ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Hati-hati! Ini 5 Efek Buruk Media Sosial yang Bisa Merusak Kesehatan Mental Anda

Dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, media sosial kini memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana tidak? Banyak orang yang mencari dan mendapat info lewat media sosial. Mulai dari tersebarnya berita atau informasi menarik yang terjadi di sekitar Anda, hingga mulai bermunculannya profesi baru yang mengandalkan media sosial. Sebut saja selebgram, youtuber,  hingga vlogger yang tak hanya menawarkan ketenaran tapi juga pundi uang yang tak sedikit.

Meski ada berbagai manfaat positif, kekuatan media sosial yang mewabah ini tetap saja memiliki efek buruk, terutama pada kesehatan mental, selain pada kesehatan fisik. Dalam sehari, seseorang bisa menghabiskan waktu minimal 4 jam untuk menikmati konten di media sosial. Saking seringnya, kecanduan media sosial pun bukan menjadi istilah yang baru lagi. Sebelum dampak buruk dari media sosial menimpa Anda, yuk ketahui dulu apa saja efek negatif media sosial bagi kesehatan mental, berikut ini.

1. Terpapar efek FOMO (Fear of Missing Out)

“Eh, lihat IG-nya si XYZ deh. Dia ngepost begini…” atau “Videonya si ABC lagi viral, nih. Sudah lihat belum?” Ini mungkin percakapan normal di antara teman-teman Anda. Namun, diam-diam, hal yang sepintas terkesan normal ini membangun rasa ketakutan dalam pikiran. Anda dituntut untuk mengikuti perkembangan, tren, atau berita yang terjadi di media sosial. Ketinggalan berita adalah hal yang bisa membuat seseorang terkucil atau dicap nggak gaul. Kondisi ini juga dikenal dengan efek FOMO ( fear of missing out). Apakah Anda mulai merasa seperti ini dan terus menerus mengintip media sosial hanya untuk melihat post terkini? Yuk, mulai kurangi kebiasaan ini agar pikiran Anda tak terbebani dan tetap berada di momen sekarang. Cobalah digital detox atau terapkan teknik grounding.

Baca juga: Mengenal FOMO, Rasa Takut Tertinggal yang Umum Terjadi Pada Kaum Millenial

2. Mengikuti akun yang berpotensi mengurangi rasa percaya diri

Enaknya beraktivitas di media sosial adalah Anda bisa mengikuti kehidupan para public figure atau akun yang memuat tips kecantikan hingga traveling. Akun-akun seperti ini bisa jadi merupakan sumber inspirasi bagi Anda. Namun kalau disikapi dengan pikiran negatif, cara Anda menilai akun seperti ini pun turut menjadi negatif.

Melihat post baru tentang selebgram yang sedang bertualang ke negara impian Anda bisa saja menimbulkan rasa iri yang terpendam. Begitu pula ketika Anda melihat youtuber dengan endorsement produk kosmetik favorit Anda atau kesempatan mewawancarai selebriti kesukaan Anda. Rasa iri karena merasa kurang beruntung, kurang berpenghasilan, kurang cantik dan sebagainya bisa muncul dalam benak.

Untuk mengurangi kebiasaan ini, coba unfollow akun-akun tersebut, lalu follow akun baru yang tak menampilkan seorang figur namun lebih kepada objek fotonya. Bisa akun traveling, akun review produk kosmetik, atau akun rekomendasi film.

3. Punya kebiasaan baru: membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Hal ini cukup berkaitan dengan poin sebelumnya. Mengikuti akun-akun yang mengasosiasikan petualangan seru, keindahan, dan impian, bisa ‘meracuni’ pikiran Anda. Tanpa sadar, Anda akan membandingkan kehidupan pribadi dengan kehidupan yang tercermin dari akun-akun ini. Kebiasaan membandingkan dan rasa iri yang tak terbendung akan merusak rasa percaya diri, membuat Anda merasa tak berdaya dalam mengatur hidup, stres, hingga memicu rasa benci pada diri sendiri.

