ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Inspiration

5 Rekomendasi Film Hollywood yang Berhasil Mengangkat Tema Gangguan Mental Secara Realistis

Mental disorder atau gangguan mental seringkali digambarkan sebagai penyakit mental ‘berbahaya’ yang dialami oleh segelintir orang. Tidak jarang beberapa orang dengan gangguan mental kerap diasingkan oleh masyarakat dan dianggap tidak waras. Padahal, kenyataannya tidak sesempit itu.

Menanggapi hal ini, Hollywood, sebagai pusat perfilman dunia, sudah beberapa kali memproduksi film yang menyoroti seputar gangguan mental yang umum ditemukan di dalam masyarakat. Di antara beberapa film tersebut, saya menemukan 5 film mengenai gangguan mental yang menunjukkan kisah hidup beberapa penderitanya dengan cara yang realistis dan memanusiakan. Selain menghibur, tentunya film-film ini penuh dengan kisah-kisah inspiratif serta edukatif seputar gangguan mental yang sayang untuk Anda lewatkan.

1. A Beautiful Mind (2001)

Film ini menyoroti tentang kehidupan John Forbes Nash, Jr. (Russel Crow), seorang sarjana matematika sekaligus peraih medali Nobel di bidang Ekonomi yang hidup dengan skizofrenia. Skizofrenia adalah gangguan mental yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, serta perubahan perilaku. Kondisi ini membuat para penderitanya mengalami kesulitan untuk membedakan antara kenyataan dengan pikiran mereka sendiri. ‘A Beautiful Mind‘ disutradarai oleh Ron Howard yang dengan ‘indah’ menggambarkan berbagai tantangan yang harus dihadapi John sepanjang hidupnya, termasuk halusinasi dan delusi yang mengubah karirnya serta mempengaruhi hidupnya. Atas kepiawaian Ron dalam menggambarkan alur cerita mengenai perjuangan penderita skizofrenia, film ini berhasil merebut 4 piala Oscars pada tahun 2002.

2. Black Swan (2010)

Black Swan adalah film horor psikologis yang menceritakan tentang usaha Nina Sayers (Natalie Portman) untuk mencapai kesempurnaan artistik sebagai balerina dalam pertunjukan balet berjudul “Swan Lake.” Tekanan untuk meraih kesempurnaan perlahan memengaruhi kesehatan mental Nina, dan membuat dirinya mengalami gangguan mental yang disebut sebagai psikosis. Psikosis adalah istilah medis untuk keadaan mental yang terganggu oleh delusi dan halusinasi. Delusi sendiri dapat diartikan sebagai kesalahpahaman atau pandangan yang tidak benar terhadap suatu hal.

Selain penggambaran kisah yang menarik, film ini juga menampilkan akting para pemain yang terlihat menjiwai. Bahkan berkat akting memukaunya, pada tahun 2011, Natalie Portman berhasil meraih piala Oscars untuk kategori Best Actress.

Baca Juga: Raih posisi Pertama Box Office Amerika, Ini 5 Fakta Menarik Film “A Quiet Place” yang Perlu Anda Ketahui

3. Silver’s Lining Playbook (2012)

Diadaptasi dari novel yang berjudul sama, ‘Silver’s Lining Playbook’ mengisahkan tentang Pat Solatano (Bradley Cooper), seorang penderita bipolar, yang dipaksa untuk tinggal kembali bersama orangtuanya setelah sebelumnya tinggal di rumah sakit khusus yang menangani pasien dengan gangguan mental. Penyakit bipolar yang dialami oleh Pat menyebabkan ia harus kehilangan istri serta pekerjaannya, dan ia bertekad untuk merebut hati istrinya kembali. Di tengah usahanya tersebut, ia bertemu dengan Tiffany Maxwell (Jennifer Lawrence), seorang janda yang juga mengalami masalah kesehatan mental yang tidak terlalu digambarkan secara spesifik di dalam film ini.

