ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Inspiration

#SocioFellas: Billy Davidson, Aktor Berbakat yang Mungkin Pensiun Main Sinetron 10 Tahun Lagi

Gemar menonton film FTV? Atau, senang menikmati tayangan sinetron tanah air? Nah, kalau termasuk salah satu di antaranya, mungkin telinga Anda sudah tidak asing saat mendengar nama Billy Davidson. Tiga belas tahun membangun karier sebagai aktor tentu saja bukanlah hal mudah baginya. Namun, berkat ketekunan dan kerja keras, sosok pria yang kini didapuk sebagai salah satu #SocioFellas ini pun berhasil dikenal khalayak luas dan memiliki banyak penggemar.

Billy Davidson

Bagi yang belum tahu, di ulang tahunnya yang ke-4, Sociolla menggandeng empat aktor ternama tanah air untuk menjadi spokeperson guna mengampanyekan #AuthenticBeauty. Bersama Refal Hady, Jefri Nichol, dan Randy Martin, Billy Davidson mengajak para wanita untuk tampil cantik secara autentik dengan menggunakan produk-produk kecantikan yang asli, seperti yang disuguhkan oleh Sociolla. Nah, di tengah sesi photoshoot #SocioFellas beberapa waktu lalu, beruntung sekali saya bisa mendapatkan waktu untuk mewawancarai Billy. Well, kalau Anda penasaran dengan sosoknya, coba simak wawancara lengkap saya di bawah ini!

Congratulations, Billy! Saya lihat di Instagram, kamu habis one on one interview sama Samuel L. Jackson, nih. Seru sekali, boleh cerita bagaimana awalnya?

Jadi, sebenernya nggak semua orang yang diundang ke acara Marvel dapat kesempatan untuk one on one interview, ya. Soalnya, tahun lalu pun gue sempat diundang ke acara Ant-Man, tapi nggak bisa karena lagi ada syuting dan nggak dapat izin dari PH. Sekarang, kebetulan gue lagi nggak syuting, jadi bisa datang. Terus, kenapa bisa diundang, mungkin karena pihak Marvel ngeliat gue tuh benar-benar suka dan nge-fans banget sama karakter-karakternya. Gue juga sampai segitu niatnya koleksi action figure yang bisa dibilang harganya nggak murah juga.

Nah, kalau dari Marvel-nya sendiri, gue rasa mereka juga melihat kalau gue tuh Marvel enthusiast banget, gitu. Jadi, secara garis besarnya sih menurut gue, pihak mereka memang ingin mengundang para penggemar yang ingin tahu lebih banyak soal Marvel. Gue dan beberapa teman yang diundang ke sana pun datang bukan sebagai artis, tapi media dan fans yang benar-benar ingin tahu soal Marvel. Pokoknya, saat itu gue benar-benar enjoy dan merasa deg-degan parah.

Oh, iya, sebenarnya yang bikin gue nervous waktu interview tuh karena gue harus wawancara pakai Bahasa Inggris. Ya, gue bisa sih Bahasa Inggris, tapi ini tuh native dan gue nggak ada basic untuk interviewing orang gitu, lho!

Untungnya, waktu itu ada pacar gue. Jadi, waktu dia nanya, gue bisa nyolong waktu untuk baca pertanyaan. Entah, bagi gue seakan nggak sopan aja kalau kita lagi nanya orang secara langsung, dan saat dia belum selesai jawab, tapi lo udah ngintip pertanyaan selanjutnya. Jadi kayak nggak fokus, kan?

Nah, serunya lagi nih, kita tuh waktu itu cuma dikasih waktu 4 menit aja, lho! Kebayangkan, deg-degannya kayak apa? Terus, dari Indonesia nggak banyak juga yang dapat kesempatan interview; cuma gue, Tatjana Saphira, Edho Zell, Chandra Liow, Caitlin Halderman & Marsha Aruan, serta Baim Wong. Yah, pokoknya gue nervous bangetlah! Apalagi, dari total tiga hari event, sesi interview itu berlangsung pas hari terakhir.

Pernah lihat di Instagram, katanya Billy nge-fans dengan Samuel L. Jackson. Apa alasannya?

Hmm, entah ya. Dia tuh banyak banget main film. Kayaknya, dulu gue sempat lihat dia di Vanity Fair. Di cover majalah itu, gue baca kalau dia tuh udah main film sekitar 200-300 judul, gitu. Setiap film yang dia mainkan tuh jarang banget ada yang nggak sukses. Menurut gue, dia juga charming banget, bahkan di saat usia dia sekarang yang sudah 79 tahun.

