Guide

Reksa Dana, Pilihan Investasi Favorit Banyak Orang. Apa Alasannya?

Semakin modern, banyak orang yang semakin melek untuk memutar uangnya dengan berinvestasi. Selain berguna untuk masa depan, berinvestasi juga akan menghindarkan kita dari pengeluaran yang tak penting. Salah satu bentuk investasi yang kian populer adalah Logam Mulia (emas) dan Reksa Dana. Mungkin, ada yang sudah mengerti investasi Logam Mulia, karena konsepnya yang tak berbelit. Kalau Reksa Dana? Nah, untuk Anda yang belum begitu paham, coba simak artikel ini ya.

Cara Kerja

Investasi Reksa Dana

Di luar negeri, orang menyebut Reksa Dana sebagai Mutual Funds, yaitu dana bersama. Kalau berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995, Reksa Dana adalah wadah yang digunakan masyarakat untuk menghimpun dana. Jadi, kita nanti berinvestasi pada produk Reksa Dana bukan pada Reksa Dananya. Di luar sana, ada bermacam-macam produk yang ditawarkan, ada Reksa Dana saham, pasar uang, pendapatan tetap, obligasi, syariah, dan lainnya.

Ketika akan berinvestasi, kita akan berhubungan dengan Manajer Investasi. Dialah yang bertugas menghimpun dana dari nasabah dan menginvestasikannya ke sejumlah tempat sesuai dengan kesepakatan kita. Dialah yang akan merancang akan menyebarkan uang Anda ke mana saja. Yang namanya ‘wadah’, uang Anda akan disebar ke berbagai tempat. Bisa saja, uang Anda dipecah-pecah dan ditanam ke dalam saham, pasar uang, atau surat utang.

Baca Juga: Kaum Millennials, Ini 5 Resolusi Finansial yang Sebaiknya Anda Terapkan di Tahun 2018!

Kelebihan Reksa Dana

Investasi Reksa Dana

Dibanding dengan jenis investasi lain, kenapa sih investasi ini digemari dan kian meningkat popularitasnya? Ini alasannya.

  • Risikonya kecil. Karena uang dipecah ke dalam beberapa instrumen, maka kalau ada satu yang merugi, masih ada wadah lainnya yang aman.
  • Mudah diakses masyarakat. Kita tak sulit lagi lho kalau mau berinvestasi dengan jenis yang satu ini. Jenis varian ini bisa kita peroleh melalui bank, perusahaan asuransi, hingga situs online. Pastikan saja, penyedia jenis investasi ini sudah terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Bisa menentukan sendiri periode investasi. Kita bisa menempatkan uang dalam jangka waktu 1-3 tahun atau bisa juga 5 tahun. Semua sesuai kemampuan dan keperluan kita.

Baca Juga: 5 Kemampuan Mengatur Budget yang Perlu Dikuasai Semua Orang

Hal yang Harus Diperhatikan

Investasi Reksa Dana

  • Cek perusahaan investasinya. Dengan ini, kita harus mempertimbangkan siapa manajer investasinya. Apakah ia bisa diandalkan dalam melihat prospek pasar dan menentukan instrumen investasi? Yang namanya berinvestasi, kita tentu tak bisa menghindar dari risiko kerugian kan? Jadi, pilihlah perusahaan Reksa Dana yang memang sudah teruji baik.
  • Cek sendiri pilihan produk Reksa Dana. Kalau kita lebih condong bermain pada saham, jangan malas untuk memeriksa produk Reksa Dana saham. Mana saham yang potensial dan kira-kira tahan krisis? Anda juga harus memperhatikan hal ini, karena uang Anda yang dipertaruhkan, lho.
  • Bagaimana prospektus produknya? Prospektus ini mirip dengan acuan sebuah Reksa Dana. Dari sini, kita bisa melihat total dana yang terkumpul, penempatan produk, saham yang dibeli, hingga porsi penempatannya. Kita sudah bisa menilai cara kerja si perusahaan ini dari prospektusnya.
  • Hindari bergantung pada satu Reksa Dana. Belilah beberapa dari perusahaan atau Manajer Investasi yang berbeda. Kalau begini, risiko kerugian pun juga akan semakin kecil.

Bagaimana? Setelah membaca penjelasan ini, Anda tertarik mencoba jenis investasi ini nggak?

Baca Juga: Mengenal Bitcoin, Mata Uang Virtual yang Kini Digilai Banyak Orang Sebagai Investasi

PREVIOUS ARTICLE

Bikin Geleng-Geleng Kepala, Ini Permintaan "Ajaib" Para Diva Dunia Sebelum Konser

NEXT ARTICLE

Sudah Berusia 20-an Tapi Belum Pernah Pacaran? Tidak Perlu Khawatir, Ini 5 Alasannya

RELATED ARTICLES

Beauty Journal Contributor

COMMENTS0 comments