ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Hendak Mengganti Gula dengan Madu Sebagai Pemanis? Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya Terlebih Dahulu, Yuk!

Antara gula dan madu, mana yang lebih sering Anda gunakan sebagai pemanis? Kalau membahas soal pemanis, banyak orang yang beranggapan kalau gula itu jahat dan madu adalah alternatif yang lebih menyehatkan. Apakah Anda termasuk salah satunya? Perlu diketahui, madu dan gula sama-sama memiliki dampak buruk pada tubuh bila digunakan secara berlebihan. Nah, jika Anda hendak beralih dari gula ke madu, cari tahu kelebihan dan kekurangannya terlebih dahulu, yuk!

Kelebihan Madu sebagai Pemanis

madu

Jika dibandingkan dengan gula, berikut ini adalah beberapa kelebihan madu sebagai pemanis:

  • Lebih bernutrisi: Berbeda dengan gula, madu dilengkapi dengan kandungan protein, vitamin, dan mineral. Beberapa kandungan nutrisi yang terdapat pada madu antara lain kalsium, copper, potassium, zinc, anti-oksidan, dan masih banyak lagi.
  • Memiliki manfaat lebih bagi kesehatan: Berkat kandungan nutrisi yang cukup tinggi, madu memberikan manfaat lebih bagi kesehatan tubuh kita. Di antaranya adalah memperbaiki kesehatan pencernaan, memperkuat stamina tubuh, dan melawan inflamasi yang berkaitan dengan obesitas.
  • Rasa lebih manis: Madu memiliki kandungan fruktosa lebih tinggi dibandingkan dengan glukosa. Nah, fruktosa memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan glukosa. Dengan kondisi ini Anda bisa menggunakan madu dalam jumlah yang lebih sedikit, tanpa harus kehilangan rasa manisnya.

Kekurangan Madu sebagai Pemanis

madu

Meskipun memiliki banyak kelebihan, penggunaan madu sebagai pemanis juga memiliki kekurangan, lho! Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Kalori cukup tinggi: Jika dibandingkan dengan gula, madu memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi. Satu sendok makan gula memiliki 49 kalori, sedangkan satu sendok makan madu memiliki 64 kalori.
  • Tetap berpotensi meningkatkan risiko penyakit gula: Alami tidak berarti lebih aman. Bila digunakan secara berlebihan, madu juga dapat meningkatkan risiko penyakit yang berhubungan dengan gula seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
  • Tidak cocok untuk bayi bawah satu tahun: Meskipun memiliki manfaat untuk kesehatan, Anda sebaiknya tidak memberikan madu pada bayi berusia di bawah satu tahun. Madu berisiko mengandung bakteri yang dapat menyebabkan penyakit botulism. Penyakit ini tergolong jarang terjadi, tetapi mampu mengancam nyawa bayi.

Kesimpulan

madu

Madu, gula, atau jenis pemanis apapun, sama-sama berisiko membahayakan tubuh jika digunakan secara berlebihan. Maka itu, penting bagi kita untuk memerhatikan jumlah pemanis yang kita konsumsi setiap harinya. Namun, jika melihat manfaat dan kandungan baik yang lebih banyak ditemukan pada madu, tak ada salahnya lho untuk beralih ke madu, asal tidak berlebihan, ya!

Baca juga: Wajib Tahu, Camilan Sehat Ini Berpotensi Memiliki Kadar Gula yang Tinggi

PREVIOUS ARTICLE

Deretan Film Romansa di Netflix yang Menarik Ditonton Jika Berencana Menghabiskan Hari Valentine di Rumah

NEXT ARTICLE

Fakta Menarik tentang Kortisol, Hormon dalam Tubuh yang Muncul Saat Stres

RELATED ARTICLES

Content Writer at Beauty Journal

comments