Guide

Supaya Dapat Ditangani Dengan Cepat, Ketahui Penyakit Mental yang Dapat Menurun Secara Genetik

“Apakah penyakit mental dapat menurun? Bagaimana bila sang buah hati nanti akan mengalami hal yang serupa?“ Bagi seseorang yang pernah mengidap penyakit mental, hal ini mungkin akan menjadi salah satu kekhawatirannya. Faktor genetik memang memiliki peranan yang cukup besar dalam pembentukan penyakit mental pada seseorang. Apalagi jika ditambah dengan faktor pendukung yang berasal dari lingkungan. Nah, berikut ini adalah beberapa penyakit mental yang dapat menurun secara genetik dan penting untuk Anda ketahui.

Eating Disorder

Penyakit Mental yang Dapat Menurun Secara Genetik

Eating disorder seperti bulimia dan anoreksia seringkali dikaitkan dengan usaha seseorang untuk memiliki tubuh kurus. Keinginan ini muncul akibat adanya rasa tidak puas terhadap bentuk tubuh, pemikiran terhadap tubuh kurus yang ideal, hingga faktor lingkungan semasa kecil. Namun, ternyata kondisi ini juga dapat menurun dari keluarga. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh The Eating Recovery Center, faktor genetik memiliki peran lebih dari 50% dalam pembentukan eating disorder. Individu yang menderita kelainan ini memiliki ketidakseimbangan pada zat kimia yang bertugas mengatur rasa lapar, nafsu makan, dan pencernaan.

Baca Juga: Sering Tak Percaya Diri Karena Bertubuh Besar? 5 Influencer Plus Size Ini Wajib Anda Follow

ADHD

Penyakit Mental yang Dapat Menurun Secara Genetik

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah kelainan mental dengan beberapa sifat sekaligus, seperti tidak perhatian, hiperaktif, dan impulsif. Gejala-gejala ADHD umumnya mulai disadari pada masa awal pertumbuhan ketika seorang anak baru saja masuk sekolah. Seiring dengan berjalannya waktu, gejala dari ADHD akan berkurang. Namun, ada juga beberapa kasus ketika seseorang terus mengalami kondisi ini hingga dewasa. Ternyata, ADHD dapat menurun dalam keluarga. Sebuah penelitian yang dilakukan Russel Barkley, Ph.D. menyatakan bahwa 75-80% sifat ADD/ADHD dipengaruhi oleh faktor genetik.

Baca Juga: ADHD Pada Orang Dewasa Ternyata Dapat Menimbulkan Berbagai Masalah. Yuk, Cari Tahu Penyebab dan Gejalanya!

OCD

Penyakit Mental yang Dapat Menurun Secara Genetik

Obsessive Compulsive Disorder atau OCD juga merupakan salah satu penyakit mental yang dapat menurun. Kondisi mental ini akan diderita seseorang seumur hidupnya. Kelainan ini menyebabkan penderitanya melakukan reaksi secara berulang-ulang terhadap pikiran obsesif yang menghantuinya. Reaksi yang dilakukan pun berbeda-beda. Bisa dengan bersih-bersih, mengucapkan kata tertentu, mengecek kunci pintu, dan masih banyak lagi. Intinya, semua kegiatan tersebut dilakukan secara berulang-ulang. Belum diketahui penyebab pasti dari OCD, tetapi para ahli menyimpulkan bahwa faktor genetik, psikologis, dan faktor lingkungan memiliki peran dalam pembentukan kelainan ini. Seseorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan kelainan OCD akan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kelainan ini.

Baca Juga: Jangan Salah Kaprah! Tak Semua Penderita OCD Adalah Penggila Kebersihan, Lho!

Bipolar

Penyakit Mental yang Dapat Menurun Secara Genetik

Bipolar adalah kondisi kelainan mental yang menyebabkan penderitanya mengalami perubahan mood positif, yang disebut dengan mania, dan mood negatif, yang disebut dengan depresi. Kedua mood ini datang dan pergi secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas. Serupa dengan beberapa kondisi kelainan mental lainnya, bipolar juga belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya faktor bipolar adalah riwayat keluarga dengan kelainan mental yang serupa. Faktor genetik memiliki peranan setidaknya 80% dalam pembentukkan kelainan bipolar. Hal ini berarti masih ada faktor lainnya yang juga dapat menjadi penyebab terjadinya bipolar.

Baca Juga: Merasa Punya Kepribadian Ganda? Cari Tahu Tanda-Tanda Anda Mengalami Gangguan Bipolar

Clinical Depression

Penyakit Mental yang Dapat Menurun Secara Genetik

Clinical depression atau major depressive disorder merupakan salah satu bentuk depresi yang paling banyak diderita di seluruh dunia. Jenis depresi ini juga merupakan penyakit mental yang dapat menurun kepada anak atau saudara kandung. Jika Anda memiliki saudara yang pernah mengalami depresi, risiko Anda mengalami depresi akan meningkat lima kali lipat. Dalam penelitian yang dilakukan oleh tim ahli sains dari Inggris, ada sebuah kromosom yang ditemukan pada lebih dari 800 keluarga dengan riwayat depresi. Namun, peranan genetik terhadap terbentuknya depresi pada seseorang hanya sebesar 40%. Sisanya, yaitu 60%, lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Baca Juga: Merasa Mulai Mengalami Depresi Ringan? Pastikan 5 Hal Ini Ada Dalam Resolusi Tahun Baru Anda

PREVIOUS ARTICLE

5 Lagu Indonesia yang Menggambarkan Percintaan Anak Zaman Now

NEXT ARTICLE

Sungguh Meriah! Ini Cara Para Selebriti dari Berbagai Penjuru Dunia Merayakan Tahun Baru Imlek

RELATED ARTICLES

Content Writer at Beauty Journal

comments