ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Berbagai Fakta Tentang Konsumsi Gula yang Patut Anda Waspadai

Begitu banyaknya kreasi makanan yang bermunculan saat ini secara tidak langsung membuat kegiatan berwisata kuliner jadi salah satu aktivitas yang banyak dilakoni masyarakat, khususnya generasi millennial. Selain memenuhi rasa ingin tahu, tampilan berbagai makanan di akun media sosial yang begitu menggoda juga menjadi salah satu alasan yang membuat setiap orang ingin mencicipi makanan tersebut. Namun, kalau Anda kurang jeli, dan hanya mementingkan rasa, bukan tidak mungkin kadar gula tinggi akan muncul tanpa disadari. Jika tidak diimbangi dengan makanan dan gaya hidup sehat, konsumsi gula berlebih ini bisa mengakibatkan obesitas dan masalah kesehatan di kemudian hari, seperti penyakit pada fungsi hati atau diabetes. Untuk mencegah hal tersebut, yuk ketahui fakta tentang konsumsi gula tinggi yang membahayakan, berikut ini.

No Sugar Added” tidak berarti makanan tersebut bebas gula 100 persen

Mengurangi gula dengan memilih camilan atau minuman dengan label “no sugar added” tentu bisa membuat siapa saja bisa merasa sedikit tenang. Eits, tapi jangan salah paham dulu, karena hal ini tidak berarti makanan atau minuman tersebut bebas dari pemanis. Bisa saja makanan tersebut tidak ditambahi gula, karena memang sudah memiliki gula alami di dalamnya yang mungkin berasal dari buah atau madu.

Pemanis alami tidak lebih sehat dari pemanis buatan

Benarkah mengganti gula dan pemanis buatan dengan pemanis alami seperti madu atau sirup maple dapat meringankan risiko kesehatan akibat konsumsi gula berlebih? Belum tentu. Meski sirup maple punya kandungan anti-oksidan dan madu menyimpan manfaat kesehatan, gula tetaplah gula. Terlebih jika Anda mengonsumsi pengganti gula dengan takaran berlebih. Seperti terlalu banyak mengonsumsi madu yang bisa memberi efek meningkatkan kadar gula darah, sembelit, hingga masalah pada gigi.

Kelebihan konsumsi gula memiliki keterkaitan dengan penyakit Alzheimer

Dari penelitian yang dilakukan oleh University of Bath di Inggris, ditemukan keterkaitan konsumsi gula berlebih dengan penyakit Alzheimer. Tingginya kadar gula dalam darah memang bisa memicu penyakit diabetes dan obesitas, namun glukosa ternyata juga bisa merusak protein dalam sel yang membentuk enzim khusus yang mengatur imunitas tubuh terhadap insulin. Ketika enzim ini mulai rusak, potensi pertumbuhan untuk Alzheimer juga ikut meningkat.

Konsumsi gula berlebih bisa lebih berbahaya dari konsumsi garam untuk urusan hipertensi

Dikutip dari penelitian pada Journal of the American Society of Nephrology pada tahun 2010, konsumsi gula berlebih bisa membuat seseorang terkena hipertensi. Hal ini didukung dengan pembuktian yang diterbitkan pada jurnal BMJ Open Heart pada 2014 yang menyatakan bahwa konsumsi gula berlebih memiliki efek yang lebih drastis pada kerusakan hati ketimbang konsumsi garam berlebih.

Konsumsi gula bisa berpengaruh terhadap kadar kolesterol dalam darah

Hanya karena tidak menyantap lemak, jangan kira Anda bisa terbebas dari risiko kolesterol tinggi. Konsumsi gula berlebih juga bisa membuat tingkat HDL (kolesterol baik) Anda turun dan LDL (kolesterol buruk) meningkat tajam. Sama seperti lemak tinggi, gula juga bisa tercampur dalam darah dan menyebabkan penumpukan plak pada rongga pembuluh darah.

Baca juga: Meskipun Lapar, 5 Makanan Ini Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Saat Perut Kosong

PREVIOUS ARTICLE

#RespectLisa Jadi Trending Topic, Ini Sederet Bakat Lisa BLACKPINK yang Membuatnya Layak Jadi Idola K-Pop

NEXT ARTICLE

Berat Badan Bertambah Saat Tengah Menjalani Hubungan? Bisa Jadi Ini Sebabnya!

RELATED ARTICLES

comments