ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

5 Pelajaran Finansial yang Bisa Dipetik dari Buku Legendaris Rich Dad Poor Dad

Familiar dengan judul buku Rich Dad Poor Dad? Tidak perlu heran, sebab buku karangan Robert T. Kiyosaki ini bisa disebut legendaris dan telah menjadi best seller di banyak negara. Mungkin, Anda atau orangtua Anda pun sudah memiliki buku ini di rumah. Sang penulis, Kiyosaki tumbuh dengan dua sosok ayah, ‘poor dad’–ayah kandungnya yang meninggal dengan sederet hutang dan ‘rich dad’–sosok ayah yang menjadi sosok pria terkaya di Hawaii.

Kedua ayah tersebut sukses dalam karirnya, bekerja keras sepanjang hidupnya, dan mendapatkan gaji rutin, tetapi salah satunya memiliki masalah finansial. Belajar dari pengalaman kedua ayahnya, Kiyosaki pun menuliskan pelajaran penting seputar finansial yang ia cermati dan menuangkannya ke dalam buku Rich Dad Poor Dad. Ingin tahu apa saja pelajaran inti yang ia dapatkan? Simak di bawah, ya!

1. Bukan tentang seberapa banyak uang yang Anda hasilkan, tapi seberapa banyak uang yang Anda simpan

Rich Dad Poor Dad

Yup, kebanyakan dari Anda mungkin sudah hafal di luar kepala bagaimana cara mendapatkan uang: belajar yang tekun, dapatkan pekerjaan, lalu bekerja keras dalam pekerjaan tersebut. Namun, apakah Anda sudah belajar bagaimana cara untuk mengatur uang telah Anda dapatkan? Tanpa pengaturan yang baik, berapapun uang yang Anda hasilkan hanya akan ‘numpang lewat’ saja di rekening.

Menurut Kiyosaki, kuncinya adalah dengan mempelajari perbedaan antara aset dan kewajiban (biaya cicilan, sewa rumah, dan sejenisnya yang bersifat ‘wajib’) yang Anda miliki. Setelah Anda memahami perbedaannya, langkah selanjutnya adalah memperbaiki tabungan Anda dan pastikan bahwa uang yang keluar tidak lebih banyak dari uang yang masuk.

Baca juga: Rekomendasi Buku Soal Keuangan yang Menyimpan Segudang Pelajaran Finansial

2. Yang bisa maju bukanlah mereka yang pintar, melainkan mereka yang berani

Rich Dad Poor Dad

Kiyosaki menuliskan, “dalam dunia nyata setelah menempuh pendidikan, dibutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar nilai.” Menurutnya, faktor ‘keberanian’ yang mungkin Anda kenal dengan istilah insting, feeling, atau keyakinan, adalah sesuatu yang lebih menjadi penentu masa depan seseorang dibandingkan nilai akademik. Hmm, mungkin bisa disimpulkan lebih sederhana menjadi seseorang yang sukses adalah seseorang yang berani mengambil risiko–seperti membuat keputusan besar.

3. Pemikiran adalah aset terkuat

Rich Dad Poor Dad

Orang-orang yang sukses selalu menemukan solusi kreatif untuk masalah finansial. Dengan situasi yang ada, mereka akan memperbaikinya dengan kecerdasan finansial. Jika Anda terjebak dalam situasi finansial, mungkin Anda bisa mencoba menanyakan beberapa pertanyaan dari Kiyosaki berikut pada diri Anda:

  • Jika tidak ada kesempatan atau peluang yang datang, langkah apa lagi yang bisa diambil untuk memperbaiki kondisi finansial?
  • Jika ada peluang yang datang, tetapi Anda tidak memiliki uang maupun pinjaman dari bank, apa lagi yang bisa Anda lakukan untuk meraih peluang tersebut?

Kuncinya bukanlah apa yang terjadi, namun berapa banyak solusi yang bisa Anda temukan untuk mengatasi sesuatu yang terjadi tersebut.

Baca juga: Rekomendasi 5 Buku Bacaan untuk Mengembalikan Semangat Anda sebagai Seorang Wanita

4. Fokus pada aset, bukan gaji

Rich Dad Poor Dad

Kiyosaki menyatakan bahwa perbedaan antara orang ‘biasa’ dan orang sukses adalah fokus mereka. Di mana sebagian orang mungkin masih berfokus pada gaji mingguan atau bulanan mereka, orang-orang sukses akan berfokus pada aset yang mereka miliki. Misalnya saja, saham, bisnis, hingga piutang dan properti. Dari sinilah orang-orang sukses membuat uang yang bekerja untuk mereka, bukan sebaliknya. Hmm, mungkin Anda bisa memulainya dengan berinvestasi saham atau emas, nih!

Baca juga: Beragam Jenis Investasi yang Bisa Menjadi Pilihan Para Pemilik Gaji 1 Digit

5. Menghindari kegagalan = menghindari sukses

Rich Dad Poor Dad

Berkaitan erat dengan poin kedua soal keberanian, Kiyosaki menuliskan, “kebanyakan orang tidak pernah menang karena mereka takut kalah, atau gagal.” Ia melanjutkan, “padahal, jika Anda mengamati bagaimana manusia bisa belajar, manusia akan belajar dari berbuat kesalahan. Kita belajar berjalan dengan terjatuh. Jika kita tidak pernah jatuh, kita tidak akan pernah bisa berjalan.”

Kiyosaki meyakini bahwa konsep ini juga berlaku dalam kesuksesan, di mana kegagalan pasti menjadi bagian di dalamnya. Jadi, kalau Anda pernah mengalami titik terendah dalam kondisi finansial, pastikan Anda bisa belajar dari kesalahan tersebut dan bangkit kembali, ya!

Baca juga: Rekomendasi Buku Tentang Gaya Hidup yang Bermanfaat dan Menarik untuk Dibaca

PREVIOUS ARTICLE

5 Tempat Wisata Lokal Terbaik untuk Dikunjungi di Bulan November

NEXT ARTICLE

Pengalaman Menikmati Kopi Sekaligus Cangkirnya di Joe & Dough

RELATED ARTICLES

Content Writer at BeautyJournal.

COMMENTS

6comments


  • Nita Paska20 hours ago

    love this book much!

  • Dwi O5 days ago

    😭💗

  • Lena Nurlailani1 month ago

    Belum baca😥😥😥

  • Wahyuni Wahyuni1 month ago

    😭😭😭

  • Michelle Enrica1 month ago

    This is one of the best book I've ever read. It really change my perspective on money and financial planning.

  • Hera Wati1 month ago

    buku nya sangat mengispirasi. keren . saya sudah baca