Angel memang dibuat dalam bujet luar biasa, yaitu sekitar Rp2,7 triliun. Hal ini tak lepas dari keinginan sang produser James Cameron yang bertekad untuk menyajikan film Alita: Battle Angel dalam tampilan efek CGI sedetail mungkin sekaligus menghidupkan sosok CGI selayaknya manusia nyata. Demi teknik visual yang mumpuni, Cameron bahkan rela menangguhkan film Alita: Battle Angel hingga 2 dekade, di mana sang kreator Alita, Yukito Kishiro sejatinya sudah menyetujui pembuatan versi live action sejak tahun 1999.

Sajian efek visual mumpuni hingga adegan penuh aksi yang memuaskan

Meski bukan penggemar Alita versi manga, tapi secara keseluruhan saya cukup menikmati film Alita: Battle Angel sejak durasi awal hingga film selesai. Jalan cerita yang dituturkan, mulai dari pengenalan sosok Alita, petualangannya dalam menemukan jati diri, sampai berbagai konflik yang mulai bermunculan dibuat dalam porsi yang pas. Filmya tak terburu-buru sehingga Anda akan melihat perkembangan karakter Alita, dari sosok remaja yang beradaptasi dengan dunia barunya, hingga menjadi Alita sang prajurit tangguh yang berusaha melindungi semua orang yang ia cintai.

Namun meski kisahnya masih dalam batas menghibur, saya merasa alur cerita cukup biasa, karena Anda bisa menemukannya dalam berbagai film bertema cyberpunk lain (atau mungkin saya yang berekspektasi lebih, karena nama-nama mentereng di balik layar). Selain itu kisah asmara antara Alita dan Hugo yang terasa mendominasi kisah ini juga menjadi satu kekurangan, yang membuat film ini (nyaris) menyerupai kisah roman picisan khas film YA. Hal lain yang saya sayangkan, adalah kehadiran karakter villain yang juga peraih Oscar, Mahershala Ali. Penampilan sang aktor terasa disia-siakan, dan akhirnya karakter Vector yang diperankan Ali hanya sekadar jadi tokoh antagonis dan tak memberi kesan digdaya.

review film Alita Battle Angel

Rosa Salazar sebagai Alita

Tetapi di luar kekurangan tersebut, Alita: Battle Angel menampilkan serangkaian adegan aksi yang tak pelit dan cukup menghibur. Mulai dari perkelahian sengit, hingga kejar-kejaran seru seperti yang tersaji dalam scene “motorball. Dan tentu saja Anda juga tidak bisa melewatkan tampilan visual yang dihadirkan dari sosok Alita sendiri. Ketika kamera mengambil dalam jarak super dekat, Anda akan melihat betapa detail dan halusnya efek visual Alita, hingga ke tekstur kulitnya. Bahkan setelah lama menikmati film ini saya merasa Alita adalah sosok nyata meski dengan ukuran mata yang besar.

Secara keseluruhan Alita: Battle Angel mampu menghibur dan cukup memuaskan untuk sebuah film adaptasi manga. Walau cukup disayangkan dari segi kisah, apa yang disajikan dalam film ini tidak jauh berbeda dengan jalan cerita yang dibuat Battle Angel versi anime yang terdiri dari 2 judul, yaitu Rusty Angel dan Tears Sign.

Nah, bagi Anda yang ingin menikmati film ini secara maksimal, saya menyarankan untuk menyaksikannya dalam versi IMAX 3D. Film Alita sudah tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 5 Februari 2019 dengan rating penonton usia Remaja. Anda tertarik menyaksikannya?

Baca juga: Review Film: The Mule, Kisah Penyelundup Kokain Berusia Senja dalam Menemukan Makna Hidup

PREVIOUS ARTICLE

Bersama Alika Islamadina, Brand Lokal PVRA Siap Pamerkan 'Kembang Goyang' di Ajang London Fashion Scout 2019

NEXT ARTICLE

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan Scented Candles

RELATED ARTICLES

comments