ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Inspiration

#SocioFellas: Lebih Dekat dengan Refal Hady, Aktor Tampan yang juga Seorang Family Man

Anda yang gemar mengikuti film Indonesia, pasti sudah tidak asing dengan wajah Refal Hady. Aktor muda yang memiliki nama asli Reza Fahlevi al Hady ini sempat berperan di beberapa film besar, seperti Galih dan Ratna (2017), Critical Eleven (2017), Dilan 1990 (2018), Antologi Rasa (2019), dan Dilan 1991 (2019) sebagai yang paling baru. Memiliki wajah tampan dan kemampuan akting yang mumpuni, sudah bukan rahasia lagi kalau Refal berhasil menjadi salah satu aktor pria yang digemari para wanita.

Refal Hady juga merupakan bagian dari #SocioFellas bersama empat aktor lainnya, yaitu Jefri Nichol, Randy Martin, dan Billy Davidson. Nah, saat sesi pemotretan #SocioFellas kemarin, saya berkesempatan untuk ngobrol dan berkenalan lebih dekat dengan aktor berusia 25 tahun ini. Ternyata, banyak fakta-fakta menarik tentang Refal yang sebelumnya tidak banyak diketahui khalayak, lho! Mau tahu apa saja? Yuk, simak obrolan kami!

Source: Instagram @refalhady

Di Antologi Rasa (Film terbaru) kamu berperan sebagai Ruly, sedangkan di Critical Eleven kamu menjadi Harris. Bisa dapat peran berbeda di ‘universe’ yang sama itu bagaimana ceritanya?

Awalnya, pertama kali gue dapet tawaran kerja bareng dari Kak Ika Natassa di film Critical Eleven. Namun, peran gue di sana nggak begitu banyak dan hanya sebagai adiknya Ale saja. Nah, meskipun Ale dan Harris merupakan adik-kakak, sebenarnya mereka punya dua dunia yang berbeda. Akhirnya, karena faktor kebutuhan dan perbedaan PH (production house) ‘perombakan’ karakter ini pun terjadi.

Gue tau sih, pasti susah juga bagi pembaca karena awalnya sudah dikasih imajinasi kalau Harris tuh seperti ini (di film Critical Eleven), lalu tiba-tiba dirombak jadi sosok yang baru (di film Antologi Rasa). Tapi, ya balik lagi, PH percaya gue bisa jadi Ruly karena ada sisi gue yang seperti Ruly. Sebaliknya, ada sisi Junot yang bisa digali dan ternyata Junot itu Harris banget.

Sejauh ini, apa sih tantangan yang kamu temui saat melakukan pendalaman karakter?

Tantangannya? Hmm… biasanya sih dari segi waktu. Soalnya ada banyak hal yang perlu gue dalami saat mau masuk dalam sebuah karakter. Mulai dari faktor lingkungan yang membentuk dia jadi seperti itu, knowledge-nya dia apa saja, hingga keluarganya tuh seperti apa. Yang jelas, gue selalu mendalami karakter itu dari nol, jadi gue tau semua latar belakang dari tindakan yang dia lakukan di script.

Refal Hady

Apa sih yang membuat kamu mengiyakan sebuah peran atau project?

Script, director, PH, dan yang terpenting sih karakternya. Kalau gue sudah suka sama karakternya, yang lain biasanya mengikuti. Sekalipun peran gue cuma dikit, selama karakternya gue suka sih pasti gue ambil.

Ada hal yang ditakuti saat film yang kamu perankan ditayangkan? Misalnya, takut aktingnya terlihat kurang meyakinkan?

Pastinya, sih! Apalagi dulu waktu film pertama. Ada pikiran ‘Aduh, gue nggak bisa akting!’ dan lagi gue termasuk orang yang nggak terlalu pede. Untungnyam makin ke sini, karena dukungan dari keluarga dan teman-teman dekat juga, gue akhirnya bisa menghapuskan kekhawatiran dan berusaha let go aja. Kadang memang suka ada beberapa review yang bilang akting gue kurang atau gitu-gitu aja, tapi itu kan pendapat subjektif ya. Intinya, selama review atau kritik tersebut sifatnya constructive, pasti akan gue dengerin. Beda lagi kalau review-nya dari haters hanya ingin ngata-ngatain aja, itu sih gue abaikan aja.

Di antara seluruh karakter yang pernah Refal perankan, paling punya kemiripan karakter dengan yang mana?

Kalau pas awal-awal main film sih gue ngerasa karakter gue sebenarnya mirip Galih. Namun, karena gue start digging feeling, gue jadi banyak explore, banyak terbuka, dan akhirnya gue nggak jadi orang yang seperti itu lagi. Mungkin karena rasa ingin belajar gue juga tinggi dan gue nggak mau stuck di situ aja, gue jadi lebih fleksibel dan mau jadi apapun bisa.

Refal Hady

Kalau nggak lagi di depan kamera, Refal tuh orangnya seperti apa sih? Ada nggak kira-kira satu sifat yang sekiranya akan bikin orang kaget kalau tahu Refal ternyata orangnya seperti itu?

