ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Kenali Perbedaan antara Cemas dan Panik, Serta Cara Menanganinya

Apa yang Anda rasakan saat sesuatu yang sudah direncanakan dengan matang, tidak berjalan sesuai rencana? Panik? Lalu, bagaimana dengan yang Anda rasakan saat menunggu keputusan hasil interview pekerjaan? Cemas? Cemas dan panik merupakan perasaan tidak nyaman yang menimbulkan rasa khawatir dan takut di dalam diri. Ada yang menyebutkan gejala ini sebagai anxiety attack dan ada pula yang menyebutnya sebagai panic attack. Meskipun sama-sama menimbulkan perasaan tidak tenang, namun keduanya memiliki arti yang jauh berbeda. Berikut penjelasan para ahli mengenai perbedaan antara anxiety attack dan panic attack, serta bagaimana cara mengatasinya.

Kecemasan bisa memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang

Menurut Alice Boyes, seorang penulis The Healthy Mind Toolkit, panic attack atau serangan panik merupakan istilah klinis, sedangkan anxiety atau rasa cemas, tidak. Mengalami anxiety attack dapat memiliki arti yang berbeda-beda bagi setiap individu.

Seorang associate profesor dari departemen psikiatri dan ilmu perilaku di Fakultas Kedokteran Feinberg di Universitas Northwestern, Christina Boisseau, menjelaskan, “istilah anxiety attack bisanya mengacu pada pengalaman yang lebih spesifik. Biasanya dipicu oleh sesuatu yang unik bagi setiap individu. Ketika seseorang mengatakan mereka mengalami anxiety attack, hal itu sebenarnya lebih tertuju pada kegiatan sehari-hari. Misalnya, mereka cemas dengan apa yang terjadi di sekolah, pekerjaan, atau hubungan asmara.”

“Ada penyebab stres yang dapat diidentifikasi. Dan ketika seseorang merasakan kecemasan yang tinggi, dia dapat mengalami gejala kecemasan fisik yang meningkat, seperti jantung yang berdetak cepat,” tambahnya.

Panic attack yang muncul entah dari mana

Sementara Anda bisa mengalami kecemasan dalam kehidupan sehari-hari, Bousseau mengatakan perasaan panik sering muncul tanpa alasan yang jelas. “Panic attack merupakan aliran tak terduga dari rasa takut yang intens. Ketidaknyaman yang datang biasanya diikuti oleh beberapa gejala menakutkan, seperti jantung yang berdetak cepat, pusing, kulit memerah, hingga sesak napas.”

Boyes menambahkan bahwa beberapa orang bahkan bisa menderita serangan panik noktural, di mana dia tiba-tiba terbangun dari tidur nyenyak karena merasa panik tanpa alasan yang jelas. Meskipun serangan panik dapat berlalu lebih cepat daripada rasa cemas, namun tetap dibutuhkan beberapa waktu bagi tubuh untuk melepaskan bahan kimia dan adrenalin yang terakumulasi dengan serangan panik. “Anda akan merasa tidak nyaman untuk sesaat setelah serangan panik melanda.”

Menurut buku The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ditulis oleh American Psychiatric Association, serangan panik ditandai oleh gejala sebagai berikut:

  • Jantung berdetak lebih kencang
  • Berkeringat
  • Otot gemetar
  • Napas pendek atau terasa tercekik
  • Nyeri dada yang tidak nyaman
  • Mual
  • Perasaan seperti tidak sadar
  • Badan terasa panas (hot flashes)

Jika Anda memiliki panic attack yang tidak akut, mungkin Anda memiliki panic disorder

Boisseau mengatakan, sebagian besar orang akan mengalami panic attack pada titik tertentu dalam hidup, tetapi hanya 2 hingga 3 persen dari mereka yang mengalami perkembangan gangguan ini.

Panic disorder atau gangguan kepanikan pada dasarnya adalah rasa takut akan rasa takut. Orang yang memiliki gangguan panik akan takut dengan perasaan fisik panik itu sendiri. Mereka takut ada sesuatu yang salah. Pada dasarnya, mereka khawatir tentang implikasi memiliki panic attack.”

Panic disorder ditandai dengan rasa takut mengalami panic attack. Ketakutan menunggu serangan panik terjadi mengakibatkan orang-orang menghindari tempat-tempat tertentu, seperti pesawat atau lift, di mana keadaan tersebut sudah pernah terjadi sebelumnya. Bisa dikatakan, panic attack akan muncul pada saat seseorang mengalami trauma terhadap suatu hal.

“Mereka berpikir untuk diri sendiri. ‘Saya akan mengalami serangan panik karena pernah merasakaan hal itu sebelumnya.’ Namun sikap menghindari itu pada akhirnya membuat mereka lebih cemas dalam waktu yang lama,” jelas Boisseau.

Bagaimana cara mengatasi serangan cemas dan panik?

Baik Boisseau dan Boyes menyarankan, mengikuti cognitive behavioral therapy atau CBT dengan seorang ahli kesehatan mental adalah cara efektif untuk merawat seseorang yang mengalami gangguan rasa cemas dan panik yang tinggi. CBT bertujuan untuk mengatasi masalah yang dihindari seseorang karena kecemasannya serta mengurangi rasa cemas dalam situasi tertentu seiring berjalannya waktu.

Selain itu, ada cara termudah untuk mengatasi rasa cemas, yaitu dengan berlatih pernapasan. Fokuslah pada saat menghirup napas panjang dan hembuskan secara perlahan. Lakukan hal ini selama beberapa menit saat rasa cemas dan panik datang untuk menenangkan jiwa dan pikiran Anda.

Baca juga: Selain Terapi, Berikut 5 Cara Mengatasi Social Anxiety yang Bisa Anda Lakukan

PREVIOUS ARTICLE

Merasa Susah Move On? Ini Alasan Anda Perlu Blokir Mantan di Media Sosial

NEXT ARTICLE

Mengenal Lely Sampoerno, Atlet Tembak Wanita Pertama di Asia

RELATED ARTICLES

Content writer at Beauty Journal

comments