4. Sering terlibat perang komen di media sosial

Kadang, media sosial membuat Anda lebih berani mengungkapkan berbagai hal ketimbang di dunia nyata. Hal yang tidak dikatakan secara langsung dan mereka yang tak bertatap muka, seolah memudahkan Anda untuk lebih berani dalam berkomentar. Nah, salah satu efek yang bisa merusak kesehatan mental Anda adalah ketika Anda kerap terlibat adu mulut di media sosial.

Di Indonesia, perang komen sudah bukan hal baru lagi, terutama pada unggahan-unggahan yang berkaitan dengan politik, olahraga, hingga seleb favorit. Selain menciptakan suasana tak nyaman, perang komen seperti ini juga menguras sisi emosinal Anda. Salah satu cara mudah untuk mengurangi kebiasaan ini adalah dengan tetap mengutarakan perasaan Anda. Ketiklah di kolom komentar. Namun, alih-alih menekan tombol “post”, hapuslah ketikan Anda tersebut. Sudah merasa lega?

5. Beranggapan kalau likes dan follower banyak menjadi indikator kesuksesan

Tiap mengunggah sebuah foto atau status, apakah Anda memiliki rasa gelisah atau keingintahuan berlebih mengenai jumlah likes atau komentar yang Anda hasilkan? Rasa gelisah ini merupakan hasil dari efek buruk media sosial. Begitu juga ketika Anda tidak mengalami peningkatan jumlah follower. Anda pun menjadi frustasi dan mencoba segala cara agar jumlah follower bertambah. Karena pengaruh interaksi di media sosial, jumlah likes dan follower yang rendah bisa membuat seseorang minder dan beranggapan kalau dia tidak populer atau sukses dalam kehidupan.

Baca juga: Senang Posting Kemesraan Bersama Pasangan di Media Sosial? Boleh Saja Sih, Tapi Jangan Post 5 Hal Ini

PREVIOUS ARTICLE

Tertarik Melakukan Trading Saham? Yuk, Pelajari Berbagai Trik Mudahnya Berikut Ini

NEXT ARTICLE

Malea Emma dan Suara Emasnya yang Berhasil Memukau Publik Amerika Serikat

RELATED ARTICLES

COMMENTS

24comments


  • dwi retno3 days ago

    folback

  • Noor Alfina5 days ago

    hai kak followback yaw makasii

  • Amelza Amsir1 week ago

    thank you for this article! bermanfaat banget

  • Dita Desnasari1 week ago

    👍👍👍

  • Reffa Novianti Sari1 week ago

    that's true

  • Reffa Novianti Sari1 week ago

    thats true

  • Niluh made1 week ago

    informasi yang sancta menarik

  • almira prithia2 weeks ago

    setuju sama mba @kimi maskudnya hati pengen cari inspirasi tapi malah bikin anxiety

  • Kimi Ridwansyah2 weeks ago

    emang sekarang kadang suka mulai takut, risih, ga puas kalo post foto likesnya ga sebanyak post2 sebelumnya. serem kan sosmed sampe bikin segitunya:(

  • Cindy Kartika Sari2 weeks ago

    nice

  • Shabrina L3 weeks ago

    Sering banget procastinate gara gara sosmed :(

  • Nidhau Rachmah1 month ago

    :)

  • Nadsam Berlian2 months ago

    Folback

  • Hesty tri Lestari2 months ago

    Follback ya

  • Gita Arivia2 months ago

    ini bener banget

  • Yeni nurkomalasari2 months ago

    Bangga jadi bangsa indonesia

  • Zahrina Dessyrinata2 months ago

    hi, follback ya. thanks :)

    • Aulia Ika Meilinda2 months ago

      @dessyrinata sudah ya

  • Lintang Sukma2 months ago

    Waduh

  • puspa wardhani2 months ago

    Intinya Penggunaan yang Bijak :)

  • Namira Nur Syahputri2 months ago

    ihh bener bgt

  • indah velinda2 months ago

    folbck yaa

  • Rizky belanginiati2 months ago

    Waah Bagus bgt

  • Windi Listya2 months ago

    Nice post

  • Ajeng Winarti2 months ago

    share yang baik buang yang buruk 😊