Gw inget banget, film dia yang pertama gue tonton tuh judulnya Deep Blue Sea, tentang hiu gitu deh. Di situ dia kharismatik, aktingnya juga asik banget dilihat. Black people yang gue suka tuh, ya dia sama Will Smith! Gue juga suka sama Morgan Freeman, tapi lebih sama suaranya aja.

Kalau lihat feed Instagram kamu, orang pasti tahu Billy Davidson suka banget sama karakter Marvel. Lantas, hal apa yang membuat kamu suka dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan superhero, khususnya Marvel?

Banyak banget temen gue yang tanya ‘apa gue cuma suka Marvel doang atau suka juga sama DC. Nah, gue tuh memang suka sama semua superhero. Nggak ada yang gue fanatik banget. Walaupun suka banget sama Marvel, gue suka juga sama beberapa karakter DC, kok! Gue penikmat film dan gue enjoy sama pop-culture. Pokoknya, gue suka sama semua hal yang bisa ngingetin gue sama masa-masa kecil. Yah, siapa sih yang nggak suka sama Superman atau Batman? Idola semua anak kecil gitu, kan? Hahaha.

In real life, superhero versi kamu tuh siapa?

Hmm.. gue nggak mau kasih jawaban yang klise sih, ya. Tapi, gue bakal bilang kalau superhero dalam hidup gue adalah diri sendiri. Hahaha. Kenapa? Karena ketika lo jatuh, dikecewain orang, yang bisa memotivasi lo, ya, diri sendiri! Lo juga nggak bisa mengandalkan orang lain. Kebanyakan orang mungkin akan jawab orang tua. Memang benar sih, dan itu udah pasti! Tapi, bagaimana pun mereka nguatin lo, nggak bakal works kalau lo nggak mau bangkit dan bangun sendiri. So, I am my own superhero.

Bicara soal hobi mengoleksi action figure, kamu kan juga buat video unboxing di Youtube. Selain itu, ada juga beberapa post di Instagram tentang koleksi action figure Marvel kamu. Well, awalnya bagaimana sih sampai bisa suka dan punya banyak koleksi seperti sekarang?

Ini interesting story, nih! Gue tuh suka action figure dari kecil dan memang dari dulu suka banget koleksi mainan. Kayaknya, nurun dari bokap, sih! Beliau suka banget sama patung-patung, misalnya aja patung dewa-dewa. Mungkin karena dia seorang pekerja seni kali, ya? Dia tuh pelukis dan suka bikin komik juga dulu sama teman-temannya. Karena dia, gue akhirnya jadi suka juga sama mainan patung dan action figure. Lucunya, gue kalau punya mainan patung, nggak pernah dimainin, lho! Jadi, cuma gw pajang aja. Hahaha.

Terus, waktu kecil juga bokap gue nggak selalu beliin mainan. Tiap gue minta, kadang dikasih, kadang juga nggak. Jadi, sewaktu gue benar-benar dikasih tuh rasanya sangat appreciate banget! Akhirnya, pas kuliah, tepatnya tahun 2008, Iron Man pertama launching dan gue masih ingat perasaan waktu nonton film itu. Gue bahkan nonton sampai enam kali, lho! Hahaha. Saking sukanya ya, gue juga sering banget datang ke salah satu mal cuma untuk lihat patung-patung yang dipajang di salah satu toko, gitu. Ngeliat gitu aja ada rasa kepuasan tersendiri.

Akhirnya, gue beli patung pertama yang gue suka, yaitu Iron Man dengan ukuran 1:4 gitu. Harganya nyampe 20 juta. Anehnya, gue sama sekali nggak merasa sayang sudah keluar uang segitu. Mungkin, karena saking suka dan hobi kali, ya? Nah, hal ini juga nih yang gue jadikan sebagai penyemangat untuk lebih bekerja keras. At the end, mainan gue pernah numpuk, sampai yang kecil-kecil harus gue jual. Tapi, setelah itu gue beli lagi sih yang lebih gede, biar lebih asyik untuk dipajang.

Oh, iya, sempat menjalani stripping sitkom, kan? Kenapa sekarang berhenti?

Well, jadi memang gue di sitkom (sinetron komedi) itu sudah main sampai 440 episode. Dan, bertepatan sama libur Hari Raya gitu, gue sempat izin untuk absen syuting dan belum lanjut lagi sampai sekarang. Belum lama ini, sempat ditawarin lagi sih untuk balik stripping. Tapi, dari gue kayaknya nggak dulu, deh. Gue masih pengen enjoy. Gue tuh dari Februari tahun lalu sampai Desember akhir, selalu syuting dan nggak ada libur. Jadi, kayak no social-life, sedangkan gue tipe orang yang harus bisa menikmati hidup. Gue nggak mau menghabiskan sebagian besar hidup gue hanya untuk kerja. Menurut gue, nggak adil aja sih buat diri gue sendiri kalau kayak gitu.

