ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Inspiration

Berhasil Mendobrak Stereotipe di Dunia Modelling, Berikut 5 Plus Size Model yang Menginspirasi

It’s about time we see beauty for what it is and not what we think it should be.“

Dunia modelling selama ini identik dengan para model yang sesuai dengan “standar”, yaitu tinggi, langsing, dan tanpa cela. Namun, ada beberapa wanita yang berani mendobrak “standar” tersebut dan mendefinisikan kembali apa itu “standar” kecantikan yang sebenarnya. Para wanita inilah yang disebut sebagai plus size model. Plus size model sendiri dapat diartikan sebagai para model yang memiliki ukuran pakaian 8 ke atas (size AS dan Kanada). Para plus size model ini menginsiprasi para wanita lainnya untuk menerima tubuh sebagaimana adanya dan menunjukkan rasa percaya diri akan bentuk tubuh wanita yang sebetulnya memiliki keunikan masing-masing. Siapa saja para plus size model yang sangat inspiratif tersebut?

1. Ashley Graham

Berbicara tentang plus size model, Ashley Graham merupakan salah satu nama yang paling sering diperbincangkan. Wanita cantik berusia 31 tahun ini merupakan supermodel yang berhasil membuka jalan untuk plus size model lain untuk berani “unjuk gigi” di industri fashion dunia. Namanya mulai terkenal setelah ia berhasil menjadi plus size model pertama yang muncul di sampul majalah Sports Illustrated, sebuah majalah swimsuit terkemuka di dunia. Wajahnya juga sudah berulang kali menghiasi sampul majalah mode terkenal seperti Vogue, Cosmopolitan, dan masih banyak lagi. Ashley Graham memulai karir sebagai model pertama kali di usia 17 tahun, dan harus menghadapi banyak bullying yang ditujukan kepadanya. Hal ini tidak lain karena bentuk tubuhnya yang berbeda dibandingkan dengan model pada umumnya.

Sempat ingin menyerah dari dunia modelling pada usia 18 tahun, tetapi nasihat dari sang ibu membuatnya menjadi wanita yang kuat hingga saat ini. Jika sedang merasa kehilangan rasa percaya diri, ia akan mengikuti nasihat ibunya untuk berdiri di depan cermin dan mengatakan kalimat ini, “I love you. You are bold. You are brilliant. You are beautiful.” Hal inilah yang membuatnya terus melangkah maju dan percaya diri dengan bentuk tubuhnya, hingga ia dinobatkan sebagai salah satu model berpenghasilan tertinggi menurut majalah Forbes di tahun 2017. Kisah hidup Ashley Graham serta perjuangannya selama berkarir sebagai model ini juga bisa Anda baca melalui buku biografinya yang berjudul A New Model: What Confidence, Beauty & Power Really Look Like.

2. Iskra Lawrence

Di awal mula karirnya, Iskra Lawrence sempat merasa tidak percaya diri karena memiliki tubuh yang tidak selangsing rekan model lainnya. Bahkan, ia menderita body dysmorphic disorder, suatu gangguan mental yang membuat para penderitanya merasa malu akan kekurangan, sekecil apapun, yang ada pada tubuhnya. Hal ini pula yang membuatnya menderita eating disorder selama bertahun-tahun untuk membuat tubuhnya langsing dan mendapatkan pujian dari orang-orang sekitarnya. Namun, Iskra akhirnya sadar bahwa kecantikan seorang wanita tidak didefinisikan dari bentuk tubuhnya.

Model asal Inggris ini kini rajin mengkampanyekan body positivity di media sosialnya, agar para wanita tetap percaya diri dengan bentuk tubuhnya dan mengingatkan mereka bahwa apa yang terpampang di media sosial tidaklah nyata. Model cantik berusia 28 tahun ini juga memiliki channel Youtube berjudul everyBODYwithIskra, di mana ia memposting berbagai video motivasi untuk para wanita yang masih merasa tidak percaya diri akan bentuk tubuhnya. Berkat kegigihannya memperjuangkan body positivity ini, model yang menolak seluruh fotonya di retouch menggunakan Photoshop ini dinobatkan menjadi duta National Eating Disorder Association. Namanya juga termasuk di dalam Top 100 Most Influential Women 2016 oleh BBC.

3. Denise Bidot

Sebelum terjun di dunia fashion sebagai seorang plus size model, wanita cantik asal Puerto Riko ini awalnya ingin mewujudkan mimpinya sebagai seorang aktris. Sayangnya, dirinya harus menerima banyak penolakan saat casting. Bukan karena bakat yang ia miliki, melainkan karena ukuran tubuhnya yang terbilang tidak langsing. Merasa kecewa, akhirnya ia memutuskan untuk berada di balik layar sebagai makeup artist hingga pada akhirnya ia ditawari untuk menjadi plus size model oleh seorang fotografer yang pada saat itu sedang bekerja dengannya.

