ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Ini Persyaratan yang Perlu Anda Persiapkan Jika Ingin Menikah di Luar Negeri ala Pernikahan SyahReino

Pernikahan yang menjadi momen sakral bagi pasangan pengantin kerap digelar dengan acara yang unik, mewah, dan tak biasa. Beberapa pasangan pun memilih gelaran pesta pernikahan jauh dari domisilinya bahkan hingga ke luar negeri. Seperti yang baru saja heboh di Indonesia, yakni pasangan Syahrini dan Reino Barack yang melangsungkan pernikahan di Masjid Camii, Tokyo, Jepang. Sebelumnya, beberapa artis kawakan tanah air juga memilih negara luar sebagai tempat melangsungkan momen sakral tersebut seperti Maia Estianty dan Irwan Mussry yang melangsungkan pernikahan di tempat sama dengan SyahReino, Laudya Cynthia Bella dan Engku Emran di Malaysia, serta Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara yang memilih di Bhutan.

Di balik banyaknya alasan para artis untuk mengucap janji suci di luar negeri, beberapa orang atau mungkin Anda juga memiliki mimpi yang sama. Nah, dikutip dari beberapa sumber, berikut beberapa hal yang perlu Anda dan pasangan persiapkan untuk melangsungkan pernikahan impian ala SyahReino.

Persyaratan Administrasi

Jika Anda berencana untuk melakukan pernikahan di luar negeri, beberapa syarat administrasi dalam negeri pun harus dipenuhi. Beberapa syarat yang harus Anda miliki adalah:

  • Surat izin dari orang tua/wali
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  • Surat Pernyataan belum pernah menikah, dan bagi janda atau duda dapat melampirkan Surat keterangan Belum Menikah Lagi dan fotokopi Akta Cerai
  • Surat Pengantar RT/RW tempat domisili sesuai KTP
  • Surat Pengantar Lurah atau Kepala Desa termasuk form N1, N2, dan N4
  • Bagi calon pengantin muslim, disarankan ke KUA Kecamatan membawa KK dan KTP orang tua beserta foto berlatar biru dengan ukuran 4×6, 3×4 dan 2×3
  • Visa ke negara tujuan
  • Paspor
  • Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga
  • Akta lahir yang sudah diterjemahkan

Semua berkas tersebut dapat Anda bawa ke kantor kelurahan untuk diproses selanjutnya ke Kantor Urusan Agama (KUA) bagi pasangan muslim. Sementara untuk non muslim, semua persyaratan dapat diurus di kantor catatan sipil. Setelah dari KUA, Anda akan mendapatkan Surat Keterangan Numpang Nikah yang selanjutnya dapat diberikan ke kedutaan besar negara tujuan.

Memberi Laporan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI)

Sesuai pasal 37 ayat 1 UU No.12 Tahun 2006, pasangan WNI yang melangsungkan pernikahan di luar negeri wajib melapor ke KBRI atau kantor perwakilan Indonesia di negara tempat perkawinan berlangsung. Jika Anda tak melapor, aksesnya bisa jadi berujung pada masalah hukum perkawinan, lho.

Dalam pasal tersebut, disebutkan dua tugas bagi pasangan WNI yang melakukan pernikahan di luar negeri. Pertama, mencatat perkawinan pada instasi berwenang di negara tempat perkawinan berlangsung, jika tak ada lembaga tersebut maka pencatatan dilakukan perwakilan Indonesia di negara tersebut. Kedua, melaporkan perkawinan ke perwakilan Republik Indonesia di tempat tersebut.

Persyaratan Usai Menikah

Tak hanya sebelum pernikahan, Anda harus menyediakan waktu untuk mengurus kembali berkas-berkas seusai pernikahan di luar negeri. Tercantum dalam Pasal 56 ayat 2 UU Perkawinan, bukti perkawinan dari luar negeri harus didaftarkan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tempat tinggal suami istri. Dalam peraturan tersebut juga diatur bahwa pelaporan atau pendaftaran perkawinan dari luar negeri dilakukan paling lambat 30 hari sejak yang bersangkutan tiba di Indonesia. Bukti kedatangan dapat disertai dengan cap imigrasi yang ada pada paspor.

Baca juga: Ingin Memiliki Pesta Pernikahan yang Minimalis & Intim? Coba Terapkan 5 Tips Berikut Ini!

PREVIOUS ARTICLE

#SocioFellas: Billy Davidson, Aktor Berbakat yang Mungkin Pensiun Main Sinetron 10 Tahun Lagi

NEXT ARTICLE

Waspada! 5 Ciri Berikut Jadi Pertanda Anda tengah Mengalami Fenomena "Burnout Generation"

RELATED ARTICLES

comments