Guide

Mengenal Hidden Hunger, Kondisi Kekurangan Nutrisi yang Dapat Menyebabkan Kebutaan

Pernah nggak Anda merasa tubuh lemas meskipun sudah makan dengan cukup? Itu bisa menjadi tanda bahwa Anda mengidap kondisi hidden hunger. Kondisi ini memang tidak terasa seperti lapar pada umumnya. Namun, kondisi ini sebenarnya menyerang kesehatan dan vitalitas tubuh. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Amerika Serikat, Pada tahun 2013, setidaknya 1 dari 3 orang di seluruh dunia mengalami kondisi hidden hunger. Jika dibiarkan, dampaknya cukup berbahaya. Mulai dari penurunan mental, kondisi tubuh yang mudah terserang penyakit, produktivitas yang menurun, hingga kebutaan. Yuk, kenali lebih dalam mengenai kondisi kekurangan gizi skala mikro pada tubuh, melalui artikel di bawah ini.

Penyebab Hidden Hunger

Hidden Hunger

Pada dasarnya hidden hunger disebabkan oleh kurangnya mikronutrien. Beberapa contoh mikronutrien yang penting untuk pertumbuhan sel dan metabolisme tubuh adalah zat besi, zink, yodium, dan vitamin A. Kondisi ini terjadi ketika makanan yang Anda konsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Penderitanya tidak merasa kelaparan karena asupan kalori sudah terpenuhi. Namun, nutrisi yang diperlukan tubuh tidak terpenuhi. Kondisi ini biasa terjadi pada seseorang yang mengonsumsi starchy food seperti nasi, jagung, atau tepung gandum setiap harinya. Hidden hunger memiliki banyak pengaruh buruk pada tubuh. Berikut ini adalah beberapa jenis kekurangan mikronutrien dan dampaknya terhadap tubuh.

  • Yodium: kerusakan otak pada bayi yang baru lahir, kelainan mental, gondok
  • Zat Besi: anemia, kelahiran premature, berat janin yang kurang, kekurangan energi yang kronis
  • Vitamin A: kelainan mata, kebutaan, rabun senja, meningkatkan risiko kematian
  • Zink: sistem imun yang melemah, sering mengalami infeksi, risiko bayi mengalami stunting

Meskipun kebanyakan kasus lebih sering dirasakan anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan kondisi Hidden hungger juga dirasakan orang dewasa dan ibu hamil. Bahkan jika ibu hamil mengalami kondisi ini, maka bayi yang dikandungnya pun berisiko mengalami hal yang sama.

Baca juga: Sering Merasa Pusing, Lelah, atau Lapar? Waspadai 5 Gejala Gula Darah Rendah yang Sering Terabaikan Berikut Ini!

Cara Mengatasi Hidden Hunger

Hidden Hunger

Sebelum terlambat dan menimbulkan dampak yang fatal, ada baiknya Anda mulai melakukan beberapa hal untuk mencegah hidden hunger. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegah dan mengatasi hidden hunger.

  • Diversifikasi pangan. Cara pertama untuk mengatasi kondisi ini bisa dilakukan dengan menjalankan program yang dibuat oleh pemerintah Indonesia, yaitu, diversifikasi pangan. Program ini mengajak masyarakat untuk mengonsumsi jenis makanan pokok lainnya sebagai pengganti makanan pokok yang selama ini dikonsumsi. Nah, kalau selama ini Anda selalu mengonsumsi nasi, tak ada salahnya untuk mengganti menu harian dengan jagung, ubi, kentang maupun singkong.
  • Fortifikasi. Cara kedua adalah fortifikasi yang merupakan penambahan zat gizi pada makanan, sehingga makanan mengandung zat gizi tambahan. Fortifikasi biasa dilakukan pada produk tepung terigu, garam, dan minyak goreng.
  • Suplementasi. Suplementasi adalah penambahan makanan atau zat gizi berupa vitamin dan mineral. Anda bisa mendapatkan suplemen ini dalam bentuk makan tambahan, tablet penambah darah, kapsul vitamin A, atau suplemen tabur. Cara ini juga umum dilakukan pada ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis.

Baca juga: Punya Kandungan Gizi yang Lengkap, Inilah Manfaat Mengonsumsi Buah Kurma Bagi Wanita Hamil

PREVIOUS ARTICLE

Lebih Pintar Memilih Nutrisi Yuk, Moms. Berikut ini Makanan untuk Ibu Hamil Muda Agar Anak Cerdas!

NEXT ARTICLE

4 Tips Olahraga di Rumah Menggunakan Bantal yang Efektif untuk Membentuk Otot Perut dan Bokong

RELATED ARTICLES

Content Writer at Beauty Journal

comments