ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Mengenal Dehumanisasi, Kemampuan Tidak Memanusiakan Manusia yang Perlu Diwaspadai

Setiap manusia memiliki keunikan serta kelebihan masing-masing. Meskipun demikian, pada hakikatnya manusia juga memiliki derajat yang sama satu dengan yang lainnya. Kita hidup tidak sendiri, kita hidup di negara yang besar, dan di dunia yang luas. Saat bertemu dengan orang atau golongan yang berbeda dari kita adalah hal yang sangat wajar.  Namun sayangnya, hingga saat ini banyak peristiwa yang justru menggambarkan ketidakadilan yang didasarkan pada perbedaan yang dalam konteks ini tidak perlu dipersoalkan. Banyaknya peristiwa yang membuat seseorang atau golongan menjadi tertindas atas perlakuan orang lain adalah sebuah bukti dehumanisasi. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan dehumanisasi? Simak penjelasannya berikut ini, ya.

Apa yang Dimaksud dengan Dehumanisasi?

Dehumanisasi

Menurunnya nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan adalah ciri-ciri dehumanisasi. Menurut KBBI, dehumanisasi berarti penghilangan harkat manusia. Dehuminisasi adalah kemampuan untuk tidak memanusiakan manusia. Saat seseorang sudah “lupa” dengan moral, nilai-nilai kebaikan, dan tak lagi memiliki toleransi, akan berujung pada tindakan yang merendahkan manusia lain tanpa ada rasa peduli, simpati, atau empati sedikitpun. 

Sayangnya, banyak hal yang berkaitan dengan dehumanisasi hingga saat ini seringkali dibenarkan atas dasar kepentingan dan kebenaran yang diyakini pihak tertentu saja. Bukan hanya itu, banyak sekali tindakan dehumanisasi yang dianggap lumrah dan sudah biasa. Padahal bisa saja tindakan tersebut merugikan bagi orang lain, secara fisik, mental, maupun materi.

Penyebab Terjadinya Dehumanisasi

Dehumanisasi

Pada dasarnya, manusia memiliki insting untuk lebih awas jika ada sesuatu atau seseorang yang berbeda dari pola hidup yang ia jalani. Ini adalah pemicu awal yang jika setiap menghadapi perbedaan tidak ditelaah dan dicerna dengan baik, bisa menimbulkan perilaku tidak manusiawi tersebut. Dehumanisasi juga terlihat pada orang narsistik dan antisosial. Orang-orang yang memiliki sifat atau gangguan kepribadian ini akan menganggap dirinya lebih baik daripada orang lain sehingga seringkali tidak bisa menghormati dan menghargai orang lain di sekitarnya. 

Hal lain yang menyebabkan dehumanisasi lainnya adalah pengalaman, diskriminasi maupun kekerasan yang dialami di masa lalu. Orang yang menerima perlakuan tidak manusiawi pada masa kecil akan cenderung melakukan hal tidak manusiawi yang sama, atau bisa lebih parah, pada orang lain saat ia sudah dewasa. Selain itu, mereka juga akan cenderung menjadi orang yang tertutup dan sulit bergaul dengan orang disekitar karena trauma yang dirasakan di masa lalu.

Baca Juga: Mengenal Narsistik, Gangguan Kepribadian yang Disebut Rentan Dialami Kaum Millennial

Dehumanisasi yang Terjadi dalam Kehidupan

Dehumanisasi

Pada hakikatnya setiap manusia adalah makhluk yang memiliki kebebasan dan derajat yang sama satu antara satu dengan yang lainnya dalam kehidupan bermasyarakat. Namun terjadinya dehumanisasi membuat orang lain merasa bahwa dirinya memiliki hak dan derajat lebih tinggi dari orang lain, kemudian berujung melakukan diskriminasi. Keyakinan, ras, profesi, bisa jadi “lahan empuk” munculnya dehumanisasi. Hal tersebut tentu saja tidak dibenarkan karena diskriminasi dapat berlanjut dan mengakibatkan terjadinya penindasan.

Dehumanisasi bukan hanya dalam bentuk diskriminasi terhadap orang lain, tetapi juga bisa terjadi ketika seseorang mulai tidak bisa menghargai diri sendiri. Orang-orang yang mengalaminya biasanya akan terjebak dengan berbagai hal yang merugikan diri sendiri.

Kontribusi Kita untuk Mengurangi Dehumanisasi

Dehumanisasi

Dehumanisasi telah terjadi di berbagai daerah, negara, dan bahkan ada yang menjadi sebuah sejarah kelam. Namun, bukan berarti kita tak bisa melakukan apa-apa. Manusia dikarunia akal budi, dan memiliki kemampuan untuk berkreasi serta mengembangkan diri. Setiap orang memiliki kelebihan serta keunikan masing-masing yang tentu saja harus dihargai dan dihormati. Walaupun setiap orang memiliki hak asasi dan kebebasan masing-masing, tentu saja setiap hal yang dilakukan harus didasarkan pada sikap menghargai dan mengormati keputusan dan keyakinan orang lain. 

Perlu diingat juga, dehumanisasi yang biasanya terlihat dalam bentuk perkataan maupun kekerasan fisik tidak bisa dilawan dan diatasi dengan kekerasan juga. Kita harus melawannya dengan membuktikan bahwa sebagai manusia kita mampu mengontrol tindakan, perkataan, dan bisa memilah mana yang baik dan buruk. Melalui ranah pendidikan, menyebarkan pengaruh dan menjadi contoh positif untuk orang-orang di sekitar Anda adalah beberapa komitmen yang bisa dilakukan. Hal paling simpel yang juga bisa Anda coba adalah untuk tidak menyebarkan konten (foto maupun video) yang berpotensi menimbulkan dehumanisasi di media sosial. Hindari juga sebutan yang mengkotak-kotakkan golongan tertentu untuk menekan dehumanisasi ini. Perubahan besar bisa dimulai dengan hal-hal kecil. Demikian pula kebaikan di lingkungan sekitar kita yang bisa dimulai dengan perubahan pada diri kita sendiri.

Baca Juga: Cara Bijak Menggunakan Media Sosial Pasca Serangan Teror

PREVIOUS ARTICLE

Berbagai Penyebab Kanker Paru-Paru yang Perlu Diwaspadai oleh Perokok Pasif

NEXT ARTICLE

Tetap Eksis di Usia 50 Tahun, Berikut Rekomendasi Film Box Office yang Dibintangi oleh Hugh Jackman

RELATED ARTICLES

COMMENTS

4comments


  • Regita Ardia5 days ago

    :(

  • Naufal Nabila1 week ago

    😭

  • Fianisa Tiara1 week ago

    wah bagus banget nih artikelnya

  • Melisa Josephine1 week ago

    :(