ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Sleep Paralysis dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda mengalami kondisi seperti sudah bangun tidur, tetapi tubuh masih juga tak bisa digerakkan? Fenomena unik ini biasa disebut juga dengan sleep paralysis atau ketindihan. Berbagai mitos yang beredar di masyarakat, banyak yang mengaitkan kondisi ini dengan gangguan makhluk halus. Padahal kondisi tersebut adalah hal yang biasa dan bisa dijelaskan secara medis. Mau tahu lebih jelasnya? Yuk simak di sini.

Apa Itu Sleep Paralysis?

Sleep paralysis adalah suatu kondisi di mana Anda merasa sudah dalam keadaan sadar, tetapi tak bisa menggerakkan tubuh. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang sedang berada dalam fase antara bangun dan tidur. Dalam masa transisi ini, Anda mungkin tidak akan mampu bergerak atau berbicara selama beberapa detik hingga beberapa menit. Bahkan bagi sebagian orang sangat mungkin turut merasakan hal lain seperti tercekik atau ditekan.

Kapan Sleep Paralysis Terjadi?

Sleep paralysis biasanya terjadi selama dua waktu, yaitu ketika Anda hendak tertidur atau saat hendak bangun. Sleep paralysis yang terjadi ketika Anda hendak tertidur atau di awal fase tidur disebut juga dengan hypnagogic. Di saat akan tertidur, tubuh perlahan-lahan akan rileks dan kesadaran Anda pun berkurang. Namun jika Anda masih tersadar, biasanya Anda tidak akan mampu bergerak ataupun berbicara. Sementara itu, hypnopompic adalah sleep paralysis yang terjadi di fase akhir tidur atau ketika Anda hendak bangun tidur. Pada saat sudah benar-benar tertidur, otot-otot tubuh dinonaktifkan. Namun kalau Anda sudah tersadar sebelum fase ini selesai, Anda juga tidak mampu berbicara ataupun bergerak.

Siapa Saja yang Bisa Mengalami Sleep Paralysis?

Rata-rata 4 dari 10 orang mengalami sleep paralysis. Siapapun bisa mengalami kondisi ini meskipun faktor genetik juga bisa menjadi pemicunya. Hal-hal lain yang bisa memicu sleep paralysis antara lain adalah kurang tidur, perubahan jam tidur, tidur telentang, konsumsi obat-obatan tertentu (misalnya obat-obatan untuk ADHD), dan lain sebagainya.

Kapan Harus Merasa Khawatir?

Kalau Anda pernah mengalami sleep paralysis selama beberapa detik atau beberapa menit ketika akan tidur ataupun bangun, biasanya hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Namun bila sleep paralysis yang dialami cukup mengganggu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Misalnya saja ketika mengalami sleep paralysis membuat Anda jadi sangat khawatir, tubuh terasa lelah seharian, atau hingga merusak jam tidur.

Bagaimana Mengatasinya?

Sebagian besar orang yang mengalami sleep paralysis tak memerlukan penanganan medis khusus. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya adalah dengan meningkatkan kualitas tidur Anda, seperti memastikan tubuh mendapatkan tidur berkualitas setidaknya 6-8 jam setiap hari, mengatasi stres, mencoba posisi tidur yang baru, serta berkonsultasi dengan dokter jika kondisi ini benar-benar mengganggu.

Baca juga: Mengalami Sulit Tidur Setelah Berolahraga Intens? Bisa Jadi Anda Menderita Post Workout Insomnia

PREVIOUS ARTICLE

Yuk, Sambut Hari Kunjung Perpustakaan dengan Menyambangi Perpustakaan Nasional Indonesia

NEXT ARTICLE

Pomelo Fall Collection 2018: Koleksi Terbaru Pomelo yang Kaya Warna dan Motif

RELATED ARTICLES

COMMENTS

4comments


  • Liana Safitri Aelynztiza1 month ago

    Sering banget kayak gitu

  • Zarima Shakun1 month ago

    Good article

  • Sekar Ayu2 months ago

    👍👍

  • Karina Nofitasari2 months ago

    sering banget nih gue