ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Inspiration

#SocioFellas: Randy Martin, Sosok Laki-Laki Pintar yang juga Multitalenta

Ada yang sudah menyaksikan keseruan empat sosok laki-laki tampan saat menjadi narator sebuah video makeup tutorial? Kalau belum, coba tonton dulu! Terpilih sebagai #SocioFellas di ulang tahun Sociolla yang ke-4, Billy Davidson, Refal Hady, Jefri Nichol, dan Randy Martin diajak untuk mengenal makna dari Authentic Beauty sekaligus mengampanyekan pada para wanita untuk tampil cantik autentik dengan menggunakan produk-produk kecantikan yang asli dan terjamin kualitasnya, seperti yang disuguhkan oleh Sociolla.

sociofellas

Jika tim Editor Beauty Journal yang lain berkesempatan mewawancarai Jefri Nichol, Billy Davidson, dan Refal Hady, saya pun memiliki kesempatan untuk sedikit berbincang dengan salah satu #SocioFellas, yakni Randy Martin. Saat pertama kali tahu bahwa saya ditugaskan untuk mewawancarai aktor yang lahir pada 18 November 1998 ini, jujur, saya sedikit asing mendengar namanya. Namun, setelah browsing dan melihat sosoknya di internet, saya langsung mengenal dan merasa tidak asing lagi, Yup, wajahnya kerap wara-wiri di dunia hiburan Indonesia. Randy merupakan aktor yang memulai kariernya dalam dunia periklanan sejak kecil.

Namanya mulai dikenal masyarakat berkat eksistensinya membintangi sejumlah judul FTV. Kariernya pun semakin menanjak saat ia terjun ke perfilman Indonesia, seperti Kata Maaf Terakhir (2009), Hantu Nancy (2015), After School Horror (2017), dan Kasinem is Coming (2018). Dalam wawancara saya bersama Randy, ia mengungkapkan bahwa tahun ini dirinya akan kembali ke layar lebar dengan membintangi film garapan Rudy Soedjarwo dan Krishto Damar.

Randy Martin

Ingin tahu hal apa saja yang Randy ceritakan kepada saya? Berikut hasil wawancara saya dengan Randy, pria muda yang sangat pintar, humble, dan juga berbakat.

Hi, Randy. Kalau saya lihat, hampir semua bidang di dunia entertainment kamu kuasai di usia yang sangat muda; seperti akting, menyanyi, presenter, bikin channel Youtube sendiri sampai bisnis. Cerita dong kamu belajar semua itu dari mana? Lalu, ada bidang lain yang ingin kamu geluti lagi nggak?

Aku sih nggak pernah belajar yang bener-bener formal, karena menurutku belajar itu lebih berasa saat terjun langsung. Learning by doing, pengalaman itu guru terbaik. Seringnya aku berada di dunia entertainment, dari mulai akting, ketemu teman-teman dengan profesi yang lain, akhirnya ikutan sharing sama mereka. Untuk sekarang, yang lagi ingin digeluti itu host. Baru-baru ini memang sudah ada program yang aku handle sendiri di salah satu stasiun televisi swasta. Ini sih titik awalnya di host dan memang masih belajar banget karena nge-host tuh susah-susah gampang. Aku banyak belajar dari video dan enaknya karena tiap on air atau off air pasti ketemu bintang tamu; kayak Raffi Ahmad, Deni ‘Cagur,’ mereka kan udah pengalaman dan asik banget cara ngehost-nya, terus bisa ngelawak juga. Jadi memang lebih suka terjun langsung, nyobain ini tuh kayak gimana sih.

Sejauh ini, kamu kan sudah membintangi empat film layar lebar dan tiga di antaranya punya genre berbeda;  horor dan drama komedi. Lantas, genre apa sih yang paling menarik, challenging, dan memorable?