Pada tahun 2014, Denise Bidot berhasil menjadi plus size model pertama yang berjalan di panggung runway New York Fashion Week. Selama 10 tahun berkarir di dunia fashion hingga saat ini, ibu dari 1 anak ini telah berjalan di beberapa panggung runway bergengsi di Amerika Serikat dan Eropa, serta menjadi brand ambassador untuk beragam brand ternama, seperti Forever 21, Levi’s Jeans, Nordstrom, Macy’s, dan masih banyak lagi.

4. Tess Holliday

Model asal Amerika berusia 32 tahun ini pertama kali memulai karirnya sebagai plus size model di tahun 2010. Kala itu, ia berhasil membuat gebrakan di industri fashion sebagai model pertama dengan size pakaian 20 yang dikontrak secara eksklusif oleh salah satu agensi model ternama, Milk Model Management. Tess Holliday telah mengalami bullying sejak masih duduk di bangku sekolah dasar karena ukuran tubuh dan kulitnya yang putih pucat. Bahkan, ia mengalami bullying dari ayah kandungnya sendiri karena ukuran tubuhnya, tetapi hal tersebut tetap tidak menyurutkan niatnya untuk menjadi seorang model.

Pada tahun 2013, ibu dari dua orang anak ini memulai gerakan kecantikan positif #effyourbeautystandards, sebuah kampanye yang menunjukkan kepada para wanita bahwa mereka tidak harus memiliki ukuran pakaian tertentu untuk mencintai tubuh mereka dan ukuran pakaian mereka seharusnya tidak menentukan gaya fashion mereka. Kampanye ini secara aktif ia gaungkan di media sosial serta website pribadinya. Tess Holliday juga telah menulis sebuah buku terkait dengan body positivity yang berjudul The Not So Subtle Art of Being A Fat Girl: Loving The Skin You’re In.

5. Candice Huffine

Pernah meraih gelar di ajang kecantikan saat remaja, Candice Huffine kini telah berhasil membuat namanya berada di jajaran atas plus size model dan telah terjun di industri fashion selama lebih dari satu dekade. Delapan tahun pertama adalah waktu yang paling sulit di dalam karirnya, karena masih kurangnya label fashion yang bersedia merancang pakaian untuk para plus size model. Tak hanya itu, wanita cantik yang mulai terjun di dunia modelling sejak tahun 2000 ini juga sering ditolak saat casting sebagai model untuk produk kecantikan karena ukuran tubuhnya yang dianggap tidak menarik. Namun, perlahan karirnya mulai membaik dan terus menanjak seiring terbukanya industri fashion untuk para plus size model.

Pada tahun 2011, wanita cantik berusia 34 tahun ini terpilih sebagai plus size model pertama yang menghiasi sampul majalah Vogue Italia. Selanjutnya, di tahun tahun 2014 ia juga berhasil menjadi plus size model pertama yang muncul dalam kalender Pirelli, sebuah publikasi fashion prestisius yang dikenal sebagai batu loncatan karir para supermodel ternama seperti Naomi Campbell, Kate Moss, dan Cindy Crawford. Selain menjadi seorang supermodel, saat ini Candice Huffine juga rutin berlari maraton dan menginspirasi banyak wanita bahwa tubuh yang sehat dan bugar tidak hanya dimiliki oleh orang-orang yang bertubuh kurus saja.

(Sumber Foto Cover)

Baca Juga: 5 Super Model Kelas Dunia yang Merambah Bisnis ke Dunia Kecantikan

PREVIOUS ARTICLE

Tips Sukses Ala Elon Musk yang Bisa Anda Terapkan dalam Karier

NEXT ARTICLE

5 Hikmah yang Bisa Anda Ambil dari Pacaran Singkat

RELATED ARTICLES

QC Content at BeautyJournal

COMMENTS

6comments


  • Sellena Tiska1 week ago

    😍😍😍😍

  • A Nabilah1 week ago

    💜

  • Juni Tania1 week ago

    Sangat inspiratif 👍🏼

  • Ghina Shabrina Ulfa1 week ago

    sangat inspiratif banget yaa <3 tapi emang sekarang tuh nggak selalu yg langsing aja yg bisa jadi model! every one has their own beauty

  • Meita Sitohang1 week ago

    soo inspiring

  • Laili Naharika1 week ago

    waahhh ga cuma yg langsing aja ya yg bisa jadi model sekarang