Film yang disutradarai oleh David O. Russell ini mewakili gambaran para penderita bipolar tentang keseharian mereka di masyarakat, serta menyajikan ketidakstabilan emosi yang dialami oleh para penderita bipolar dengan cara yang realistis dan juga memukau. Jennifer Lawrence pun berhasil merebut piala Oscars untuk kategori Best Actress atas perannya di film ini pada tahun 2013 lalu.

4. Perks of Being a Wallflower (2012)

Perks of Being a Wallflower’ berkisah tentang seorang pemuda yang canggung secara sosial bernama Charlie (Logan Lerman). Ia baru saja keluar dari fasilitas kesehatan mental dan berjuang untuk menyesuaikan diri di sekolah menengah. Selama film berlangsung, penonton secara perlahan akan ikut larut dengan alur cerita yang dramatis, dalam menggambarkan perjalanan hidup Charlie. Selain itu film ini juga menceritakan tentang pelecehan seksual yang dialami Charlie di masa kecil, hingga membuatnya menderita PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder.

PTSD merupakan kondisi mental dimana para penderitanya mengalami serangan panik yang dipicu oleh kejadian traumatis yang dialami di masa lalu. Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama ini memberikan gambaran yang menarik mengenai cara menangani gangguan mental yang diakibatkan oleh pelecehan seksual di masa kanak-kanak, yang tentunya menjadi kejadian yang sangat traumatis bagi para penderitanya. Selain kisah yang menarik, film yang disutradarai oleh Stephen Chbosky ini juga berhasil meraih beberapa penghargaan, seperti Hollywood Film Festival di tahun 2012 dan People’s Choice Award di tahun 2013.

Baca Juga: 5 Film Karya Anak Bangsa yang Bisa Membuat Anda Makin Cinta Tanah Air

5. Split (2016)

Film horor psikologis yang disutradarai oleh sutradara kenamaan, M. Night Shyamalan ini, mengisahkan tentang seorang pria bernama Kevin Wendell Crumb (James McAvoy) dengan 23 kepribadian berbeda yang menculik dan memenjarakan tiga gadis remaja di sebuah fasilitas bawah tanah yang terisolasi. Di antara ke-23 kepribadiannya tersebut, terdapat satu kepribadian yang sangat gelap dan menjadikannya seorang sosiopat sekaligus kanibal yang tak kenal ampun serta terus menerus memiliki rasa nafsu yang besar akan daging manusia. Kondisi Kevin yang memiliki 23 kepribadian ini bisa dikategorikan sebagai gangguan mental yang disebut DID atau Dissociative Identity Disorder. Dalam Bahasa Indonesia, DID seringkali diartikan sebagai kepribadian ganda. DID merupakan gangguan mental dimana para penderitanya melakukan coping mechanism, yaitu kondisi dimana seseorang menggunakan cara tersebut untuk melepaskan diri dari tekanan serta kejadian traumatis.

Serupa dengan keempat film sebelumnya ‘Split’ juga berhasil membawa pulang 9 penghargaan melalui berbagai ajang film, seperti CinEuphoria Awards, Fright Meter Awards dan Hawaii Film Critics Society dengan kategori serupa yaitu Best Actors. Hmm, sepertinya James McAvoy benar-benar berhasil mendalami karakter ini, ya?

Sumber Cover

Baca Juga: Wow, 5 Film Ini Sudah Berusia 10 Tahun Sejak Masa Tayangnya, lho! Mulai Merasa Tua?

PREVIOUS ARTICLE

Yuk, Rutin Lakukan Meditasi! Ini Beberapa Manfaat yang Bisa Anda Rasakan

NEXT ARTICLE

Berbagai Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mendesain Kamar untuk Mendapatkan Tidur Berkualitas

RELATED ARTICLES

QC Content at BeautyJournal

COMMENTS

4comments


  • Ambar Sari1 month ago

    Semua ku sudah nonton. Recommend perks of being wallflowers♥️♥️♥️♥️

  • Desti Sandita2 months ago

    Jadi pengen nonton

  • Ananda Fitriyani2 months ago

    Nice!

  • Grisselda Nihardja2 months ago

    Split seru banget! Kagum sama acting-nya James McAvoy.