ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Guide

Anda Mengalami Insomnia? Ini Beberapa Cara Efektif untuk Mengatasinya

Tak hanya mengacu pada susah tidur, masalah lain seperti terbangun di tengah malam, bangun terlalu pagi atau tidur tidak nyenyak juga dapat dikategorikan sebagai insomnia. Masalah tidur ini hampir dirasakan 3 dari 10 orang di dunia yang dipengaruhi oleh beberapa alasan, seperti depresi hingga masalah kesehatan. Insomnia pada seseorang mungkin berbeda-beda, ada yang jangka pendek dan ada juga yang jangka panjang yang disebut insomnia kronis. Jika Anda mengalami insomnia kronis, perlu adanya penanganan mulai dari perubahan gaya hidup hingga konsultasi dengan dokter spesialis. Tak hanya yang mengalami insomnia kronis, Anda yang susah tidur dalam beberapa hari pun perlu melakukan perawatan berikut ini.

Sleep Hygiene

Dikutip dari Everyday Health, Rita Aouad, asisten profesor sleep medicine dari Universitas Ohio mengatakan bahwa mengatasi insomnia dapat dilakukan dengan sleep hygiene. Sleep hygiene atau dalam bahasa Indonesia berarti kebersihan tidur merupakan kumpulan kebiasaan dan rutinitas yang dapat memengaruhi kualitas tidur. Beberapa contoh sleep hygiene adalah sebagai berikut:

  • Memiliki jadwal tidur yang tetap, di mana Anda akan tidur dan bangun pada waktu yang sama tiap harinya.
  • Menghindari apapun yang dapat mengganggu kemampuan tidur Anda seperti minuman dengan kafein, tembakau, dan alkohol.
  • Berolahraga di waktu yang tepat tiap harinya. Menurut Aouad, idealnya olahraga dilakukan tiga jam sebelum tidur. Jika tidak, kemungkinan aktivitas ini dapat merangsang tubuh Anda dan membuatnya susah tidur.
  • Membatasi tidur siang maksimal 30 menit tiap hari.
  • Mematikan gadget sejam sebelum tidur.
  • Tidak melakukan aktivitas lain di tempat tidur seperti makan.
  • Menciptakan suasana yang nyaman dalam kamar seperti mematikan lampu.

Cognitive Behavioral Sleep Methods

Jika Sleep Hygiene tak menimbulkan efek positif pada Anda, jangan terburu-buru meminum obat tidur. Obat tidur dikhawatirkan akan memberikan efek samping yang berbahaya dan membuat ketagihan. Anda dapat mencoba langkah selanjutnya yakni dengan terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral sleep methods. Menurut Aouad, terapi perilaku kognitif ini dapat membantu masalah insomnia kronis, bahkan menambah tidur seseorang hingga 30 menit lebih lama. Terapi ini berfokus pada teknik yang membantu rileks, mengendalikan pernapasan dan suasana hati hingga membuat Anda tertidur.

Sebagai saran, Aouad mengatakan bahwa carilah seorang terapis yang memiliki pengalaman terapi kognitif sebelumnya. Pada sesi terapi juga akan ada serangkaian sesi pribadi dimana terapis akan membantu Anda mengatasi kecemasan. Hal ini dilakukan karena insomnia merupakan gejala depresi, yang berarti insomnia dapat dihilangkan jika Anda dapat mengontrol pikiran dan menghilangkan depresi.

Obat Tidur dengan Resep Dokter

Menurut Steven Winiarski yang dilansir dari onemedical.com, obat tidur memang efektif mengatasi insomnia, namun lebih berfokus pada insomnia jangka pendek. Sebaiknya, Anda mencari tahu terlebih dulu apa yang jadi penyebab Anda terjaga di malam hari. Menurutnya, insomnia bersifat multifaktorial sehingga obat-obatan mungkin berguna bagi beberapa orang, namun belum tentu pada Anda. Maka dari itu, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis.

Baca Juga: Sulit Tidur dan Cenderung Insomnia? Coba 5 Tips Ini Agar Anda Bisa Tidur Lebih Cepat

 

PREVIOUS ARTICLE

Jangan Sepelekan, Menjaga Kebersihan Earphone Itu Penting, Lho! Ini Alasan dan Cara Membersihkannya

NEXT ARTICLE

Alami Perut Kembung? Atasi dengan Meminum 5 Teh Berikut Ini

RELATED ARTICLES

comments