ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Berbagai Hal yang Perlu Dilakukan dan Hindari dalam Menghadapi Pelecehan Seksual

Maraknya kasus pelecehan seksual yang belakangan ini baru terkuak membuat para wanita mau tidak mau harus lebih waspada. Apalagi, pelecehan seksual tidak mengenal tempat dan waktu, alias bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Entah itu di perjalanan Anda menuju kantor, di warung makan, kantor, taksi online, maupun dalam lingkup rumah tangga Anda sendiri. Perlu Anda ketahui, hal ‘sesepele’ catcall seperti “Cewek! Senyum dong!” saja sudah tergolong ke dalam pelecehan seksual, lho. Apalagi, kalau sudah menggoda, bercanda yang menjurus pada hal seksual, menyentuh tanpa izin, sampai meminta perilaku seksual seperti memaksa Anda mengirim foto dalam pose seksi.

Namun, tidak bisa dipungkiri juga bahwa saat ini wanita masih berada dalam situasi yang cukup pelik. Di mana victim blaming atau kecenderungan untuk menyalahkan korban (“makanya jangan keluar malam” atau “kamu, sih, pakai baju terbuka”) masih sangat kental, begitu pun rape culture yang kerap menoleransi perilaku pelecehan dan kekerasan seksual. Walaupun begitu, kini sudah waktunya para wanita untuk lebih berani dan tegas dalam menolak sekaligus melawan pelecehan seksual. Simak apa yang harus Anda lakukan dan hindari saat menghadapi pelecehan seksual di sini, ya!

Baca juga: Jangan Diam Saja Ladies, Lakukan Ini Untuk Menghadapi Pelecehan Seksual!

Apa yang harus dilakukan?

Do's and Don'ts dalam Menghadapi Pelecehan Seksual

Secara psikologis, saat pelecehan seksual terjadi besar kemungkinan korban akan merasa syok, malu dan trauma, sehingga memutuskan untuk tidak segera melapor. Apalagi, korban tentu juga memiliki rasa takut akan disalahkan, diancam oleh pelaku, atau takut bahwa proses hukum tidak akan menyelesaikan apa-apa dan hanya memakan waktu. Namun, untuk menghentikan budaya yang menolerir pelecehan seksual, korban tentu tidak lagi hanya diam. Saat terjadi pelecehan, berikut langkah yang bisa dilakukan:
  • Indikasikan dengan jelas, bahwa Anda merasa tidak nyaman dan terganggu oleh perilaku pelecehan dari sang pelaku. Ucapkan dengan tegas dan yakin. Apabila Anda merasa tidak nyaman berbicara langsung dengan pelaku, sampaikan melalui chat atau SMS, di mana balasan sang pelaku nantinya bisa dijadikan bukti.
  • Tetap waspada dan lihat situasi sekeliling, perhatikan letak pintu keluar dan jalur tercepat untuk mendapatkan bantuan jika diperlukan.
  • Kumpulkan bukti, baik dalam bentuk screenshot atau rekaman percakapan, video, atau foto. Catat waktu kejadian dengan detail.
  • Informasikan orang yang Anda percaya mengenai peristiwa ini, meskipun mereka tidak berada di tempat pada saat kejadian, mereka tetap bisa mendukung Anda sebagai saksi.
  • Untuk mengubah budaya yang menolerir perilaku pelecehan seksual serta mengedukasi wanita lainnya agar tidak terjebak pada situasi yang sama, Anda bisa membagikan pengalaman Anda melalui media sosial atau blog.
  • Jika memungkinkan, laporkan pelaku ke pihak berwenang.
  • Segera cari bantuan jika peristiwa yang Anda alami dirasa sangat mengganggu kondisi psikis Anda.

Baca juga: Wulan Guritno dan Ayushita Angkat Bicara Mengenai Kasus Pelecehan Seksual

Apa yang harus dihindari?

Do's and Don'ts dalam Menghadapi Pelecehan Seksual

Namun, ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan dalam menghadapi pelecehan seksual demi kenyamanan dan keselamatan. Oleh karena itu, sebaiknya hindari:

  •  Memberikan indikasi yang kurang jelas akan rasa tidak nyaman atau bersikap kurang tegas saat mengkonfrontasi pelaku. Hal ini dapat ‘memberikan alasan’ bagi pelaku untuk meneruskan tindakan pelecehannya.
  • Memberikan alasan saat pelaku melakukan tindakan pelecehan seperti “Saya sudah punya pacar” atau “saya sudah menikah”, karena alasan ini tidak akan menyatakan bahwa Anda tidak setuju untuk dilecehkan dengan tegas.
  • Mendiamkan pelaku. Besar kemungkinan pelaku akan meneruskan tidakan pelecehannya, bahkan bertindak lebih jauh karena meyakini Anda tidak akan mengambil tindakan apapun.
  • Mengkonfrontasi pelaku tanpa melihat situasi. Ingat, utamakan keselamatan Anda. Jika Anda berada dalam situasi di mana hanya ada Anda dan pelaku tanpa jalan keluar terdekat, sebaiknya hindari melakukan tindakan agresif yang akan memicu emosi pelaku. Ingatlah juga bahwa peraturan tiap-tiap perusahaan terkait pelecehan seksual berbeda-beda. Meskipun Anda sudah melaporkan pelaku, bukan berarti pelaku akan dikeluarkan dari tempat kerja.
  • Mengkonfrontasi pelaku setelah Anda keluar dari tempat kerja (apabila pelecehan terjadi di tempat kerja). Jika Anda melaporkan peristiwa setelah Anda tidak lagi terikat dengan tempat kerja, kecil kemungkinan kasus Anda akan ditanggapi dan diusut secara maksimal.

Betapapun kesal, geram, takut, dan sakitnya Anda akan peristiwa pelecehan seksual yang terjadi, ingatlah bahwa Anda tidak sendiri dan bantuan akan selalu ada. Untuk bantuan pelaporan pelecehan seksual, Anda bisa menghubungi hotline polisi di nomor 110 atau 08139888611, Komnas Perempuan di  nomor 021-3903863, dan Koalisi Perempuan Indonesia di 021-79183444. Sedangkan, untuk bantuan pemulihan kondisi mental sebagai korban pelecehan seksual, Anda dapat berkonsultasi dengan Hollaback Jakarta di Instagram (@Hollaback_jkt), Yayasan Lentera Sintas Indonesia (@lentera_id), dan Yayasan Pulih (@yayasanpulih).

Baca juga: Kampanye #MeToo di Media Sosial, Bentuk Dukungan Agar Wanita Mau Bersuara Jika Mengalami Pelecehan Seksual

PREVIOUS ARTICLE

Memiliki Bujet Lebih untuk Liburan? Yuk, Kunjungi Resort Mewah dari Berbagai Daerah di Indonesia Berikut Ini!

NEXT ARTICLE

Menengok Kilas Balik Perjalanan Cinta Gisel dan Gading, Sebelum Kabar Gugatan Cerai yang Dilayangkan Gisel

RELATED ARTICLES

Content Writer at BeautyJournal.

COMMENTS

2comments


  • mutiara ardini1 month ago

    artikel bermanfaat nih buat kita cewek cewek. bookmark!

  • Aninditya NS1 month ago

    nice info nih