Guide

Jangan Terus Diikuti, 5 Mitos Keuangan Ini Sudah Ketinggalan Jaman

Belajar mengelola keuangan pribadi itu memang tidak gampang, ya? Dengan begitu banyak saran dan mitos keuangan yang beredar, tak heran kalau banyak yang jadi bingung dan akhirnya salah melangkah atau malah tidak melakukan apapun.

Supaya Anda tak ikutan salah mengambil langkah, cek dulu beberapa mitos keuangan yang sebaiknya diabaikan karena sudah kedaluwarsa alias ketinggalan jaman, ini.

1. Hanya Orang Kaya yang Bisa Berinvestasi

Siapa nih, yang selalu ragu berinvestasi karena baru bisa menyisihkan sedikit dana setiap bulannya? Jangan lagi percaya dengan mitos keuangan yang mengatakan kalau butuh uang sangat banyak untuk berinvestasi, karena menurut perencana keuangan Aidil Akbar, sekarang siapapun sudah bisa berinvestasi hanya dengan menyediakan dana Rp. 100.000/bulan.

2. Kartu Kredit itu Jahat

Penggunaan kartu kredit yang tidak sehat memang bisa membuat hutang jadi menumpuk dan bikin aliran keuangan Anda macet di masa depan, tapi jangan begitu saja percaya dengan mitos keuangan yang mengatakan kalau kartu kredit itu jahat.

Bila digunakan dengan benar dan dibayar tepat waktu, kartu kredit sebenarnya bisa jadi alat bantu finansial yang luar biasa bermanfaat. Selain bisa membantu Anda mencicil barang tanpa bunga, laporan kredit yang baik juga akan mempermudah Anda mendapatkan persetujuan Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), maupun pinjaman modal UKM dari bank.

3. Lebih Baik Baik Beli Rumah daripada Kontrak

Jangan dulu berkecil hati kalau sudah memasuki usia 30an tapi belum bisa membeli rumah, karena para pakar keuangan sepakat mengatakan kalau mengontrak rumah atau kost juga bisa memberikan banyak manfaat saat usia Anda masih muda, lho.

Selain tidak harus membayar pajak, bunga cicilan, atau ongkos perawatan rumah, Anda juga jadi tidak perlu merasa bingung saat harus pindah kota karena mutasi kerja atau pindah perusahaan. Yang terpenting, biaya sewa atau biaya cicilan rumah tidak lebih dari 30% pendapatan Anda.

4. Bayar Dulu Hutang yang Lebih Besar

Menurut mitos keuangan yang beredar, Anda harus memprioritaskan untuk membayar hutang yang lebih besar supaya keuangan semakin lancar di masa depan. Tapi penelitian dari Harvard Business Review ternyata mengatakan sebaliknya, lho.

Menurut penelitian tersebut, langkah yang paling cerdas bukanlah membayar hutang yang paling besar, tapi justru melunasi hutang dengan tingkat bunga yang paling tinggi, lalu kemudian hutang yang lebih kecil. Selain akan mencegah bertambahnya hutang, melunasi hutang kecil akan membuat Anda terus termotivasi untuk membebaskan diri dari semua hutang yang tersisa.

5. Sudah Terlambat untuk Mencapai Goal Finansial di Usia 30-an

Investasi, asuransi, dan dana pensiun memang sebaiknya disiapkan sejak dini untuk menjamin kelancaran finansial Anda di masa depan. Jangan dulu putus asa kalau Anda sudah berusia 30-an atau 40-an tapi baru mau memulai perjalanan mencapai goal finansial.

Faktanya, masih ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengejar ketertinggalan, seperti:

  • Meningkatkan besaran investasi dan dana pensiun setiap bulan
  • Melunasi semua hutang
  • Pindah ke rumah yang lebih kecil
  • Mulai disiplin berolahraga dan menjalankan gaya hidup sehat, untuk secara signifikan mengurangi pengeluaran medis di masa pensiun.

Nasihat finansial yang dulu berlaku belum tentu cocok untuk diterapkan pada kondisi keuangan saat ini, jadi perbanyak referensi dan jangan asal percaya dengan mitos keuangan yang beradar, ya!

Baca juga: Menggunakan Jasa Financial Planner Untuk Mengatur Keuangan, Perlukah?

PREVIOUS ARTICLE

5 Masalah dalam Hubungan yang Kerap Dialami Para Generasi Millenial

NEXT ARTICLE

Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ketika Stres Melanda

RELATED ARTICLES

comments