Sociofellas

Film yang paling memorable sebenarnya akan tayang tahun ini. Maaf ya, belum bisa disebutin judul filmnya. Hehehe. Di film ini peran aku berbeda banget, yaitu menjadi seseorang yang mengidap gangguan bipolar. Jadi, tingkah lakunya sangat aneh. Setiap kehadiran aku ada di tengah orang-orang, mereka kayak, “Ini orang ngapain sih?” Peran ini bener-bener merubah looks aku, pakai kacamata, mengubah gaya rambut, hingga melakukan beberapa observasi juga. Syuting filmnya pun di Semarang, bekerja sama dengan production house dari Jepang dan akan tayang di sana juga. Kalau nggak ada halangan, tahun ini akan tayang. Film ini berkolaborasi dengan Pak Rudy Soedjarwo dan Pak Krishto Damar. Yang nulis skenarionya juga Mba Upi. Jadi, ada banyak orang-orang hebat terlibat di dalamnya. Itu sih yang paling memorable. Aku tuh kalau main film yang dilihat lebih ke peran, bukan genre. Kebetulan mungkin karena trennya lagi horor semua, jadi semua buat (film) horor. Tapi kenapa aku ambil horor lagi, karena yang direct Rudy Soedjarwo dan Krishto Damar dan aku nggak pernah dapet peran ini sebelumnya.

Effort terbesar apa yang kamu lakukan untuk mendalami sebuah peran?

Effort terbesar kebetulan di film ini juga. Di film ini aku kaya orang gila sih, ngomong sendiri di depan kaca, liat banyak referensi film dokumenter, nonton film tentang seseorang yang punya gangguan bipolar, sampai observasi datang ke sekolah luar biasa, melihat seperti apa sih mereka. Dan, di film ini aku tidak seperti orang yang mengalami gangguan bipolar pada umumnya. Pokoknya aneh banget, deh, udah bukan kayak aku yang biasanya. Menarik!

Berkecimpung di dunia akting biasanya harus banyak referensi film. Apa film favorit kamu dan kenapa suka banget sama film itu?

Sebenarnya film favorit aku tuh banyak banget, karena memang aku hobinya nonton. Tapi, yang paling nggak bisa aku lupain adalah Prisoner, filmnya Hugh Jackman dan Jake Gyllenhaal. Film ini menceritakan tentang orang tua yang kehilangan anaknya. Aku merasa satu frekuensi dengan Jackman sebagai ayah yang putus asa banget karena anaknya hilang dan dia melakukan horrible things ke orang-orang yang padahal bukan pelakunya. Sampai nangis nontonnya walaupun belum pernah ngerasain jadi seorang ayah.

Dari sekian banyak film yang sudah ditonton, ada nggak sih peran yang ingin sekali kamu coba?

Meskipun susah di Indonesia, aku ingin memiliki peran seperti Daniel Day Lewis. Dia kan udah menang 3 Oscar, semua filmnya tuh beda-beda. Di antara peran-perannya, aku ingin mencoba peran dia di There Will be Blood, menjadi koboi. Cuma kan nggak bisa diaplikasikan di Indonesia. Tapi sih ingin dapat peran yang bisa mengubah segalanya, seperti looks-nya, cara ngomongnya, dan bahkan suaranya.

Dari berbagai pekerjaan yang sudah Randy geluti,  fans-nya makin banyak nih. Apa alasan orang ngefans sama kamu yang paling sering didengar?

randy martin

Sebenarnya aku nggak bisa menilai kenapa mereka pada nge-fans. Tapi, intinya begini, aku cinta banget sama apa yang aku lakukan sekarang. Aku ingin jadi seorang performer dan mungkin itu apa yang dirasain dengan fans aku kalau aku memang cinta dan total dalam menjalani pekerjaan saat ini.

Dukungan fans yang paling membekas untuk kamu itu seperti apa?

Macam-macam! Yang paling sering dan berkesan itu fans yang dari luar kota suka datang ke event aku yang ada di Jakarta. Mereka datang dari jauh, seperti Karawang atau Bandung. Dukungan yang mereka kasih bukan bentuk pemberian barang, tapi action yang lebih bernilai buat aku.

Kamu sudah beberapa kali beradu akting dengan Cassandra Lee yang juga pacar sendiri. Sementara kerja dan beradu akting harus profesional dan mengesampingkan urusan personal, apa sih sebenarnya kendala terbesar kalau harus kerja bareng pacar?

Kalau on set sih nggak ada masalah sama sekali, karena kita udah mengenal satu sama lain, jadi udah mengalir begitu aja. Mungkin problemnya adalah bagimana cara menjaga mood masing-masing. Karena kan dalam sebuah hubungan pasti ada yang namanya ngambek atau berantem kecil. Paling itu aja yang harus dijaga. Tapi, so far aku sama Cassie berantemnya jarang banget. Jadi syuting bareng pun jarang ada masalah.

Kalau disuruh memilih hanya satu di antara akting, menyanyi, presenter, Youtubers, dan pebisnis, mana yang akan dipilih?

