ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Inspiration

Mengasingkan Perempuan Saat Menstruasi, Kontroversi Ritual Chhaupadi di Nepal

Di tengah ramainya berbagai kalangan menggalakkan isu tentang kesetaraan gender, ternyata masih ada perlakuan tidak adil dan diskriminasi yang dirasakan oleh kaum perempuan. Salah satunya adalah ritual Chhaupadi yang ada di Nepal. Ritual yang berdasarkan keyakinan turun-temurun ini mengharuskan seorang wanita yang sedang mengalami menstruasi untuk mengasingkan diri di tempat tertentu. Sampai saat ini, ritual Chhaupadi masih terus dilakukan dan menjadi kontroversi. Sebenarnya, bagaimana seluk beluk dari ritual chhaupadi ini? Simak penjelasannya dalam artikel berikut, ya!

Ritual Chhaupadi dan Latar Belakangnya

Ritual yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang ini ternyata masih dilakukan di Nepal hingga sekarang. Saat menstruasi, perempuan harus diasingkan dari rumah dan dilarang untuk berinteraksi bahkan menyentuh orang lain. Menurut kepercayaan penduduk setempat, perempuan yang sedang menstruasi akan membawa hal buruk bagi keluarga. Sehingga mereka harus menjalani proses penyucian yang hanya bisa dilakukan dengan cara diasingkan sampai proses menstruasi selesai.

Baca Juga: Women’s March, Unjuk Rasa Jutaan Wanita yang Menuntut Persamaan Hak Antar Gender

Penderitaan yang Dialami Perempuan

 

Mengasingkan perempuan yang sedang menstruasi tentu saja merupakan tradisi yang memberi banyak efek negatif bagi para perempuan.  Saat menstruasi terkadang para wanita merasakan mood yang tidak stabil, dismenore, kram perut, nyeri pinggang, pusing, nafsu makan bertambah dan lain sebagainya. Alih-alih mendapat perhatian khusus saat menstruasi, perempuan di Nepal justru mendapatkan perlakuan tidak adil.

Selain diasingkan dari keluarga, tempat yang digunakan untuk mengasingkan umumnya memanfaatkan gudang sempit atau bahkan kandang ternak.

Kontroversi dan Tanggapan Tentang Ritual Chhaupadi

Tinggal di tempat terasing dan tidak layak huni tentu saja sangat berat untuk dijalani oleh perempuan yang sedang mengalami mentruasi. Cuaca panas maupun dingin dan tempat yang sangat kotor tentu saja akan berdampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik. Banyak perempuan diperkosa, terkena penyakit, hipotermia dan pendarahan yang parah saat berada di tempat pengasingan. Bahkan tidak sedikit perempuan yang mengalami kematian karena ritual ini.

Semakin banyaknya perempuan yang menjadi korban, membuat ritual chhaupadi banyak mendapat kecaman dan himbauan dari berbagai pihak. Banyak pihak sangat menyayangkan bahwa di masa emansipasi wanita seperti sekarang, masih ada tradisi sedemikian rupa. Salah satunya adalah PBB. Penyuluhan dan seminar diselenggarakan demi memberikan pengetahuan yang benar tentang siklus menstruasi pada perempuan. Banyaknya kecaman terhadap ritual chhaupadi yang mendiskriminasi perempuan, membuat kesadaran masyarakat makin terbuka dan mulai meninggalkan ritual ini, meskipu belum semua masyarakat mematuhinya.

Baca Juga: Hati-Hati Mengemukakan Pendapat, 5 Public Figure Ini Pernah Mendapat “Kecaman” Karena Cuitannya di Media Sosial

Sumber Foto Cover

PREVIOUS ARTICLE

Tren Gaya Hidup Sehat Ala Millennial, Mana yang Sudah Pernah Anda Coba?

NEXT ARTICLE

Memiliki Rekan Kerja yang Sedang Sakit? Ini 5 Hal yang Perlu Dilakukan Agar Anda Tidak Ikut 'Tumbang'

RELATED ARTICLES

COMMENTS

2comments


  • Elik Alviani5 months ago

    waduh

  • Qiqi Nur Indah Sari5 months ago

    Wah, nice info nih!