Vakum dari stripping, sekarang kayaknya lebih aktif ke Youtube, nih! Well, bagaimana sih kisahnya sampai kamu terpikir untuk membuat channel ke Mill’s Corner?

Youtube channel gue tuh awalnya dibikin atas nama Billy Davidson. Dalam hitungan baru dua kali post video, subscribers-nya lumayan, sih. Gue juga nggak aktif banget waktu itu. Kebetulan, waktu itu gue sempat brainstorming sama teman buat bikin akun Youtube yang kontennya menarik. Teman gue sempat tanya, mau bikin konten yang ada guenya di depan kamera atau gue bisa suatu saat ada di belakang kamera. Sejujurnya, keinginan gue sih lebih mengarah kalau suatu saat nanti, eksistensi gue nggak mesti ada di depan kamera lagi, tapi program tetep bisa running.

Dari situ, teman gue pun menyarankan untuk bikin akun Youtube bukan atas nama gue. Kita pun kemudian mulai bikin Mill’s Corner. Gue tuh pengen bikin konten di mana nantinya nggak perlu lagi ada muka gue di sana, tapi yang nonton bisa enjoy. Yang jelas harus ada sisi edukasinya. Dari segi konten, juga gue brainstorming sama teman. Kita juga ada tim gitu untuk ngobrolin tentang hal-hal yang menarik untuk dijadikan konten. Well, ternyata memang nggak semudah itu, banyak hal yang harus gue pelajari lebih lanjut. Dan, meskipun namanya millenials, gue yakin konten di Mill’s Corner masih bisa dinikmati sama orang-orang yang usianya 30-an. Yang jelas, gue pengen mengangkat isu-isu yang lagi happening tapi tetap nggak receh.

Nah, terlepas dari segala rutinitas dan kesibukan yang dijalani, kamu pasti butuh sekali memanjakan diri, salah satunya mungkin dengan menjalani hobi (koleksi action figure). Tapi, saya lihat di Instagram kamu juga cukup sering traveling, nih! Ada waktu wajib nggak sih, berapa kali dalam setahun akan traveling?

Paling nggak, satu kali deh atau dua juga masih nggak apa. Nah, 11 Maret ini aja gue udah ada rencana 14 hari untuk liburan ke Jepang. Kebetulan, gue sama pacar tipe orang yang suka traveling dan pergi ke tempat-tempat seperti museum. Sebagian besar orang mungkin nggak suka karena museum tuh membosankan atau sayang uang karena mahal. Tapi, bagi gue tuh jalan-jalan ke museum sangat menyenangkan dan punya nilai tersendiri aja.

Dari sekian banyak destinasi yang sudah pernah didatangi, mana yang paling jadi favorit? Apa alasannya?

Jepang, sih. Gue ke sana tuh mau tiga kali, terhitung sama Maret nanti. Pertama, sama kakak; kedua sama keluarga dan pacar; dan yang mendatang ini sama teman-teman dan pacar. Gue tuh jatuh cinta banget sama Jepang, soalnya selain orang-orangnya ramah, di sana juga bersih banget. Setelah pulang dari sana aja gue jadi masih ter-influence dengan kebiasaan masyarakat sana yang selalu menjaga kebersihan. Saking sopannya orang-orang di sana, di kereta aja sampai nggak ada yang ngobrol. Pokoknya, di sana lo dididik untuk tidak mengganggu dan saling menghargai hidup orang lain.

Negara atau kota impian yang belum pernah dan ingin sekali dituju?

Iceland! Gue tuh suka winter place gitu, lho! Gue lebih suka ke tempat liburan yang beda dari tempat gue tinggal. Karena suka dingin, gue bahkan bisa banget pakai polo shirt di cuaca yang 11 derajat gitu! Hahaha.

Beralih ke sisi lain, nih. Sebagai lulusan Desain Komunikasi Visual, pernah kepikiran untuk menjajal profesi yang sealiran dengan jurusan kuliah nggak, sih? Kalau iya, maunya jadi apa?

Gue tuh pengen banget kerja di Disney. Dream job gue banget! Kayak bikin film di sana, bikin konsep art-nya, desain bajunya kayak gimana, Pokoknya, gue mau banget kerja di mana saat gue harus pulang malam pun tetap merasa enjoy. Kalau kayak gitu, lo nggak bakal berasa sudah membuang-buang waktu lama, kan? Sama sekarang yang sudah dan sedang dilakukan pun sebenarnya gue juga suka, sih.

