ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Beauty

Review: Urban Decay Born to Run Eyeshadow Palette. Apakah Layak Jadi Peringkat Pertama di Antara Palette Lainnya?

I love eyeshadow palettes. Plural. Untuk bisa betah memakai satu eyeshadow palette hingga berbulan-bulan, biasanya saya gagal di tengah jalan. Penyebab utamanya adalah saya sudah keburu bosan dengan kombinasi warna yang bisa dibuat dari palette itu. Hal inilah yang juga membuat saya menghindari eyeshadow dengan jumlah warna yang sedikit, karena makin banyak warna, makin banyak juga kombinasi eye makeup look yang bisa saya coba. Antara saya pakai beberapa palette sekaligus untuk dapat kombinasi warna yang saya suka, atau langsung pilih palette yang pilihan warnanya seabrek. Nah, preferensi saya yang terakhir ini terjawab di Urban Decay Born to Run Eyeshadow Palette.

Urban Decay Born to Run Review

Nama Urban Decay pasti sudah sering terdengar di telinga pencinta makeup. Walau terkenal dengan rangkaian Urban Decay Naked Eyeshadow Palette-nya, brand ini memberi kejutan dengan merilis Born To Run Eyeshadow Palette pada Juni tahun lalu. Dari kemasan sampai isi warna di dalamnya, Born to Run bisa dibilang beda sendiri nih dari eyeshadow palette koleksi permanen Urban Decay lainnya. Apakah Born to Run cocok dianugerahi sebagai peringkat pertama di antara saudara-saudaranya? Yuk, baca dulu ulasannya sampai selesai!

Kemasan

Urban Decay Born to Run ReviewUrban Decay Born to Run Review

Palette ini memiliki kemasan yang jauh berbeda dari palette Urban Decay lainnya. Sisi depan dan belakangnya dibalut dengan foto-foto yang identik sebagai image liburan, sekaligus dengan objek wisata yang terkenal di dunia. Dengan memegang klaim sebagai travel-ready eyeshadow palette, Born to Run hadir dengan cermin besar yang memudahkan kita untuk merias mata. Saat dipegang memang terasa berat, namun justru saya merasa kemasan magnetik yang kokoh seperti ini aman sekali untuk melindungi eyeshadow di dalamnya. Bisa lebih terproteksi dan tidak mudah pecah walau ada beragam barang yang menindih palette di dalam koper.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Blending Brush untuk Hasil Eyeshadow yang Maksimal

Warna

Urban Decay Born to Run Review
Nah ini bagian yang paling seru. Pilihan warna yang ditawarkan Born to Run tidak tanggung-tanggung karena ada 21 warna banyaknya! Inilah tipe palette yang setiap dibuka seperti menantang kreativitas saya. Kemarin sudah copper eye look, hari ini mau warna apa hayo? Banyak sekali kombinasi warna yang bisa digunakan dan diciptakan dari satu palette. Mengutip dari situs resmi Urban Decay, 21 warna di palette ini dideskripsikan sebagai berikut:
  • BREAKAWAY (warm ivory shimmer)
  • STRANDED (pale rose gold with tonal micro-shimmer)
  • BLAZE (light metallic peach with pink shift)
  • WEEKENDER (light neutral beige matte)
  • STILL SHOT (bright peach)
  • RIFF (brown-nude matte with floating micro-sparkle)
  • GOOD AS GONE (deep brown with iridescent micro-shimmer)
  • HELL RIDE (deep fuchsia matte)
  • BAJA (burnt orange matte)
  • ACCELERATE (reddish copper metallic)
  • GUILT TRIP (smoky purple shimmer)
  • IGNITE (rose gold metallic)
  • SMOG (deep coppery bronze shimmer)
  • WANDERLUST (forest green with gold micro-shimmer)
  • WILDHEART (bright fuchsia)
  • PUNK (red-brown matte)
  • DOUBLE LIFE (metallic rust)
  • JET (black with deep shimmering purple shift)
  • DRIFT (charcoal satin with tonal micro-sparkle)
  • RADIO (deep emerald satin)
  • BIG SKY (frosted green shimmer with iridescent micro-sparkle)
Urban Decay Born to Run Review swatches

Baris Pertama. Kiri ke kanan: Breakaway, Stranded, Blaze, Weekender, Still Shot, Riff, Good As Gone

Dari 21 warna ini, hampir bisa dibilang ada paket komplet yang tersedia dalam 1 palette. Hampir, karena ada 3 warna yang saya harapkan bisa lebih “nyata” lagi saat dipakai di atas kelopak mata. Kita lihat langsung dari baris pertama, ya, karena 3 warna yang saya maksud ada di baris ini. Breakaway, Stranded, dan Blaze menurut saya adalah tipe shimmer eyeshadow yang malu-malu. Shimmer-nya lembut sekali dan kurang nendang untuk selera saya pribadi. Kalau dipakai untuk memberi highlight di mata, tipis kelihatannya, kurang bling-bling. Biasanya jadi saya pakai sebagai eyeshadow topper untuk menambah sheen lembut di atas eyeshadow lainnya. Jadi saat pakai palette ini, saya biasanya juga pakai face highlighter untuk highlight sudut dalam mata. Namun selain 3 warna itu, 19 warna lainnya saya suka sekali.

