ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Mengenal Narsistik, Gangguan Kepribadian yang Disebut Rentan Dialami Kaum Millennial

Selfie, vlogging, maupun blogging merupakan istilah yang kini marak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjadi istilah baru yang lumrah didengar, berbagai hal tersebut memiliki kesamaan, yaitu menghadirkan tampilan visual seseorang. Meningkatnya berbagai pilihan aplikasi dan sosial media juga secara perlahan membuat banyak orang kini lebih berani dan tidak ragu untuk tampil di depan layar. Bahkan tagar #selfie di Instagram kini sudah berada di angka lebih dari 350 juta postingan.

Perubahan gaya hidup dan meningkatnya teknologi ini perlahan juga membawa efek lain yang sayangnya tidak bisa disebut positif. Gejala gangguan kepribadian narsistik salah satunya. Meskipun gangguan kepribadian ini tergolong langka, tapi jika melihat gaya hidup saat ini, tidak menutup kemungkinan narsistik jadi salah satu ancaman yang membayangi para generasi millennial.

Yang perlu diketahui, sikap narsistik tidak bisa disamakan dengan kegemaran selfie. Kondisi narsistik jauh lebih berbahaya dan bisa membuat kehidupan pengidap dan lingkungan sekitarnya ikut terganggu. Untuk tahu lebih dalam mengenai kondisi narsistik, yuk coba simak ulasannya di artikel berikut.

Apa Itu Narsistik?

Membahas dari sisi asal mula kata narsis, istilah ini muncul dari mitos Yunani, dimana seorang pria bernama Narcissus secara tak sengaja melihat pantulan wajahnya di air dan jatuh cinta dengan dirinya sendiri. Rasa mencintai diri sendiri hingga merasa superior dan tidak mengindahkan kepentingan orang lain ini dalam istilah medis disebut narcissistic personality disorder.

Selain memiliki rasa bangga yang berlebih pada dirinya, orang yang mengidap narsistik biasanya akan merasa dirinya memiliki pencapaian yang luar biasa dan lebih baik dari orang lain, meskipun pada kenyataanya keberhasilan yang dimiliki tergolong biasa saja. Selain itu penderita narsistik juga dikenal dengan rendahnya rasa empati pada orang lain dan kerap menganggap dirinya memiliki kepentingan yang lebih tinggi di atas orang lain. Meskipun memiliki sikap percaya diri yang tinggi, di sisi lain para narsistik memiliki perasaan yang mudah tersinggung dan bisa dengan mudah membuat mereka depresi saat mendapat kritikan ringan.

Tak Hanya Mengancam Generasi Millennial

Menurut studi yang pernah dilakukan tahun 2010 di Sage journal, memang sempat ditemukan fakta jika generasi millennial rentan mengalami narsistik. Namun hal ini dibantah melalui studi terbaru yang dilakukan tahun 2017 lalu di Selandia Baru. Temuan ini menunjukkan jika narsisme yang hadir muncul bukan karena efek generasional melainkan perkembangan zaman.

Jika melihat fakta yang dihadirkan, tentunya kita bisa menarik kesimpulan jika sebenarnya kondisi narsistik bisa dialami oleh berbagai rentang usia, dan bukan hanya generasi millennial saja. Generasi X bahkan generasi Z juga bisa mengidap narsistik mengingat saat ini teknologi cenderung menghadirkan aplikasi yang menyajikan sarana bagi penggunaanya untuk mengekspresikan diri.

Ciri-Ciri Narsistik

Kini Anda jadi tahu kan. Ternyata hobi selfie saja tidak selalu jadi indikator penentu jika orang tersebut mengidap narsistik. Selain senang membanggakan diri sendiri dan tidak memiliki empati, berikut beberapa ciri narsistik yang perlu Anda ketahui:

  • Butuh Diperhatikan, Dipuji dan Diakui. Seseorang yang narsistik juga merasa bahwa merasa amat spesial dan ingin diperlakukan spesial. Mereka sering iri dengan keberhasilan orang lain dan meyakini bahwa orang lain iri terhadap mereka.
  •  Perfeksionis. Narsisme juga menjadikan orang sangat perfeksionis. Mereka beranggapan bahwa mereka harus sempurna, orang lain harus sempurna, dan segala sesuatu harus berjalan persis seperti yang telah direncanakannya. Mereka sulit untuk puas.
  • Kurang Bertanggung Jawab dan Suka Menyalahkan. Meskipun seorang narsistik selalu ingin mengendalikan, tetapi mereka tidak pernah mau bertanggung jawab jika ada masalah. Ketika sesuatu tidak berjalan seperti yang direncanakannya, dia akan menyalahkan orang lain, terutama orang yang paling dekat.

Cara Mengatasi Narsistik

Bagi pengidap narsistik, gangguan kepribadian ini bisa diatasi dengan melakukan terapi, baik dengan mengunjungi psikologis maupun terapi di rumah dengan melibatkan keluarga. Para narsistik juga bisa rutin melakukan aktivitas seperti yoga dan meditasi untuk mengurangi gangguan ini dan selalu berkomunikasi dengan keluarga dan orang terdekat. Meskipun tidak mudah dihilangkan, tetapi dengan sikap konsisten dan dukungan orang sekitar gangguan kepribadian ini dapat diatasi.

Baca juga: Mengenal Impostor Syndrome, Gangguan Mental yang Diam-Diam Mengintai Pekerja Kantoran!

PREVIOUS ARTICLE

Kembali Marak Terjadi, Berikut 5 Tips untuk Mencegah dan Menghadapi Aksi Penjambretan

NEXT ARTICLE

Berbagai Jenis Terapi Psikologis yang Perlu Anda Ketahui

RELATED ARTICLES

COMMENTS

5comments


  • Faradila Putri3 months ago

    Serem juga yaa ternyata bisa sampai tahap "sering iri dengan keberhasilan orang lain". Padahal kan setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing

  • Al Hafizhah Winof Putri3 months ago

    Ternyata faktornya perkembangan zaman

  • Ria Kusumawardani3 months ago

    nice

  • Rika Kartika3 months ago

    Follback kak

    • Ayu Kinasih3 months ago

      @rikasu123 hi, sudah ya :) thx

  • Melanie Anastasia3 months ago

    ????????????