Ngomongin soal kekasih, hubungan kamu dan Patricia kan sudah berlangsung cukup lama. Namanya selebriti, pasti ada saja yang nggak terima kalau idolanya punya pacar. Kalau kamu sendiri, bagaimana menghadapi hate comment di Instagram dari cewek-cewek yang nggak setuju sama hubungan asmara kamu? Terus, Patricia sendiri suka kesel, nggak?

Kalau gue sih tipe orang yang bisa dengan semudah itu untuk mengabaikan, ya. Kayak orang yang suka nge-tag foto di Instagram atau mention, gitu. Buat gue, itu hak mereka dan ini adalah bagian dari risiko gue sebagai publik figur. As long as itu tidak mengganggu, gue masih okelah! Tapi, kalau sampai mengganggu banget, gue bisa lho sampai harus niat balesin komentar. Gue sama pacar juga nggak suka ngeladenin, sih!

Sebagai publik figur, terima nggak kalau kehidupan pribadi jadi konsumsi umum?

Hmm, sebenarnya nggak sih. Sejujurnya gue sering banget menjauhi beberapa pertanyaan dari orang-orang kalau itu hanya terkait soal hubungan pribadi, apalagi asmara. Menurut gue, cukup nikmati karya-karya dan akting gue saja sudah cukup.

Pernah merasa down karena komentar orang selama jadi artis?

Hmm, dulu pernah gue digosipin gay. Dan, sempat juga beredar foto ‘terbuka’ yang banyak orang kira itu gue karena mukanya mirip banget. Padahal, setelah diselidiki ternyata memang bukan gue! Nah, beredarnya foto itu tuh benar-benar ngerugiin gue banget. Pada saat itu, gue lagi dealing untuk jadi brand ambassador buat salah satu brand besar, malah! Untungnya, gue ada teman anak IT yang bisa bantu cek source foto itu. Akhirnya, terjawab sudah itu foto artis Thailand. Wah, itu momen yang sangat menyebalkan banget dalam hidup gue sih. Dan, itu menurut gue sudah melebihi batas bangetlah!

Bicara soal rencana, di tahun ini mau melakukan apa atau ada project-kah dalam waktu dekat?

Kalau sinetron stripping sih belum, ya. Kemarin sih sempat ada promo, ya. Tapi, belum lanjut syuting lagi. Ke depannya juga gue ada pitching film. Nah, gue juga lagi happy banget karena apartemen baru saja jadi dan lunas. So, gue sekarang lagi senang banget untuk mendesain isi apartemen. Gue juga merasa belakangan ini sudah bekerja cukup keras, sekarang mungkin giliran masa-masa gue menikmati hidup, yahhh.. paling nggak enam bulan lah!

Dalam 10 tahun ke depan, kamu melihat sosok Billy Davidson akan jadi seperti apa?

Hmm, kalau personality kayaknya nggak akan berubah sih kayaknya. Tapi, gue yakin gue akan jadi orang yang lebih wise dan open minded di usia tersebut. Oh iya, rasanya gue juga sudah nggak bakal main sinetron lagi sih! Gue sudah merencanakan ini dan sudah bilang ke PH juga. Mungkin, gw nanti bakal jadi entrepreneur, gitu.

Kalau bisa flashback ke Billy Davidson usia 17 tahun, mau ngomong apa ke dia?

Di usia 17 tahun tuh gue masih emosian banget. Gue highly temperament banget. Gue bakal ngomong ke dia, “Chill out, dude! Lo harus lebih santai”.  Soalnya, berdasarkan apa yang udah gue alami sampai sekarang, sikap temperamental itu yang paling bikin gue banyak ketemu masalah. Nah, syukurnya, sekarang tuh gue sudah cukup bisa meminimalisir emosi itu. Caranya, ya gue lihat sisi baik dari tiap kondisi buruk. Misalnya saja, gue lagi berantem sama pacar. Sebisa mungkin, gue cenderung untuk pilih diam daripada ngomong. Yah, daripada yang keluar malah kata-kata pedas, kan! Gue tuh Scorpio, ya. Biasanya zodiak Scorpio tuh dikenal suka ‘pedes’ kalau ngomong. Hahaha. Jadi, gue ngerasa sekarang penting banget untuk mikir panjang dulu sebelum ngomong dan bertindak.

Lihat juga: #SOCIOFELLAS Billy Davidson | Dive Deep

PREVIOUS ARTICLE

5 Alergi Unik dan Langka yang Mungkin Belum Pernah Anda Dengar Sebelumnya

NEXT ARTICLE

Ini Persyaratan yang Perlu Anda Persiapkan Jika Ingin Menikah di Luar Negeri ala Pernikahan SyahReino

RELATED ARTICLES

comments