ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Anak dengan Menggambar dan Mewarnai Menurut Psikolog, Samanta Ananta

Menggambar dan mewarnai memang bukan suatu hal yang wajib digemari oleh anak-anak. Namun, dari dua aktivitas inilah, seorang anak dapat melatih otak kanannya, di mana bagian tersebut merupakan sumber dari ide dan kreativitas. Jika Anda perhatikan, jumlah anak yang menggunaan tangan kanan pastinya jauh lebih banyak dibandingkan mereka yang kidal. Akibatnya, sisi otak kiri, di mana terdapat kemampuan berpikir logis lah yang terus diasah.

Bayangkan saja, di sekolah, anak-anak sudah belajar tentang akademik, tetapi otak bagian kanan yang bekerja sebagai tempat kreativitas justru menjadi kurang diasah. Padahal penting, lho mengasah otak bagian kanan sejak dini, karena dapat meningkatkan kemampuan anak untuk memecahkan masalah. Semakin kreatif anak, maka kemampuan menyelesaikan masalahnya pun akan semakin terasah.

Samanta Ananta Foto: Beauty Journal/Dhia Priyanka

Jika Anda ingin tahu lebih dalam lagi mengenai manfaat serta cara yang tepat agar anak dapat meluangkan waktu mengasah otak kanannya, yuk simak hasil penjelasan dari seorang psikolog dari TigaGenerasi, Samanta Amanta, dalam artikel berikut ini.

Cara meningkatkan minat menggambar dan mewarnai pada anak

Minat menggambar dan mewarnai seorang anak memang tidak bisa dipaksakan. Namun, dengan cara yang tepat, Anda bisa mengajak dan menuntunnya untuk melakukan aktivitas seni, seperti yang disarankan oleh Samanta. Samanta beranggapan bahwa menggambar dan mewarnai membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sebagai permulaan agar si kecil tertartik, Anda bisa mengajaknya untuk mewarnai terlebih dahulu dengan gambar yang kecil. Mengapa gambar yang kecil? Karena anak cenderung mudah bosan, maka Anda membutuhkan sesuatu yang prosesnya terbilang cepat. Mewarnai dengan objek gambar yang kecil hanya membutuhkan waktu 5-10 menit.

Mungkin, banyak para ibu yang kebingungan untuk mencari ‘wadah’ menggambar untuk anak. Padahal, ada cara sederhana yang dapat diterapkan yaitu cukup menggunakan kertas dan spidol, anak sudah bisa berkreasi. Apalagi kegiatan ini bisa dilakukan dimana dan kapan saja. Misalnya, pada saat family gathering, dimana lebih banyak orang dewasa ketimbang anak-anaknya. Agar anak tidak merasa bosan, atau paling tidak buatlah ia merasa nyaman berada di lingkup keluarga, Anda dapat mengisi waktunya dengan kegiatan menggambar atau mewarnai.

Metode lain yang bisa Anda terapkan untuk menumbuhkan rasa ketertarikan anak pada kesiatan seni adalah menyiapkan lembaran kertas untuk menggambar pada saat pergi berlibur di pinggir pantai. Temani ia saat mewarnai dan terus berikan pujian agar ia semakin jatuh cinta terhadap seni.

Mengajak anak menggambar dan mewarnai disela-sela kegiatan

Samanta menjelaskan mengenai hasil riset dari Michigan University bahwa orang yang aktif melakukan aktivitas seni sejak kecil, cenderung lebih bisa berpikir out of the box. Nantinya pada saat dewasa, mereka cenderung berpikir secara inovatif dan menghasilkan karya baru, tetapi juga bisa diimplementasikan pada yang in the box. Hasilnya akan terlihat saat si anak beranjak dewasa, seperti saat ini saja misalnya. Sudah banyak sekali anak-anak muda yang memiliki perusahaan baru atau start up. Tidak menutup kemungkinan mereka yang sudah berani memulai bisnis, sejak kecil memang melakukan pendekatan terhadap aktivitas seni itu sendiri.

Hindari pertanyaan yang bersifat menghakimi

“Lho kok gambarnya berantakan?” atau “Kok warna gunungnya ungu?” Hindarilah pertanyaan atau pernyataan yang sifatnya mnghakimi seperti ini kepada anak. Justru sebaiknya berikan mereka pujian, seperti “Wah, kamu sekarang sudah berani ya dari sebelumnya” atau “Wah sekarang garis kamu lebih tegas.” Ucapan-ucapan tersebut bisa menstimulasi anak supaya lebih termotivasi lagi untuk lebih baik, yang pada akhirnya akan meningkatkan minat anak.

Saat minat anak akan menggambar dan mewarnai semakin tinggi, Anda hanya tinggal menyediakan alat-alat gambar yang lebih beraneka ragam, seperti spidol, crayon, atau cat akrilik. Tergantung kebutuhan media dan kemauannya. Misalnya untuk anak yang memiliki tingkat kecemasan tinggi, Anda tidak bisa memberikannya cat air, karena yang ada justru membuatnya semakin frustasi.

Banyak yang heran, kenapa sih, anak-anak selalu asyik pada saat menggambar? Salah satu hasil penelitian dari Boston Unviversity menemukan jawabannya. Hal ini disebabkan karena ketika menggambar, pikiran anak akan terditraksi oleh aktivitas menggambar itu sendiri. Di saat dia terditraksi oleh hal positif, maka mood-nya pun menjadi lebih optimis dan bahagia. Setelah menggambar, anak akan merasa rileks, hingga akhirnya mereka bisa lebih fokus lagi mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Maka itu Samanta sangat menyarankan untuk para ibu-ibu di luar sana agar membantu anak mengasah ide dan kreativitasnya dengan kegiatan menggambar dan mewarnai.

Baca juga: Yuk, Ajak Anak Traveling Sedari Kecil Agar Mereka Mendapatkan 5 Manfaat Ini

Sumber cover

PREVIOUS ARTICLE

Supaya Tidak Menjadi yang Pertama dan Terakhir, Berikut 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Traveling Bersama Pasangan

NEXT ARTICLE

Tak Hanya Menghibur, 10 Film dari Studio Animasi Pixar Berikut juga Menyimpan Pesan Moral yang Mendalam

RELATED ARTICLES

Content writer at Beauty Journal

comments