ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Inspiration

Masih Belum Bisa Mengenal Karakter Generasi X, Y, dan Z? Ternyata Ini Lho yang Membedakannya!

Saat berada di sekolah atau kampus, Anda pastinya kerap merasa nyaman dengan lingkungan dan orang-orang di sekitar karena memiliki usia, kebiasaan, atau pemikiran yang hampir sama. Lain halnya jika Anda berada dalam ruang lingkup kerja, di mana orang dari generasi dan usia yang berbeda jauh, berkumpul. Bahkan suka atau tidak suka, Anda harus bekerjasama dan menyamakan ide dengan mereka. Perbedaan generasi ini biasanya dikenal sebagai generasi X, Y, dan Z. Ketiganya memiliki perbedaan usia yang cukup jauh, sehingga pengalaman dan latar belakangnya pun sangat berbeda satu sama lain.

Dalam sebuah survei terhadap 18 ribu profesional dan mahasiswa dari 19 negara, ditemukan bahwa perbedaan penting pada tiga generasi terdapat pada aspirasi, cara berpikir, dan nilai-nilai kehidupan yang telah dijalani. Jika dinilai dari dunia kerja, secara umum, generasi Y dan X lebih antusias tentang pelatihan dan bimbingan yang datang bersamaan dengan pekerjaan mereka daripada rasa tanggung jawab. Sedangkan, generasi Z kebalikannya, memiliki tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi dan aura pemimpin yang menarik.

Lalu, sebenarnya siapa saja sih yang tergolong dalam generasi X, Y, dan Z? Dan pemikiran apa saja yang membedakan ketiganya? Tidak perlu bingung, Anda dapat menemukan jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Generasi X

generasi x, y, dan z

Mereka yang disebut sebagai generasi X adalah yang lahir pada tahun 1966-1979 dan memasuki usia dewasa pada tahun 1988-1994. Mereka yang lahir dalam generasi ini sering disebut sebagai ‘first latchkey’ atau ‘daycare kids’ karena pada tahun 1970-an, perceraian marak terjadi, sehingga single mother meningkat dan generasi X dititipkan di tempat penitipan anak. Akibatnya, banyak generasi X memiliki kemandirian yang kuat dan mampu beradaptasi di lingkungan kerja yang kasual dan ramah.

Menurut Reader Digest, sebanyak 74% dari generasi X setuju dengan pernyataan, “Kerja keras adalah kunci untuk maju”. Mereka menilai fleksibilitas tempat kerja merupakan yang paling penting dan lebih cenderung meninggalkan pekerjaan mereka jika tidak mendapatkan fleksibilitas waktu dalam bekerja.

Generasi Y

generasi x, y, dan z

Pasti Anda sudah sering mendengar istilah anak milenial yang sering muncul, baik di media cetak, elektronik, maupun mendengarnya secara langsung. Mereka yang termasuk ke dalam milenial atau generasi Y merupakan orang-orang yang lahir pada tahun 1980-1994 dan tumbuh dewasa pada tahun 1998-2006. Generasi Y adalah anak-anak yang cerdas akan teknologi, sangat ambisius, suka dengan perubahan, multi-tasker, dan terhubung terhadap dunia luas berkat teknologi digital sejak usia muda. Kaum milenial ini jauh lebih beragam secara ras dan etnis karena pendekatan kehidupan yang dilakukan secara online. Mereka pada dasarnya lebih partisipatif dan merangkul keberagaman sehingga bisa dikatakan dapat menjadi pendukung dan pemersatu masyarakat.

Pola pikir yang kuat, membuat generasi Y memiliki motivasi untuk berwirausaha dan menciptakan jejaring sosial yang menghubungkan miliaran orang di seluruh dunia dengan membangun startup. Bukan suatu hal yang aneh bagi mereka untuk tinggal di perusahaan selama dua atau tiga tahun sebelum pindah ke posisi yang menurutnya lebih baik. Generasi milenial mendambakan pekerjaan yang sesuai minat, serta diiringi dengan kehidupan sosial yang seimbang.

Generasi Z

generasi x, y, dan z

Jika generasi Y tumbuh bersamaan dengan berkembangnya teknologi, lain halnya dengan generasi Z. Generasi Z adalah orang-orang yang lahir di saat teknologi sudah berkembang. Mereka lahir pada tahun 1995-2012 dan menginjak usia dewasa pada tahun 2013-2020. Saat ini, generasi Z sudah memasuki dunia kerja, di mana mereka mungkin ada di lingkungan kantor Anda dan menjadi anak paling muda.

Dilahirkan pada tahun 1995, gen Z merupakan generasi cerdas karena cenderung lebih mengerti dan ahli dalam dunia teknologi daripada generasi Y. Mereka tidak hanya merangkul keberagaman, namun juga berharap dan melihatnya sebagai sebuah norma yang patut diikuti oleh semua orang.

Tumbuh dalam sistem pendidikan yang berfokus pada inklusivitas, mereka dapat mendekati masalah sebagai sebuah tim dan melihat semua orang adalah sama. Generasi ini merupakan generasi yang terbiasa hidup dan selalu menyukai dunia digital, seperti menganggap YouTube dan Facebook yang lebih dari TV juga bioskop, sehingga tak jarang mereka yang tergolong generasi Z berpikir bahwa menjadi selebgram atau youtubers adalah suatu yang didambakan.

Baca juga: Melihat Standar Kesuksesan dalam Kamus Para Generasi Millenial

PREVIOUS ARTICLE

Ragam Aturan Traveling Unik di Berbagai Negara

NEXT ARTICLE

Alasan Mengapa Anda Harus Mencoba Pound Fit, Olahraga Kardio yang Seperti Bermain Drum

RELATED ARTICLES

Content writer at Beauty Journal

COMMENTS

2comments


  • Dzakia Wranggana1 month ago

    wah seruu!

  • Mandala Hendri1 month ago

    benar benar seru dan informatif