ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Fakta-Fakta Tentang PMS, Sindrom Menjelang Menstruasi yang Sering Membuat Mood Naik Turun

“Aduh maaf ya saya marah-marah melulu. Maklum lah, lagi PMS.” — coba ingat-ingat, seberapa sering Anda melontarkan kalimat tersebut? Atau justru Anda sering mendengar kalimat tersebut dari orang lain? PMS, yang merupakan singkatan dari Premenstrual Syndrome, merupakan kondisi yang umum dialami para wanita pada 1-2 minggu menjelang menstruasi dimulai. Kondisi ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman pada tubuh seperti kembung dan sakit kepala, hingga mengakibatkan mood swings. Selain itu, apa lagi ya pengaruh Premenstrual Syndrome terhadap tubuh? Lalu, apakah semua wanita pasti mengalaminya? Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai sindrom ini!

Tidak Semua Wanita Mengalami PMS

PMS

Premenstrual Syndrome umumnya terjadi pada wanita di akhir usia 20 dan berakhir pada usia pertengahan 40. Setidaknya 3 dari 4 wanita mengaku pernah mengalami PMS setidaknya 1 kali seumur hidupnya. Gejala yang dirasakan pun memiliki terbilang cukup ringan. Namun, beberapa wanita mungkin mengalami sindrom ini lebih sering dibandingkan dengan wanita lainnya. Wanita dengan tingkat stres tinggi, sejarah depresi, atau mood disorder lainnya, memiliki kemungkinan mengalami Premenstrual Syndrome lebih sering dan disertai dengan gejala yang lebih serius.

PMS Tidak Selalu Terjadi dalam Setiap Siklus Menstruasi

PMS

Premenstrual Syndrome mulai terjadi sejak 5-11 hari menjelang menstruasi dan berlangsung hingga 4 hari setelah hari pertama menstruasi. Gejala yang dialami umumnya berlangsung selama 3 siklus menstruasi berturut-turut. Jika Anda mengalami gejala yang terjadi pada bulan sekarang, tetapi tidak berlangsung pada bulan sebelumnya, bisa jadi gejala tersebut bukanlah akibat dari sindrom ini. Jadi, jangan selalu menyalahkan PMS apabila mood Anda sedang berantakan ya! Untuk mengetahui apakah gejala yang alami merupakan dampak dari Premenstrual Syndrome atau bukan, biasakan untuk mencatat apa yang Anda alami dan rasakan pada hari-hari menjelang datang bulan.

Baca Juga: Yuk, Cari Tahu Tanda Siklus Menstruasi yang Sehat dan Normal

Gejala PMS

PMS

Gejala Premenstrual Syndrome yang dialami wanita sangat berbeda-beda. Ada yang berupa gejala fisik, ada juga yang berupa gejala emosional. Selain berbeda-beda pada setiap wanita, Anda sendiri mungkin mengalami gejala yang berbeda pada setiap siklus menstruasi. Gejala fisik yang umum dialami antara lain adalah perut kembung, kram perut, sakit kepala, sakit punggung, konstipasi, hingga payudara yang membengkak. Sedangkan gejala emosional yang umum terjadi antara lain adalah merasa lelah, bermasalah dengan jadwal tidur, perubahan selera makan, sering merasa cemas, mood swings, hingga depresi.

PMS Dapat Memperburuk Beberapa Masalah Kesehatan

PMS

Gejala-gejala PMS pada umumnya berlangsung dalam kadar yang ringan dan tidak memiliki dampak yang terlalu besar terhadap kesehatan. Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini dapat memperparah masalah kesehatan yang sebelumnya sudah dialami oleh seseorang. Beberapa masalah kesehatan yang dapat menjadi semakin parah asma, alergi, depresi, gangguan kecemasan, dan migrain.

Baca Juga: Pentingnya Mencatat Siklus Menstruasi dan Aplikasi Untuk Mencatatnya

PMS Tidak Bisa Diatasi, Tapi Dapat Diredakan

PMS

Premenstrual Syndrome bukanlah sebuah penyakit yang dapat disembuhkan menggunakan obat-obatan. Namun, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meredakan gejalanya. Aerobik dan tidur yang cukup bisa mengurangi gejala PMS berupa depresi, rasa cemas, dan mood swing. Terapkan juga gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan kurangi kebiasaan merokok. Jika Anda merasa stres pada masa-masa PMS, coba tuangkan dengan cara curhat, menulis jurnal, yoga, dan meditasi. Intinya, selalu jaga kesehatan tubuh khususnya menjelang masa-masa PMS.

PREVIOUS ARTICLE

5 Trik Supaya Profil Online Dating Lebih Menarik dan Nggak Membosankan

NEXT ARTICLE

5 Tanda Kalau Anda Sedang Bekerja dengan Atasan yang Tidak Menghargai Karyawannya

RELATED ARTICLES

Content Writer at Beauty Journal

comments