ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Editors Review

Review Film: Wonder Park, Film Animasi yang Mengajarkan Bahwa Imajinasi Itu Tidak Memiliki Batasan Usia

Salah satu hal yang selalu dirindukan oleh orang dewasa adalah kembali menjadi anak-anak. Setuju? Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk kembali ke masa kecil, salah satunya dengan menonton film animasi. Salah satu film animasi terbaru yang bisa Anda tonton di bioskop adalah karya terbaru dari produser André Nemec dan penulis film Josh Appelbaum, Wonder ParkNemec dan Appelbaum sebelumnya sudah pernah bekerjasama dengan menggarap film Mission: Impossible – Ghost Protocol (2011), Teenage Mutant Ninja Turtles (2014), dan Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows (2016). Kali ini, mereka kembali dengan memberikan kekuatan imajinasi yang dimiliki oleh semua anak. Melalui film Wonder Park, Nemec dan Appelbaum berhasil menciptakan petualangan dan pahlawan yang tak terlupakan. Tersirat juga pesan penting tentang keluarga dan kekuatan imajinasi di dalamnya. So, jika Anda dan keluarga belum memiliki rencana apapun di akhir pekan, film ini bisa mengisi family time Anda.

Sinopsis film

review film wonder park

Pernahkah Anda membayangkan sebuah taman hiburan yang dioperasikan oleh binatang dan mampu menciptakan sebuah wahana dengan sekali coretan pulpen? Semua hal tersebut dapat terjadi dalam film Wonder Park.

Dikisahkan ada seorang anak perempuan berusia 8 tahun, June (Brianna Denski), yang memiliki keahlian teknik mesin dan imajinasi yang sangat tinggi. Bersama sang ibu (Jennifer Garner), ia membayangkan memiliki taman bermain yang dinamai Wonder Park. Dibantu oleh boneka-boneka binatangnya, Peanut (Norbert Leo Butz) seekor simpanse yang menciptakan dunia hiburan impian dengan pulpen ajaibnya, Boomer (Ken Hudson Campbell) sang beruang selamat datang, Steve (John Oliver) seekor landak yang merupakan spesialis keselamatan, Greta (Mila Kunis) seekor babi hutan yang memiliki jiwa pelindung, serta Cooper (Ken Jeong) dan Gus (Kenan Thompson) si berang-berang yang selalu ceria.

Dalam imajinasi June, jika ia ingin membuat sebuah wahana baru, ibunya akan membisikkan hal tersebut kepada Peanut. Kemudian, Peanut akan menggunakan pulpen ajaibnya untuk mewujudkan keinginan June. Tanpa June dan ibunya sadari, Peanut beserta teman-teman yang lain ternyata benar-benar hidup dan tinggal di dalam Wonder Park.

review film wonder park

June telah membangun Wonder Park selama hampir sepanjang hidupnya, menggunakan imajinasi yang tak terbatas untuk menciptakan taman yang dapat mengejutkan anak-anak dari segala usia. Demi imajinasinya terwujud, June yang tertarik dengan mesin, membuat wahana bermain yang justru membahayakan dirinya serta teman-temannya di lingkungan tempat ia tinggal. Akibat kesalahan fatal ini, ia pun mendapat pengalaman berharga dari kedua orang tuanya, yaitu ia diizinkan untuk membuat taman hiburan impiannya, Wonder Park, di dalam rumah tanpa harus mengganggu lingkungan sekitar.

Imajinasi yang sempat terhenti

Saat June tengah bersemangat menciptakan Wonder Park, ia harus menerima keadaan bahwa ibu yang selama ini selalu menemani dan mendukung setiap mimpinya, mengidap penyakit yang cukup serius. Ia harus rela ditinggal sang ibu untuk berobat selama beberapa tahun ke depan. Ketidakhadiran sang ibu jelas memberikan kekosongan dalam hidup June dan memupuskan semangat untuk melanjutkan projek besarnya itu. Ia merobek dan membakar blue print Wonder Park yang telah dibuat oleh ibunya yang tanpa disadari blue print itulah yang akan membawa June ke dunia imajinasi.

review film wonder park

Sang ayah yang tidak tahan melihat June yang kian semakin dewasa tidak memiliki semangat hidup, menyuruhnya untuk mengikuti Math Camp. Di tengah perjalanan Math Camp, June kabur karena merasa khawatir terhadap sang ayah yang ditinggal seorang diri. Dalam perjalannya menuju rumah, June melewati sebuah hutan. Di sana ia menemukan sobekan blue print yang dibuangnya melayang-layang di udara terbawa angin. Ia pun mengikutinya dan tanpa sadar, sobekan tersebut membawa June ke Wonder Park yang sesungguhnya.

Saat June tiba, ia bingung mengapa taman hiburan terlihat sudah lama tidak terurus. Banyak wahana yang rusak dan tidak ada pengunjung. Ia baru menyadarinya bahwa Wonder Park merupakan hasil imajinasinya, setelah bertemu dengan Greta, Steve, Boomer, Cooper dan Gus, yang tidak lain adalah bonekanya. Mereka menjelaskan kepada June apa yang sedang terjadi di Wonder Park dan memberi tahu bahwa Peanut diculik oleh kawanan boneka jahat. Tanpa pikir panjang, June berusaha untuk mencari dan menyelamatkan boneka simpanse kesayangannya itu.

review film wonder park

Setelah melalui rintangan yang cukup berat, akhirnya June berhasil menemukan Peanut. Peanut yang tidak tahu siapa June sebenarnya, menceritakan bahwa selama ini ia mendengar seseorang berbisik kepadanya saat menciptakan Wonder Park. Peanut juga menjelaskan mengapa Wonder Park berubah menjadi tempat yang menyeramkan. Hal ini karena Peanut tidak lagi mendengar bisikan misterius itu. Nah, dari situlah June mulai menyadari akan satu hal yang membuatnya cukup membuatnya kaget.

Secara visual, film Wonder Park memang ditujukan untuk anak-anak, namun menurut saya, film ini juga layak ditonton oleh orang dewasa yang suka berpikir out of the box. Salah satu quotes yang membekas dalam diri saat setelah menonton film ini adalah, “You can create anything you imagine.” Wonder Park menyadarkan saya bahwa imajinasi tidak memandang usia. Anda memiliki sebuah mimpi yang tinggi berkat imajinasi yang diciptakan oleh diri sendiri. Jangan pernah takut untuk bermimpi, sekalipun bayangan hitam terus menghantui Anda. Sisi gelap seseorang akan terus dan harus selalu ada, karena hal itulah yang membuat Anda melihat cahaya di sekitar. Permasalahannya adalah tentang bagaimana Anda menyikapi dan menyudahi masa-masa kelam dengan bangkit dari keterpurukan dan mengubah keadaan. Karena kalau bukan diri Anda sendiri yang memulai, siapa lagi?

Bagi yang ingin mendapatkan nilai kehidupan mendalam dari film Wonder Park seperti saya, Anda dapat menontonnya di bioskop-bioskop kesayangan, terhitung mulai hari ini (13/03).

PREVIOUS ARTICLE

Ini 5 Alasan Mengapa Seseorang Perlu Berhenti Mengeluh di Media Sosial

NEXT ARTICLE

#SocioFellas: Randy Martin, Sosok Laki-Laki Pintar yang juga Multitalenta

RELATED ARTICLES

Content writer at Beauty Journal

COMMENTS

1comment


  • Mandala Hendri4 days ago

    saya suka jaketnya June