ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Lifestyle

Wulan Guritno dan Ayushita Angkat Bicara Mengenai Kasus Pelecehan Seksual

Dalam acara press confrence EnamBelas Film Festival yang diselenggarakan pada Jumat (16/11) lalu, sebagian dari Volunteer Brand Ambassador turut bercerita tentang pengalaman mereka saat berhadapan dengan kasus kekerasan yang sempat dialami.

Selain itu dengan kehadiran festival ini, para Volunteer Brand Ambassador berharap tak hanya masyarakat menjadi lebih peka pada kasus kekerasan dan pelecehan seksual, tapi juga mengundang perhatian para penyintas agar lebih berani untuk bercerita dan tahu ke mana tempat yang tepat untuk berbagi sekaligus menghilangkan rasa trauma atas kejadian yang pernah dialami.

kampanye hearmetoo

Sumber gambar/Raynaldiwahyu

Para Volunteer Brand Ambassador yang terdiri dari selebriti dan sineas ini pun memiliki pesan tersendiri dalam memberi dukungan bagi para korban pelecehan seksual. Ada berbagai kisah yang turut dibagi, seperti kisah dari Wulan Guritno yang mengakui sempat mengalami tindakan KDRT. Menurut ibu dari 3 anak ini, dirinya sempat mengalami rasa down dan tak tahu harus mengadu ke mana, “Aku dulu sempat merasakan KDRT, tapi masalah itu sudah selesai. Hanya di momen itu yang paling aku ingat adalah saat aku bingung harus cerita ke siapa, karena pada dasarnya aku menikah dengan orang yang tak disetujui orang tua. Ada pikiran malu kalau cerita sama mereka, nanti bakal dibilang ‘tuh, kan udah dibilang juga‘. Perasaan takut itu yang aku pikir, banyak dirasakan korban,” paparnya saat ditemui di acara EnamBelas Film Festival, di bilangan Gunawarman, Jakarta Selatan.

Menurut Wulan dari pengalaman yang pernah dialami, penting bagi wanita untuk berani keluar dari situasi tersebut dan mulai memahami nilai diri serta beralih untuk tetap fokus menjalani aktivitas positif maupun tekun mendalami profesi yang dijalani, “Rasa takut dan malu malah lebih terasa saat pengadilan sudah memutus cerai, dengan status seperti itu ada rasa khawatir melihat penerimaan orang-orang. Tapi dengan kehadiran anak, aku menyadari jika saya pun sosok yang berharga dan akhirnya lebih memilih untuk fokus berkarya,” ungkapnya.

Selain Wulan Guritno, Ayushita yang sempat mendapat tindakan kekerasan dari pasangan saat SMP pun mengungkapkan, jika pengalaman yang dialami tentu tidak mudah dan akan memberikan rasa trauma. “Saya nggak bisa menentukan berapa lama bisa terbebas dari rasa trauma, tapi jujur cukup lama sampai akhirnya saya baru bisa membagi cerita ini sekitar 4 tahun lalu, Setiap orang tentu berbeda, tergantung seberapa cepat ditangani, seberapa cepat dukungan yang didapat,” ungkapnya.

Dengan kehadiran festival film yang menitikberatkan pada kaum wanita yang mengalami kekerasan dan pelecehan seksual, Ayushita berharap setiap wanita yang pernah menjadi korban untuk berani bercerita atau setidaknya tahu ke mana suara mereka akan didengar.

Tertarik ikut serta menyuarakan pendapat dan dukungan pada gerakan ini? Anda bisa mengikuti akun Instagram enambelasfest untuk mengetahui jadwal kegiatan pemutran film serta sederet rangkaian kegiatan positif dalam rangka mengurangi rasa trauma skaligus memberi dukungan bagi para penyintas. #HearMeToo; Mendengar dan berpihak pada korban!

Baca juga: Kampanye #MeToo di Media Sosial, Bentuk Dukungan Agar Wanita Mau Bersuara Jika Mengalami Pelecehan Seksual

Sumber Cover

PREVIOUS ARTICLE

Fimela Fest 2018, Ajang Inspiratif untuk Dukung Talenta Kreatif di Tanah Air

NEXT ARTICLE

Review Film: Robin Hood, Merombak Kisah Klasik Menjadi Suguhan yang Menarik

RELATED ARTICLES

COMMENTS

2comments


  • Fanny M3 months ago

    semangatttt

  • Dina Aprilia3 months ago