Coba lihat Weekender. Ini adalah warna yang cocok digunakan sebagai base color sebelum mengaplikasikan warna eyeshadow lainnya. Kalau ada hasil blendingan yang kurang rapi, saya juga biasa menggunakan warna ini untuk merapikan sisi terluar di riasan mata. Warna penyelamat! Hahaha. Still Shot dan Riff adalah 2 warna matte yang biasa saya gunakan sebagai transition color. Takjub sekali saya dengan formulanya, walau matte, terasa creamy dan gampang untuk dibaurkan. Benar-benar gampang. Good As Gone, yang tergolong sebagai salah satu warna matte gelap di palette ini juga sama mudahnya untuk dibaurkan. Anda yang suka memakai neutral eye look, bisa mencoba kombinasi warna dari baris pertama ini.

Tonton Juga: Tutorial Cara Pakai Eyeshadow untuk Pemula

Urban Decay Born to Run Review swatches

Baris Kedua. Kiri ke Kanan: Hell Ride, Baja, Accelerate, Guilt Trip, Ignite, Smog, Wanderlust

Pada baris kedua, Hell Ride dan Baja adalah 2 warna yang paling “terang” dan punya finish matte. Hell Ride memiliki tekstur yang lebih velvety, sedangkan Baja lebih terasa creamy. Yang pasti, setelah bermain dengan palette ini selama beberapa bulan, keduanya sama-sama mudah di-layer dan dibaurkan. Andalan saya banget nih kalau ingin pakai sunset eye makeup look seperti foto di akhir artikel ini 🙂

Selebihnya, Accelerate, Guilt Trip, Ignite, Smog, dan Wanderlust memiliki finish shimmer dan metalik. Yang paling jelas terlihat partikel shimmer-nya adalah Wanderlust yang punya warna dasar hijau dengan shimmer emas. Smog, yang juga ada di Naked palette yang pertama mengundang rasa nostalgia dengan warna copper bronze shimmer-nya. Semua warna ini mudah diaplikasikan dengan kuas maupun dengan jari. Untuk mendapatkan efek yang lebih metalik, sangat saya sarankan untuk membasahi kuas yang digunakan sebelum mengaplikasikannya di kelopak mata.

Urban Decay Born to Run Review swatches

Baris Ketiga. Kiri ke Kanan: Wildheart, Punk, Double Life, Jet, Drift, Radio, Big Sky

Di baris terakhir, ada Wildheart yang juga saya gunakan di eye makeup look untuk artikel ulasan ini. Anda yang suka menggunakan smokey eyes juga bisa puas karena opsi warna gelap yang ditawarkan lebih dari cukup dengan adanya Punk, Jet, dan Drift yang bisa digunakan bersamaan maupun bergantian. Double Life adalah warna yang paling unik karena kalau dilihat dari pan, tampak seperti cokelat dengan hint warna copper dan oranye. Tapi, begitu dibaurkan, Double Life ternyata punya warna cokelat gelap, malah nyaris terlihat seperti hitam. Sulit diungkapkan dengan tulisan karena benar deh, harus colek sendiri untuk tahu keunikan dari warna ini. Radio dan Big Sky juga jadi dua warna yang bisa saling melengkapi satu dengan yang lain.

Pendapat Saya

I had so much fun playing with this palette! All in all, palette ini kaya akan pilihan warna dengan formula yang menyenangkan untuk dibaurkan. Pigmentasi warnanya rata-rata memuaskan dan mudah untuk dikombinasikan dengan warna lain. Walau memang kental dengan image travel palette, Born to Run tentu bisa dijadikan palette utama untuk makeup sehari-hari. Mulai dari natural, bright and fun, sampai dark smokey eye look semuanya bisa didapatkan hanya dari 1 palette ini saja.

Beauty Journal Review

Di foto ini, saya mencoba sunset eye makeup look yang kental dengan menggunakan Weekender sebagai base color, Riff dan Baja sebagai transition color, Hell Ride di seluruh area kelopak mata di bawah garis lipatan, lalu di atasnya saya gunakan lagi Guilt Trip di ujung kanan dan kiri, dan bagian tengah untuk Wildheart. It’s bold and bright, just like I wanted. Ini hanya salah satu contoh eye makeup look yang bisa juga Anda coba dengan menggunakan Urban Decay Born to Run Eyeshadow Palette. Khusus untuk Anda yang ingin tampil lebih natural, biasanya andalan saya adalah Weekender, Riff, dan salah satu di antara Blaze atau Stranded sebagai eyeshadow topper.

Menilai dari harga, formula, dan pilihan warna yang didapatkan, saat ini Born to Run adalah palette nomor satu versi saya dari Urban Decay. Setiap kali membukanya, saya tergugah untuk mencoba kombinasi warna baru, mulai dari yang seterang seperti contoh eye look di atas hingg yang paling smokey dengan warna-warna gelapnya. So many colors, so many eye looks that I can try. And that’s a big plus from me. 

Anda yang ingin mencoba, Urban Decay Born to Run Eyeshadow Palette bisa didapatkan di Sociolla seharga Rp750.000 (Fill Weight: 21 x 0.80 gr). Nah, sampai 14 Februari 2018, ada promo gratis eyeshadow brush setiap pembelian palette ini selama produk masih tersedia. Eyeshadow palette dengan warna sebanyak ini, buat kalian menarik nggak? Share pendapat kalian di kolom komentar, ya! 🙂

Baca Juga: 3 Tips Mudah yang Bisa Dilakukan untuk Menonjolkan Warna Eyeshadow

PREVIOUS ARTICLE

Pengalaman Relaksasi Singkat dalam Menemukan Aroma Fragrance yang Tepat di Butik Jo Malone

NEXT ARTICLE

5 Cara Menata Rambut Agar Tetap Rapi Selama Berolahraga

RELATED ARTICLES

comments