ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Lifestyle

Sebagai Lanjutan dari #MeToo Movement, #TimesUp Didapuk Menjadi Kampanye Baru yang Disuarakan dalam Golden Globes 2019

Melalui ajang penghargaan Golden Globes 2019, para selebriti dunia kembali memanfaatkan momen ini untuk menyuarakan kampanye #MeToo Movements. Jika sebelumnya pakaian serba hitam dijadikan sebagai bentuk dukungan, di momen akbar ini pin dan gelang pun mereka gunakan sebagai bentuk dukungan terhadap #MeToo Movements. Seperti yang telah diketahui, kampanye ini bertujuan untuk menghentikan kekerasan seksual pada wanita dalam dunia kerja. Untuk mengetahui lebih jauh, berikut fakta-fakta di balik gerakan #MeToo dan #TimesUp yang kembali disuarakan tahun ini!

Gerakan yang dimulai tahun 2006

Tarana Burke merupakan sosok di balik kampanye #MeToo yang sudah dimulai sejak tahun 2006. Awalnya, ia merespon pengakuan anak perempuan yang mengalami pelecehan seksual dari pacar ibunya. Kemudian, Burke berkata “You’re not alone. This happened to me too”. Kampanye ini dilakukan dengan mengajak para korban kekerasan seksual untuk speak up dan melawannya. Hashtag tersebut sekaligus menjadi sebuah bentuk gerakan pemberdayaan wanita lewat empati.

Mulai viral di media sosial

Dikutip dari indiatoday, #MeToo kemudian viral pada 15 Oktober 2017. Pada saat itu, aktris Hollywood Alyssa Milano meminta agar korban kekerasan seksual untuk berbicara. Hashtag tersebut digunakan sebagai bentuk solidaritas untuk korban kekerasan seksual. #MeToo juga menjadi viral karena muncul sejumlah dakwaan kekerasan seksual yang dilakukan produser Harvey Weinstein. Nah, setelah hashtag yang dipopulerkan Allysa tersebut viral, akhirnya muncul banyak wanita yang mulai berbagi kisah pahit mengenai pelecehan yang dialaminya.

#MeToo di Dunia Perfilman Hollywood

Melalui tweet yang viral tersebut, Rose McGowan dan beberapa wanita lain mengajukan gugatan pemerkosaan terhadap Harvey Weinstein. Termasuk di dalamnya beberapa nama selebriti papan atas,yakni Angelina Jolie dan Ashley Judd. Hal ini tentu membuat kaget beberapa pihak, terutama dalam dunia hiburan Hollywood.

Dari banyaknya pengakuan yang dibuat serta seiring adanya hashtag tersebut, sejumlah wanita pun membuat aksi Time’s Up. Gerakan ini mendorong kesetaraan dan keselamatan para pekerja di dunia entertainment. Tak tanggung-tanggung, para selebriti memperlihatkan dukungannya dengan memakai pakaian serba hitam pada Golden Globes 2018 lalu. Kini, pada Golden Globes 2019 mereka menggunakan pin Time’s Up sebagai bentuk dukungan pada gerakan ini. Menurut kabar, sejauh ini kampanye Time’s Up telah berhasil mengumpulkan dana yang diperlukan untuk memerangi pelecehan di tempat kerja.

#MeToo dan #TimesUp di Indonesia

Sementara kisah-kisah dari hashtag ini terus muncul dari orang-orang di belahan dunia barat, di Indonesia pun para penyintas mulai membuka suara tentang kekerasan seksual yang dialaminya. Kasus Agni, mahasiswi UGM yang mengalami pelecehan seksual saat KKN mulai terungkap dari tulisan yang diterbitkan oleh salah satu portal media online. Kemudian, seorang guru bernama Baiq Nuril yang merekam percakapan asusila yang dilakukan kepala sekolah terhadap dirinya juga mulai terungkap dan ramai dibicarakan.

Dari munculnya kedua kasus yang sempat viral ini, seakan membuktikan bahwa masih adanya kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia. Tak hanya dalam dunia entertainment, pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja termasuk dalam dunia pendidikan.

Baca juga: Wulan Guritno dan Ayushita Angkat Bicara Mengenai Kasus Pelecehan Seksual

PREVIOUS ARTICLE

Si Dia Tak Kunjung Membalas Pesan yang Anda Kirimkan? Bisa Jadi Anda Tengah Mengalami R-Bombing

NEXT ARTICLE

Yuk, Intip Isi Goodie Bag Golden Globes 2019 yang Kabarnya Bernilai Ratusan Juta!

RELATED ARTICLES

comments