Randy Martin

SOURCE INSTAGRAM @RANDY MARTIN

Hmm.. kalau cintanya sih akting. I put everything in acting. Meskipun sebenernya aku menikmati apapun yang aku lakuin. Semuanya fun. Tapi, memang yang paling cinta akting. Sebelum akting itu aku lebih dulu terjun ke iklan, ada sekitar 75-an. Dari situ baru ke sinetron, dan lanjut ke film.

“Dressing Well is a Form of Good Manners”. Di tahun 2017, kamu pernah memenangkan Insert Fashion Awards dalam kategori The Most Fashionable Couple bareng Cassandra. Kamu tipe yang nyiapin dari malam sebelumnya atau spontan yang kelihatan mata dipakai?

Randy Martin

SOURCE INSTAGRAM @RANDYMARTIN

Tergantung kebutuhan. Aku orangnya nggak mau yang fashion banget, sukanya yang simplesimple aja. Sekadar kaos dan celana jeans baggy, sama sepatu. Mungkin kalau ada acara award, pesta pernikahan, ulang tahun, baru disiapin dari jauh-jauh hari karena kan harus fitting. Kalau untuk inspirasi gaya berpakaian, aku suka sama Kanye West dan Jaden Smith. Walaupun suka sama gaya mereka, tapi aku tetap berusaha menjadi diri sendiri, karena kan belum tentu apa yang mereka pakai cocok juga di aku.

Kamu kemarin sempat menjalani campaign #ItsCoolNotToSmoke dan mengajak orang-orang untuk bergaya hidup sehat tanpa merokok. Kasih tahu dong alasan utama kamu terlibat di campaign ini? Nah, bagaimana kalau kondisinya dibalik menjadi, kamu yang berada di lingkungan orang-orang yang merokok. Kira-kira kamu akan berbuat apa?

Itu prosesnya cepat juga, tiba-tiba didaulat sebagai duta Young Health dan duta Anti Rokok oleh Kementrian Kesehatan, bersama AstraZeneca, apotek yang berbasis di Singapura. Kenapa aku terima, karena aku memang nggak merokok. Sebenarnya, aku nggak masalah dengan orang yang merokok. Lagi pula itu kan gaya hidup, bisa dibilang susah untuk dihentikan dan merupakan pilihan seseorang. Aku nggak bisa mengubah itu. Tapi setidaknya, meskipun seseorang punya gaya hidup merokok, mereka tidak mengganggu orang yang tidak merokok. Karena kasusnya, banyak penyakit tidak menular jadi angka kematian tinggi di Indonesia, jumlahnya sampai 7 juta orang dan kebanyakan korbannya balita juga ibu hamil.

Aku sih nggak ada masalah dengan perokok, cuma jangan sampai memberikan dampak yang buruk ke orang lain aja. Dan aku pun hidup di lingkungan perokok. Awalnya sih nyaman, tapi belakangan kalau kena asap rokok udah mulai agak enek. Kalau udah begini, paling ngingetin mereka, “Kurangin lah dikit-dikit,” atau “Geser dikit ngerokoknya. Kasian tuh yang kena asap.” Jadi, sebenarnya nggak ada masalah, cuma lebih mengingatkan. Selain nggak merokok, aku juga rutin olahraga, makan secukupnya, vitamin yang cukup, dan tidur yang cukup.

Kamu kan keliatan family man banget dan memang sering nge-post foto sama keluarga. Biasanya, kegiatan apa yang kamu dan keluarga lakukan untuk menikmati family time?

Randy Martin

SOURCE INSTAGRAM @RANDYMARTIN

Aku kan anak pertama dan punya dua adik. Adikku yang paling kecil itu jarak umurnya lumayan jauh, 13 tahun. Jadi kaya om sama keponakan. Dan aku memang deket banget sama mereka. Apalagi kalau aku lagi ada syuting di luar kota, itu bisa home sick banget. Aku dan keluargaku punya banyak cara untuk menikmati family time. Bisa jalan-jalan, quick gate away, atau staycation di tengah kota. Mostly sih yang penting ngumpul. Kadang juga cuma makan doang seharian.

Cassie suka ikut kalau kamu lagi family time?

Tergantung. Kadang dia ikut, kadang enggak. Untungnya, dia mengerti kalau aku ini selalu memproritaskan keluarga. Aku selalu berusaha put family first. Jadi dia pun masih mengerti. Ada waktunyan buat keluarga dan buat pacaran.