Apa ya? Hahaha… Sebenarnya sih gue kocak orangnya, cuma memang nggak ke semua orang aja. Kadang juga gue suka bertingkah ‘bodoh’ atau membodohi diri sendiri. Tapi ya itu, nggak bisa di depan umum juga.

Jadi, kamu tergolong jaim nih?

Hahaha! Nggak jaim juga sih, biasa aja. Cuma kurang nyaman aja kalau di depan banyak orang. Tapi, kadang kalau lagi keasyikan pun gue suka lupa dan jadi bodor juga sih.

What’s your pet peeve?

Gue tuh nggak bisa berhadapan sama orang yang ngomongnya tinggi.

Ngomongnya tinggi? Intonasinya?

No no no, sombong maksudnya. Kalau ketemu orang kayak gitu, gue memilih untuk menghindar atau diam dan nggak dengerin sama sekali. Ada kan beberapa orang yang kalau ngomong suka sombong, gue suka terganggu tuh. Tapi tergantung juga nih, hahaha! Ada tipikal orang memang niat nyombong, ada juga yang sebenarnya nggak maksud untuk sombong. Nah, yang tipe pertama tuh yang gue gak bisa!

Source: Instagram @refalhady

First thing you notice in a person?

Kindness.

Kindness? Wah, memang bisa langsung kelihatan ya?

Bisa dong, bisa banget. Dari auranya, dari vibes-nya, juga sudah kelihatan.

Apa yang membuat seseorang bisa meninggalkan kesan pertama yang baik bagi Refal?

Kalau menurut gue sih just be yourself. Malah kata gue kalau lo berusaha terlihat bagus di mata orang, jadinya tetap salah juga sih. Ya, sebenarnya nggak ada salahnya kalau lo mau berusaha terlihat bagus. Tapi, menurut gue kalau lo basic-nya bukan orang yang seperti itu, nggak apa-apa untuk tetap jadi diri lo sendiri saja. Kalau misalnya ada sifat-sifat yang kurang, jadikan pembelajaran aja buat diri lo.

Siapa tiga orang yang paling berpengaruh di hidup kamu?

Orang tua dan kakak. Gue orangnya tuh family man parah. Kalau bisa dibagi nih, hidup gue tuh 50% diri gue sendiri, 50% lagi keluarga. Mungkin karena gue lahir dari keluarga yang cukup besar, gue anak ke-tujuh dari tujuh bersaudara. Jadi, memang dari awal sudah terbiasa saling mengurus aja, bahkan sampai sekarang pun masih.

Refal Hady

Pernah ngebayangin nggak dalam 15 tahun ke depan mau jadi apa? Lalu, kamu termasuk orang yang takut tua nggak, sih?

Nggak, gue nggak takut tua. Mau gimana lagi, itu pasti terjadi kan? Gue justru takut kalau gue (jadi pribadi yang gampang) puas. Kalau gue ngerasa puas, gue ngerasa cukup, akhirnya gue pasti sulit untuk belajar lagi. Jadi, itu sih ketakutan terbesar gue. Soal yang 15 tahun ke depan mau jadi apa, kalau dari yang gue lihat sih insya Allah gue akan jadi director, producer, dan punya PH sendiri juga deh biar sekalian semuanya. Hahaha.

Oh! Memang ada niat untuk ke arah sana, ya? Mau mulai dari kapan nih rencananya?

Sekarang sih fokus jadi aktor dulu. Tapi, gue juga sambil mempelajari dan memperdalam pelan-pelan. Kadang gue juga nyobain nge-direct dan belajar tentang kamera juga.

Refal Hady

Terakhir nih, important life lessons yang pernah kamu pelajari?

Hmm… yang mana ya? Banyak banget nih soalnya. Hahaha! Tapi, kalau yang paling membekas sih, nomor satukan nyokap dulu karena segala hal bakal jadi lebih mudah setelahnya. Dulu gue sempat nggak (menomor satukan ibu), tapi kayak banyak banget masalah yang gue dapat karena itu. Sampai akhirnya gue balik (menomor satukan ibu), dan segalanya jadi jauh lebih mudah. Itu sih yang bikin gue sadar dan memutuskan untuk terus melakukan itu.


Nah, itu dia tadi hasil bincang-bincang saya dengan Refal Hady. Nggak cuma Refal, Beauty Journal juga sempat berbincang dengan #SocioFellas lainnya, yaitu Jefri Nichol, Randy Martin, dan Billy Davidson! Mau tahu lebih lanjut tentang serunya tim editorial Beauty Journal saat mengulik tiga #SocioFellas lainnya? Cari tahu lebih lengkap dengan menelusuri beautyjournal.id dan Youtube channel Beauty Journal, ya!

PREVIOUS ARTICLE

Resmi Beroperasi, Uji Coba MRT Jakarta Mulai Dibuka untuk Publik Secara Gratis. Tertarik Coba?

NEXT ARTICLE

Ini 5 Alasan Mengapa Seseorang Perlu Berhenti Mengeluh di Media Sosial

RELATED ARTICLES

Content Writer at Beauty Journal

comments