ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Hidup Lebih Seimbang dengan Gaya Hidup Lagom Ala Masyarakat Swedia

Dari berbagai belahan dunia, hadir pula berbagai jenis gaya hidup yang berbeda-beda. Mungkin Anda sempat membaca tentang gaya hidup Hygge, Frugal, atau Sedentari sebelumnya. Namun, pernahkah Anda mendengar tentang gaya hidup Lagom yang berasal dari Swedia? Memiliki nama yang terdengar unik, sebenarnya definisi Lagom mungkin sudah sangat dekat dengan Anda atau bahkan sering Anda praktikkan.

Lagom adalah filosofi Swedia dalam hidup yang memiliki arti “Cukup”, atau bisa juga diterjemahkan menjadi “Tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit”.  Filosofi hidup ini mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari apa yang Anda makan, apa yang Anda kenakan, bagaimana Anda bekerja, dan masih banyak lagi. Mneurut Anna Brones, penulis buku ‘Live Lagom: Balanced Living the Swedish Way‘, Lagom dapat menjadi kunci hidup yang lebih seimbang. Nah, berikut 5 poin gaya hidup Lagom yang dapat Anda ikuti!

1. Merampingkan isi lemari Anda

Gaya hidup lagom

Sejalan dengan metode Konmari, dalam filosofi Lagom, salah satu esensi yang diterapkan oleh masyarakat Swedia adalah dengan merampingkan isi lemari mereka. Anda dapat memulainya dengan memisahkan dan mengeluarkan pakaian-pakaian lama Anda yang sudah tidak pernah lagi dikenakan. Anda dapat menggantikannya dengan jumlah kecil pakaian baru yang benar-benar Anda sukai saja. Dengan merampingkan isi lemari, maka Anda tidak akan lagi memiliki terlalu banyak maupun terlalu sedikit pakaian, kan?

Baca juga: Besar Pasak Daripada Tiang, Nih. Berikut 5 Kondisi yang Menunjukkan kalau Gaya Hidup Anda Sudah Terlalu Tinggi

2. Menyeimbangkan kerja dan kehidupan

Gaya hidup lagom

Jika sebagian negara menganggap semakin lama Anda bekerja dalam sehari maka Anda adalah karyawan yang sangat berdedikasi atau bekerja keras, lain halnya dengan negara Swedia. Menurut sudut pandang Swedia, bekerja lebih dari jam kerja dianggap tidak efisien, bahkan bisa dibilang Anda pasti tidak bekerja dengan benar jika Anda harus bekerja melewati jam kerja yang sudah ditentukan.

Nah, Anda pun bisa memasukkan gaya hidup Lagom ke dalam kehidupan karir. Misalnya dengan memaksimalkan jam kerja Anda dan mengurangi kebiasaan untuk lembur, atau menjadwalkan hari di mana Anda dapat beristirahat, bersantai, atau me-time sehingga Anda memiliki keseimbangan antara karir dan kehidupan. Jika Anda merasa sudah terlalu banyak bekerja, tidak ada salahnya untuk mengambil cuti juga, lho!

3. Jadi pendengar yang baik

Gaya hidup lagom

Salah satu kebiasaan orang Swedia dalam lingkup komunikasi adalah bagiamana mereka sangat jarang memotong atau menginterupsi omongan orang lain. Bahkan, jeda atau kesunyian dalam percakapan yang biasanya disebut sebagai ‘awkward silence‘ dianggap lazim oleh orang Swedia, lho! Alih-alih mengisi kekosongan dengan menimpali obrolan, orang Swedia cenderung mengisinya dengan menjadi pendengar yang baik. Cukup berlawanan ya dengan kultur di Indonesia yang cenderung berbicara tanpa jeda dan seolah tidak ada habisnya? Hmm, sepertinya poin yang satu ini dapat Anda praktikkan dengan mudah, nih!

Baca juga: Mengikuti Gaya Hidup Millennial, Boleh-Boleh Saja. Namun, Perhatikan juga Aturan Soal Keuangannya

4. Buat jeda

Gaya hidup lagom

Swedia memiliki satu kultur yang juga sejalan dengan filosofi Lagom, yaitu fika paus. Kalau diterjemahkan, fika paus ini memiliki arti coffee break, tapi tentunya berbeda dengan coffee break di sela-sela rapat, ya! Fika paus dapat berupa sesi meetup kecil-kecilkan dengan teman lama Anda, rekan kerja, maupun sahabat Anda semasa sekolah. Namun, fika paus juga bisa berupa situasi formal, di mana Anda mempersiapkan sesi coffee break ini dari jauh-jauh hari. Formal maupun informal, inti dari fika paus adalah memberikan jeda di sela-sela aktivitas Anda yang padat.

5. Menyebarkan kebahagiaan

Gaya hidup lagom

Sejalan dengan filosifi Lago, yang namanya kebahagiaan tidak selalu harus melibatkan hal-hal yang besar. Terkadang, perilaku sederhana sehari-hari dapat memberikan makna dan kebahagiaan yang tidak kalah besar. Dilansir dari Health, saat anak keduanya lahir, sahabat Niki Brantmark yang merupakan orang Swedia datang ke rumahnya dan meninggalkan makanan tanpa mampir terlebih dahulu, agar tidak mengganggu ketenangan Niki. Simpel tapi berarti sekali, ya!

Anda pun bisa menyebarkan kebahagiaan dengan cara sederhana versi Anda sendiri, lho! Misalnya menuliskan catatan terima kasih untuk supir ojek online yang Anda gunakan, memberikan pujian pada teman maupun orang yang baru Anda temui, atau membawa cadangan payung dan memberikannya pada teman saat turun hujan.

Baca juga: Tertarik Menjalani Gaya Hidup Zero-Waste? Ini Beragam Langkah Sederhana yang Bisa Anda Lakukan

PREVIOUS ARTICLE

Penayangan Perdana Viu Original Series: ‘Halustik’, Hasil Kolaborasi 3 Sutradara Ternama Indonesia

NEXT ARTICLE

Review Film: The Predator, Sajikan Perburuan yang Brutal Namun Tetap Menghibur

RELATED ARTICLES

Content Writer at BeautyJournal.

COMMENTS

3comments


  • Ulfah Nadiah Husna1 month ago

    Menarik untuk dicoba👌🏼

  • Eva Elissa2 months ago

    baru tau...

  • Deci Siti Nurhalimah2 months ago

    lagom? menarik juga yaaa