ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Beauty

Review: Urban Decay Eyeshadow Primer Potion Original, Sin, dan Eden. Worth the Splurge?

Urban Decay Eyeshadow Primer Potion Review

Penasaran, deh. Anda yang sering menggunakan eyeshadow, apakah selalu memakai eyeshadow primer dulu sebelumnya? Sebagai produk makeup mata, menurut saya eyeshadow primer inilah yang terlihat paling biasa. Eyeshadow primer memang dibuat tanpa pigmen warna pekat sehingga saat di-swatch di atas kulit, ada momen bertanya-tanya, apakah produk ini memang ada efeknya untuk riasan mata? Dan kalau berbicara tentang eyeshadow primer, nama Urban Decay Eyeshadow Primer Potion bisa jadi yang pertama kali atau sering direkomendasikan bagi pencinta makeup. Saya masih ingat saat mencari tutorial eyeshadow di tahun 2012, banyak sekali YouTuber yang menggunakan eyeshadow primer ini di video-video buatannya. Pamor dan ketenarannya memang sudah ada dari bertahun-tahun lalu. Apakah memang bagus? Simak ulasannya di sini, ya!

Klaim

Urban Decay Eyeshadow Primer Potion memiliki klaim dapat membuat warna eyeshadow tahan seharian, tidak creasing, aplikasi eyeshadow yang lebih mudah, juga membuat warna-warna eyeshadow terlihat lebih vibrant.  Formulanya dibuat dengan teknologi pace-age polymer yang bisa mengisi ketidaksempurnaan di permukaan kulit sehingga bisa mempersiapkan kulit dengan baik sebelum menggunakan eyeshadow.

Baca Juga: Tertarik Menggunakan Eyeshadow? Yuk, Kenali 6 Jenis Tampilan Eyeshadow Ini!

Kemasan

Eyeshadow primer ini memiliki kemasan yang tampak elegan dengan gradasi warna serta tutup yang dibuat dengan konsep faset seperti perhiasaan. Beda varian produk, beda juga warna kemasannya. Seperti yang bisa Anda lihat di foto, Eden dikemas dalam tube dan tutup kuning, Original dikemas dalam warna ungu Urban Decay yang paling ikonik, sedangkan Sin dikemas dengan warna tube dan tutup bronze yang cantik.

Urban Decay Eyeshadow Primer Potion - Beauty Journal

Saat ingin menggunakan eyeshadow primer ini, tinggal putar saja tutupnya karena begitu terlepas, penutup ini juga berfungsi sebagai aplikator. Bentuk aplikatornya pipih dengan ukuran yang pas sehingga sangat memudahkan untuk menaruh produk di atas kelopak mata, maupun sedikit-sedikit di area bawah mata.

Warna dan Tekstur

Ada 5 varian Urban Decay Eyeshadow Primer Potion yang tersedia di Sociolla, dan saya baru mencoba 3 variannya:

  • Eden: creamy, nude matte primer.
  • Sinnude shimmer primer.
  • Original: nude primer. 

Cara Pakai

Aplikasikan sedikit saja di kelopak mata dan area bawah mata sebelum menggunakan eyeshadow. Patokan sedikit versi saya hanyalah satu coretan pendek kurang lebih 0,5 sampai 1 cm di atas kelopak mata. Tapi ini kembali lagi ke area mata kita masing-masing ya. Jika Anda memiliki area kelopak mata yang cukup luas, bisa tambahkan sedikit-sedikit sampai dirasa sudah merata.

Nah, sedikit tips nih. Eyeshadow primer ini memiliki tekstur creamy, karena itu lebih baik Anda menggunakannya di atas kelopak mata yang masih polos, alias belum dibedaki atau diberi powder eyeshadow.  Kalau Anda tipe pengguna makeup yang kerap memakai foundation dan concealer dulu sebelum ke riasan mata, eyeshadow primer ini masih bisa digunakan di atas liquid foundation dan liquid concealer. Dengan catatan, ya itu tadi, jangan dibedaki dulu, ya. Kalau sudah kena bedak dan memaksa memakai eyeshadow primer ini, hasilnya bukan mulus malah jadi tidak rata. Jadi perhatikan juga urutannya supaya dapat hasil yang maksimal dan memuaskan.

Baca Juga: 5 Kesalahan Pemakaian Eyeshadow yang Sering Dilakukan Pemula

Pendapat Saya

It’s a game changer for sure! Awalnya saya agak sangsi dengan manfaat dari eyeshadow primer ini. Ya kita bicara apa adanya saja; dengan harga yang tak bisa dibilang terjangkau, lalu produk yang didapatkan pun ukurannya cukup mungil, wajar dong ya kalau saya sempat maju-mundur untuk mencobanya. Bagus nggak sih? Kalau nggak bagus, tentu ada rasa sayang melihat harganya.

Namun, semua keraguan dan kesangsian saya itu runtuh begitu mencoba produk ini. Ketiganya bahkan saya suka. Original dan Eden tidak begitu menampilkan perbedaan yang signifikan di kelopak mata saya. Eden memiliki undertone yang kuning, dan Original memiliki warna nude yang saat dibaurkan keduanya tidak memunculkan warna yang kentara di atas kelopak mata. Tapi kalau berbicara fungsinya, wah, keduanya sama-sama memuaskan.

Foto di bawah, saya mengambil contoh Urban Decay Eyeshadow Primer Potion Original. Dua warna di sebelah kiri adalah matte eyeshadow dari Urban Decay Naked Cherry dalam shade Juicy. Paling kiri tanpa primer, sebelahnya saya aplikasikan setelah menggunakan primer. Setelahnya adalah shade Young Love dari palette yang sama. Kalau dihitung dari kiri, warna ke-3 adalah Young Love tanpa primer, dan warna ke-4 menggunakan primer dulu sebelumnya.

