Guide

5 Langkah Mudah Menentukan Prioritas Keuangan Anda

Pengelolaan keuangan yang baik memang selalu menjadi dambaan setiap orang. Jika pemasukan dan pengeluaran tidak seimbang, tentu saja akan menyulitkan kehidupan Anda bahkan dapat membuat masalah keuangan yang tidak ada habisnya, seperti terlilit hutang yang semakin mencekik. Untuk mengatasinya, diperlukan perencanaan yang matang serta memberlakukan skala prioritas di dalamnya. Hal ini tentunya dapat memudahkan Anda untuk mengelola keuangan dengan bijak dan tepat. Nah, jika Anda masih memiliki kesulitan menentukan prioritas dalam perencanaan keuangan, berikut 5 cara dalam mengatur prioritas keuangan yang dapat Anda praktekkan sesegera mungkin.

1. Membuat Daftar Kebutuhan Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Prioritas Keuangan

Membuat perencanaan keuangan tidak bisa terlepas dari memenuhi berbagai kebutuhan yang ada di dalam hidup. Kebutuhan ini bisa macam-macam jenisnya, mulai dari kebutuhan primer, sekunder, juga tersier. Agar lebih memudahkan Anda dalam membuat skala prioritas untuk diterapkan dalam rencana keuangan, langkah awal yang dapat dilakukan adalah membuat daftar kebutuhan. Daftar kebutuhan ini mungkin tidak bisa diselesaikan hanya dalam sekali waktu mengingat kebutuhan bisa bertambah atau berkurang seiring dengan berjalannya waktu.

Dalam membuat daftar kebutuhan, sebaiknya  Anda turut memasukkan kebutuhan jangka pendek dan kebutuhan jangka panjang yang kira-kira akan diperlukan dalam 1-2 tahun ke depan secara detail dan teliti. Jika Anda sudah berkeluarga, pastikan untuk melibatkan anggota keluarga Anda dalam membuat daftar kebutuhan ini agar tidak ada kebutuhan yang terlewatkan.

Baca Juga: Catat! Ini Plus Minus Tabungan Bersama untuk Pasangan Menikah

2. Tempatkan Kebutuhan Primer di Daftar Paling Atas

Prioritas Keuangan

Saat membuat daftar kebutuhan, mungkin Anda masih mencampur adukkan seluruh kebutuhan yang terlintas di benak Anda, mulai dari kebutuhan yang paling penting sampai kebutuhan yang paling biasa saja. Nah, langkah selanjutnya Anda dapat mulai menyortir dari sekian kebutuhan tersebut mana kebutuhan yang penting atau primer, lalu diikuti dengan kebutuhan sekunder dan tersier. Setelah itu, Anda dapat meletakkan kebutuhan primer Anda di bagian paling atas. Pertimbangan lainnya yaitu Anda dapat meletakkan kebutuhan yang paling memerlukan biaya cukup besar di paling atas. Sebagai contoh, pembayaran sewa rumah jika belum memiliki rumah sendiri, asuransi kesehatan, dan biaya pendidikan anak. Dengan melakukan hal ini, Anda akan selalu mengingat prioritas kebutuhan Anda dan ke mana dana Anda seharusnya disalurkan.

3. Dahulukan Kebutuhan yang Melibatkan Banyak Orang

Prioritas Keuangan

Selesai menempatkan beberapa kebutuhan di daftar bagian atas, mungkin Anda akan menemukan beberapa kebutuhan yang kelihatannya sama pentingnya. Jika Anda sudah berkeluarga dan hal ini tampak membingungkan, cara menyiasatinya yaitu dengan prioritaskan kebutuhan yang melibatkan lebih banyak orang.

Sebagai contoh, Anda dapat mendahulukan untuk membayar asuransi kesehatan keluarga untuk persiapan dana darurat apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Selain itu, apabila belum memiliki rumah sendiri maka kebutuhan sewa rumah dapat Anda tempatkan pula di dalam daftar yang paling atas. Jika kebutuhan ini terbengkalai, tentunya Anda bisa mendapatkan kesulitan dalam mempertahankan hunian yang nyaman untuk seluruh anggota keluarga.

Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Tanpa Sadar Membuat Anda Boros dan Sulit Mengatur Keuangan

4. Pastikan Anda Memiliki Tabungan untuk Hari Tua

Prioritas Keuangan

Setelah memiliki daftar kebutuhan yang sudah sesuai dengan skala prioritas, tentunya akan menjadi lebih mudah lagi bagi Anda untuk mengetahui kemana seharusnya dana dialirkan. Agar ideal, Anda dapat membuat persentase alokasi untuk dana Anda. Misalnya, Anda dapat mengalokasikan maksimal 50% untuk kebutuhan primer, 30% untuk kebutuhan sekunder serta tersier, dan sisanya untuk tabungan termasuk tabungan untuk hari tua.

Sesuaikan anggaran untuk tabungan hari tua ini sejak awal. Jika Anda selalu menyisihkan dari pendapatan, maka jumlah alokasi dana untuk tabungan hari tua akan berbeda-beda tiap bulannya. Agar memudahkan, Anda dapat memilih deposito berjangka atau investasi sebagai tabungan di hari tua. Jika belum memungkinkan untuk berinvestasi dalam jumlah besar, Anda dapat menyicil dari hal yang kecil terlebih dahulu seperti investasi dalam bentuk tabungan emas dengan cara kredit.

Baca juga: Jangan Ditunda Lagi, Ini 5 Keuntungan Berinvestasi Logam Mulia

5. Jangan Lupa Mengalokasikan Dana untuk Membayar Hutang

Prioritas Keuangan

Saat Anda sudah menentukan pos-pos pengeluaran yang tepat untuk dana Anda, jangan melupakan prioritas untuk membayar hutang yang dimiliki. Jika terbebas dari hutang, tentunya merealisasikan perencanaan keuangan termasuk daftar kebutuhan akan menjadi lebih mudah untuk dilakukan.

Pengelolaan pembayaran hutang yang tepat dapat membantu Anda untuk lebih mudah dalam mewujudkan prioritas dalam pengaturan keuangan. Jika Anda memiliki kartu kredit, prioritaskan pula sebagian dari dana Anda untuk membayar tunggakan kartu kredit atau malah menutup kartu kredit agar Anda terbebas dari bunga yang mencekik dan keuangan Anda bisa menjadi jauh lebih ‘sehat’.

Baca Juga: Memiliki Profesi Sebagai Pekerja Freelance? Ini Tips Mengatur Keuangan Agar Tabungan Tak Terkuras Habis

PREVIOUS ARTICLE

Tanpa Sadar, Kebiasaan Sehari-hari Berikut Dapat Memperburuk Kesehatan Jantung Anda!

NEXT ARTICLE

Orang Tua Tidak Menyukai Pasangan Anda? Jangan Putus Asa, Ikuti Langkah Bijak Berikut untuk Menghadapinya

RELATED ARTICLES

COMMENTS

1comment


  • Yusnita Renata5 hours ago

    Ini penting bgt, thanksss