Di luar kamera, tanpa keluarga dan Cassandra, apa yang biasanya kamu lakukan buat mengisi waktu luang? Me time ala Randy seperti apa?

Nonton film dan main PS! Kalau main PS tuh bisa sampai lama kan, Cassie juga suka ngambek tuh. Hehehe. Tapi untungnya dia mengerti. Aku juga tahu waktu nggak sampai seharian main. Biasanya, sebelum tidur main sebentar.

Akting kan sudah menguras tenaga dan jadwal yang padat. Namun, bulan November 2018 lalu, kamu membuka usaha kedai ice cream, @martins_station. Kenapa menyeburkan diri ke bisnis FnB kuliner dan dari sekian banyak usaha kuliner, kenapa Randy akhirnya memilih ice cream sebagai ladang usaha? Nggak susah membagi waktu?

Ini kan langkah awal banget. Aku nggak mikir yang muluk-muluk dengan Martins Station. Jadi, masih finefine aja mengenai out come-nya. Aku berpikir ini lebih untuk mempelajari medan bisnis itu seperti apa. Kadang kan juga nggak seindah apa yang dipikirkan. Di sini lebih belajar bareng teman-temanku juga, bisa tahu bagaimana marginnya, bahan bakunya, dan lain-lain. Dan kenapa ice cream? Mungkin karena simple aja sih, rata-rata orang-orang suka sama ice cream, kita riset juga. Selain ice cream, ada thai tea juga, jadi bisa masuk ke semua kalangan. Dan, kayanya belum ada yang bikin juga, jadi ingin coba hal yang baru. Bisnis ini juga nggak mengganggu kesibukan aku yang lain karena banyak teman yang membantu. Aku lebih ke check report, jadi nggak terlalu menyita waktu.

Kalau harus pilih prioritas, mana yang utama; relationship, karier, atau keluarga?

Yang pertama, keluarga, lalu relationship, dan terakhir karier.

Sebagai generasi milennial, bagaimana kamu melihat definisi relationship masa kini dan apa sih yang kamu cari dari seorang wanita?

Di mana kita mau mengalah dan berusaha. Maksudnya, seperti cowok dan cewek kalau sayang mereka akan saling berusaha memberikan yang terbaik. Berusaha untuk mengerti, menghibur, menghargai, mengalah, menurunkan ego, bagaimana caranya berusaha untuk merangkul semuanya bersama, bukannya gue-elo, gue-elo. Intinya, saling berusaha menjadi support system yang priceless. Dan ini menurutku nggak cuma untuk pacar, tapi juga keluarga. Penting melakukan semuanya dengan total untuk keluarga dan hubungan.

Selama berpacaran dengan Cassie, ada gak perubahan positif yang dirasakan?

Dia orangnya polos dan jujur banget. Setelah bareng dia selama 3 tahun ini, aku bisa memandang kehidupan lebih luas dan menyadari bahwa dunia ini bisa jadi tempat yang lebih baik. Dia kan orangnya fun banget, jadi aku nya ikut kebawa sama karakter dia itu. Cassie juga pencinta hewan. Aku yang dulunya biasa aja ke hewan, sekarang jadi ikut merasa sayang ke hewan.

Di channel Youtube kamu banyak video traveling. Apa filosofi kamu saat traveling?

randy martin

SOURCE INSTAGRAM @RANDYMARTIN

Traveling itu selalu ada pengalaman baru di setiap kota atau negara. Apa yang aku cari dari traveling adalah hal-hal baru yang belum pernah aku rasakan di sini. Bisa melihat culture, orang, bahasa, manner yang berbeda-beda. Jadi dari situ bisa membandingkan dan banyak belajar dari hal-hal baru.

Menurut kamu, apa definisi kesuksesan?

Simple! Ketika seseorang bisa mencapai apa yang mereka inginkan, bisa mendapat nikmat dari itu, dan membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan dan kurang mampu.

Baca juga: #SocioFellas: Jefri Nichol Ternyata Punya Cita-Cita Jadi Tentara Hingga Sutradara

PREVIOUS ARTICLE

Review Film: Wonder Park, Film Animasi yang Mengajarkan Bahwa Imajinasi Itu Tidak Memiliki Batasan Usia

NEXT ARTICLE

5 Tanda yang Menunjukkan Sudah Waktunya Anda Membeli Pakaian Dalam Baru

RELATED ARTICLES

Content writer at Beauty Journal

comments