Dari contoh ini, bisa dilihat dengan jelas kalau Urban Decay Eyeshadow Primer Potion ini jelas-jelas bisa membuktikan klaimnya: warna eyeshadow jadi lebih vibrant, intensitas warnanya benar-benar meningkat. Bedanya sejelas itu.

UD Primer Potion Original Swatch Test

Kiri ke kanan: Matte eyeshadow tanpa primer, matte eyeshadow dengan primer, shimmer eyeshadow tanpa primer, shimmer eyeshadow dengan primer

Khusus untuk Anda pencinta efek shimmer di mata, coba deh varian Sin. Berbeda dari Original dan Eden, Sin sudah memiliki shimmer super halus di dalamnya. Saat dibaurkan di atas kelopak mata, sudah bisa jadi “modal” untuk efek kilau halus di kelopak mata. Matte eyeshadow jika Anda aplikasikan di atas Sin, akan memberi hasil akhir dengan sheen yang cantik. If you’re feeling extra, add shimmer eyeshadow on top, that will intensify the bling. 

Nah, kalau untuk klaim tidak creasing atau meninggalkan jejak di lipatan mata, tidak bisa 100% saya jamin karena produk ini karena kelopak mata saya pada dasarnya memang tidak terlalu berminyak, dan beragam powder eyeshadow yang biasa saya gunakan pun tidak ada yang sampai “masuk” ke lipatan mata sampai jadi creasing. Yang paling terasa efeknya di saya adalah warna eyeshadow di kelopak mata masih terlihat bagus walau dipakai 12-13 jam. Biasanya, jika saya hanya mengggunakan concealer sebagai base eyeshadow, waranya agak loyo setelah memasuki pukul 15:00. Kini bisa terlihat tetap bagus sampai malam jika memakai Urban Decay Eyeshadow Primer Potion dulu sebelumnya. Kalau pulang kerja mau lanjut hang out, nggak perlu touch up eyeshadow lagi. Hahaha.

Sebelum memakai produk ini, saya tergolong malas pakai eyeshadow primer karena tidak begitu suka dengan rasa lengket di kelopak mata. Walau Urban Decay Eyeshadow Primer Potion memiliki tekstur yang creamy, namun tetap terasa ringan. Tunggu saja beberapa detik, sudah tidak ada lagi kok rasa lengket yang mengganggu dan bisa langsung mengaplikasikan sekaligus membaurkan powder eyeshadow di atasnya seperti biasa.

Overall, harganya memang agak pricey untuk sebagain orang, tapi jika Anda gemar memakai eyeshadow sehari-hari, Urban Decay Eyeshadow Primer Potion ini layak sekali masuk sebagai produk worth the splurge.

Urban Decay Eyeshadow Primer Potion dijual seharga Rp350.000 (10 ml) di Sociolla. Untuk Anda yang tertarik, segera kunjungi link-nya karena sedang ada diskon 10% dan promo gift with purchase sampai 3 Februari untuk semua produk Urban Decay, termasuk Eyeshadow Primer Potion ini yang sayang jika dilewatkan! Gimana, Anda tertarik coba? Atau sudah pernah menggunakan produk ini?

 

Baca Juga: 5 Eyeshadow Palette yang Masih Populer Sampai Sekarang. Ada yang Sudah Anda Miliki?

_________________________________________________________
Ingredients: 
EDEN:
Isododecane, Cyclopentasiloxane, Trimethylsiloxysilicate, Disteardimonium Hectorite, Polyethylene, Triethylhexanoin, Trihydroxystearin, Isopropyl Lanolate, Sorbitan Sesquioleate, VP/Eicosene Copolymer, Talc, Dimethicone, PEG-40 Stearate, Phenoxyethanol, Synthetic Beeswax, Propylene Carbonate, Aqua (Water/Eau). May Contain: CI 77891 (Titanium Dioxide), CI 77491/77492/77499 (Iron Oxides).
ORIGINAL:
Isododecane, Talc, Cyclopentasiloxane, Disteardimonium Hectorite, Trimethylsiloxysilicate, Trihydroxystearin, Polyethylene, Triethylhexanoin, Hydroxystearic/Linolenic/Oleic Polyglycerides, Sorbitan Sesquioleate, VP/Eicosene Copolymer, Dimethicone, PEG-40 Stearate, Phenoxyethanol, Synthetic Beeswax, Propylene Carbonate, Aqua (Water/Eau). May Contain: Mica, CI 77891 (Titanium Dioxide), CI 774491/77492/774499 (Iron Oxides), CI 77163 (Bismuth Oxychloride).
SIN:
Isododecane, Cyclopentasiloxane, Disteardimonium Hectorite, Trimethylsiloxysilicate, Trihydroxystearin, Polyethylene, Triethylhexanoin, Sorbitan Sesquioleate, Hydroxystearic/Linolenic/Oleic Polyglycerides, VP/Eicosene Copolymer, Dimethicone, PEG-40 Stearate, Phenoxyethanol, Synthetic Beeswax, Propylene Carbonate. [+/- (May Contain/Peut contenir): Mica, CI 77891 / Titanium Dioxide, CI 77491, CI 77492, CI 77499 / Iron Oxides].

PREVIOUS ARTICLE

5 Manfaat Kandungan Air Kelapa di Dalam Produk Skin Care

NEXT ARTICLE

Chloe Kalena Laser & Skin Clinics Resmi Membuka Klinik Terbarunya di Bintaro

RELATED ARTICLES

comments