ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Inspiration

Ini Dia Kelebihan dan Kekurangan dari Menikah di Usia Muda yang Perlu Anda Ketahui

Pernikahan adalah suatu hal yang sakral di dalam kehidupan manusia. Tentu saja, sebelum memutuskan untuk menikah, ada banyak pertimbangan yang perlu dipikirkan oleh para pasangan. Di jaman modern seperti sekarang ini, tak sedikit yang memutuskan untuk menikah di usia yang terbilang masih cukup muda, di usia awal 20-an bahkan sebelum usia 20 tahun. Terkadang, menikah di usia muda seringkali dianggap belum matang baik secara mental maupun psikologis. Namun, tidak sedikit juga orang tua yang menginginkan bahkan menjodohkan anaknya agar dapat menikah sedini mungkin. Sebetulnya apa saja kelebihan dan kekurangan dari menikah di usia muda? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Kelebihan Menikah di Usia Muda

1. Kondisi Fisik yang Ideal Bagi Seorang Wanita untuk Memiliki Anak

Bagi seorang wanita, usia di bawah 30 tahun merupakan waktu yang paling ideal untuk memiliki anak. Hal ini dikarenakan setelah melewati usia 30 tahun, disebutkan sel telur yang dihasilkan sudah tidak secemerlang jika Anda berusia di awal 20-an. Karena itulah, dengan kondisi kesehatan yang masih prima, wanita berusia di bawah 30 tahun secara fisik lebih siap untuk mengalami kehamilan dan lebih aman saat melahirkan sehingga kesehatan si wanita dan bayinya lebih terjamin.

2. Kesenjangan Usia yang Tidak Terlalu Besar Antara Orang Tua dan Anak

Hal yang satu ini seringkali dijadikan alasan utama seseorang untuk menikah di usia muda. Seringkali, mereka menginginkan kesenjangan usia yang tidak terlalu besar di antara anak dan orang tua. Hal ini memungkinkan Anda sebagai orang tua untuk mengikuti tumbuh kembang anak secara intens sejak kecil dan bisa menemani mereka hingga di hari-hari tua Anda. Selain itu, masalah pendidikan anak-anak juga menjadi alasan yang mendasari ini. Ada beberapa pasangan yang sudah mulai mempertimbangkan masa depan pendidikan anak-anak mereka nantinya dengan menghitung usia pensiun dalam rangka menabung biaya pendidikan anak-anak.

3. Saling Mengoreksi Diri Menuju Pribadi yang Lebih Dewasa

Jika Anda dan pasangan memutuskan untuk menikah di usia muda, maka baik Anda dan pasangan sama-sama memiliki kesempatan untuk mengoreksi diri satu sama lain menuju pribadi yang lebih matang dan dewasa. Tidak ada rumah tangga tanpa adanya bumbu-bumbu konflik, hal tersebut merupakan tantangan bagi Anda dan pasangan untuk belajar bertanggung jawab. Jika konflik dapat dikelola dengan baik dalam usia muda, tentu saja hal tersebut bisa menjadi nilai plus agar fondasi pernikahan Anda berdua semakin kuat kedepannya.

Baca Juga: Catat! Ini Plus Minus Tabungan Bersama untuk Pasangan Menikah

Kekurangan dari Menikah di Usia Muda

Menikah di Usia Muda

1. Kondisi Mental dan Psikologis  yang Masih Belum Matang

Memasuki usia 20 tahun, itulah saat transisi dimana seseorang mulai belajar bertanggung jawab atas dirinya sendiri terlepas dari campur tangan orang tua. Saat Anda memutuskan untuk menikah muda, Anda tidak hanya belajar untuk bertanggung jawab pada diri Anda sendiri, tetapi juga bertanggung jawab pada diri pasangan Anda. Padahal, di usia ini terkadang cara berpikir seseorang masih belum matang dan belum bisa memahami apa tujuan hidup yang sebenarnya. Seringkali, baik pria dan wanita, terjebak di dalam situasi ini dan saat mereka memutuskan untuk menikah muda, jalan pikiran mereka masih belum matang sehingga ada kemungkinan rumah tangga tidak berjalan dengan stabil.

2. Waktu untuk Mengeksplorasi Diri Menjadi Terbatas

Usia 20 tahun adalah usia dimana biasanya seseorang mulai mengeksplorasi diri serta menambah pengalaman di tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Bagi para wanita yang memutuskan untuk menikah muda, mereka rela mengorbankan masa mudanya untuk mengurus keluarga dan membesarkan anak-anaknya. Sementara itu, wanita lain yang berusia sama masih bisa bersenang-senang bergaul dengan teman-teman yang sebaya.

3. Sulit Menyesuaikan dengan Kehidupan Setelah Menikah

Jika tidak dilandasi rasa cinta yang betul-betul mantap dan keyakinan yang kuat, pasangan yang menikah muda rentan akan perselingkuhan dan perceraian. Setelah menikah, biasanya Anda dapat mengenali karakter pasangan yang sesungguhnya. Seringkali perubahan tersebut tidak sesuai dengan karakter yang Anda lihat saat masih berpacaran, begitu manis dan sempurna. Jika Anda dan pasangan tidak dapat mengakomodasi perubahan, hal tersebut malah dapat membuat depresi dan tidak bahagia akan pernikahan Anda.

Baca Juga: Semakin Banyak Pasangan Yang Memilih Untuk Tak Punya Anak, Apa Plus Minusnya?

Terlepas dari berbagai poin di atas, usia saat menikah atau jarak usia antara pasangan tidak menentukan pernikahan yang bahagia. Pernikahan yang bahagia ditentukan oleh sikap saling mendukung dan mau menerima kekurangan satu sama lain. Apakah pro kontra di atas membuat Anda lebih yakin untuk menikah di usia muda? Atau masih betah dengan kesendirian saat ini dan ingin mengeksplorasi diri lebih jauh? Tulis komentarmu di kolom komentar di bawah, ya! 🙂

PREVIOUS ARTICLE

Deretan Theme Song World Cup Favorit Sepanjang Masa, Mana yang Paling Anda Ingat?

NEXT ARTICLE

Pro dan Kontra Menaruh Tanaman di Dalam Kamar Tidur

RELATED ARTICLES

QC Content at BeautyJournal

COMMENTS

11comments


  • Annisa Mahmudawati2 months ago

    good

  • Ririn Wulandari2 months ago

    👍🏻

  • Siti Nafatul Marwah3 months ago

    gils

  • Bella Imanuela3 months ago

    Thx

  • Oktaria Meguspa3 months ago

    Aku termasuk yang mau nikah di umur 20an

  • Riane Suciaty3 months ago

    hmm

  • Uus Uswatun Hasanah4 months ago

    harus dipikirin mateng2 si

  • Hasna Nabila4 months ago

    penting nih

  • Margaretha P4 months ago

    intinyaa jangan nikah tnpa bwrpikir panjang

  • gita gunanti4 months ago

    ????????

  • Desy Chrisdiana4 months ago

    ????