Guide

Kalau Ada Benjolan di Payudara, Apakah Itu Artinya Seseorang Terkena Kanker Payudara?

Sejak semakin banyak wanita yang mulai rajin memeriksakan payudara dengan mammogram atau pemeriksaan mandiri, ternyata kasus benjolan di payudara berupa Duct Carcinoma in Situ (DCIS) juga semakin banyak terdeteksi. Eits, tapi jangan langsung panik kalau ada benjolan di payudara atau Anda terdiagnosa memiliki DCIS, kenali dulu lebih dekat salah satu kondisi payudara yang umum terjadi ini.

Kanker Payudara Stadium Nol

Apa Anda tahu, kalau setiap payudara memiliki setidaknya 15 hingga 20 saluran susu? Nah, DCIS terjadi ketika salah satu sel dalam saluran susu tersebut bermutasi dan menggandakan diri hingga terlihat seperti sel kanker dan terasa sebagai benjolan di payudara. Karena sel tersebut tetap berada di dalam saluran susu dan tidak menyebar ke jaringan di sekitarnya, maka DCIS juga sering disebut sebagai kanker payudara stadium 0 atau pra-kanker.

Benjolan di Payudara Bukan Berarti Terkena Kanker Payudara

Menurut Marleen Meyeers, onkologis medis dan direktur di NYU Langone Health, setiap wanita memang harus mewaspadai perubahan pada payudara, tapi mereka juga perlu tahu bahwa tidak semua benjolan di payudara berarti terkena kanker payudara. Benjolan di payudara seperti DCIS memang memiliki risiko kesehatan tersendiri, tapi tak perlu ditakuti seperti kanker payudara pada umumnya. Bila Anda terdiagnosa, dokter biasanya akan melakukan biopsi sel untuk melihat tingkatan DCIS, yaitu:

  • Rendah atau Tingkat 1. Terlihat seperti sel normal yang sehat pada umumnya.
  • Moderat atau Tingkat 2
  • Tinggi atau Tingkat 3. Biasa digambarkan sebagai ‘komedo’ atau ‘komedo nekrosis’ yang artinya banyak sel mati menumpuk di dalam tumor yang tumbuh dengan cepat.

Semakin tinggi tingkatnya, semakin besar juga risiko Anda terkena kanker payudara, baik berbarengan dengan DCIS atau suatu saat nanti di masa depan.

Baca Juga: Jangan Langsung Percaya, 5 Hal Tentang Kanker Payudara Ini Ternyata Hanyalah Mitos

Siapa Saja Bisa Terkena

Benjolan di Payudara

Benjolan di payudara berupa DCIS sebenarnya bisa menimpa pria dan wanita dari segala usia, tapi mayoritas yang terdiagnosa adalah wanita berusia di atas 40 tahun yang mulai rutin melakukan pemeriksaan mammogram. Risiko DCIS akan semakin meningkat seiring pertambahan usia, dan mencapai puncaknya pada usia 70 hingga 79 tahun. Wanita yang terdiagnosa di bawah usia 50 tahun memiliki peluang lebih besar kembali terkena DCIS di masa depan, sehingga biasanya harus melakukan perawatan yang lebih agresif. Sedangkan mereka yang terdiagnosa saat berusia di atas 50 tahun bisa bernapas lega, karena benjolan di payudara berupa DCIS tidak akan meningkatkan risiko kematian dini.

Faktor Risiko

Benjolan di Payudara

Menurut dokter Meyers, faktor risiko DCIS sebenarnya sama dengan kanker payudara, seperti:

  • Faktor genetik. Selain sejarah kesehatan keluarga juga terutama pada wanita yang berisiko tinggi mengalami mutasi gen BRCA.
  • Wanita dengan periode stimulasi estrogen yang lebih lama. Biasanya ditandai dengan menstruasi pertama pada usia dini atau memasuki masa menopause di usia yang lebih tua.
  • Wanita yang tidak memiliki anak.
  • Wanita yang hamil anak pertama setelah usia 30 tahun.
  • Wanita dengan gaya hidup tidak sehat, termasuk mereka yang kelebihan berat badan, merokok, serta sering minum alkohol.

Baca Juga: Wah, Ternyata 5 Kebiasaan Ini Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Payudara!

Pengobatan

Karena DCIS bersifat non-invasif, peluang pasien untuk pulih sepenuhnya mencapai hampir 100%. Apalagi kalau benjolan di payudara bisa terdeteksi sejak dini dengan mammogram, dan segera ditangani dengan prosedur medis yang sesuai seperti lumpektomi, radiasi, ataupun terapi hormon. Jadi, DCIS sama sekali tak perlu diobati dengan kemoterapi seperti kanker payudara.

Baca Juga: 7 Langkah Mengurangi Risiko Kanker Payudara Sebelum Terlambat

 

Jangan khawatir, meski DCIS terjadi di saluran susu, bukan berarti payudara Anda tak lagi bisa memproduksi ASI, lho. Selama benjolan di payudara tidak berada terlalu dekat dengan puting, DCIS tidak akan mengganggu kehamilan atau masa menyusui.

PREVIOUS ARTICLE

Ingin Jadi Orang Sukses dan Sejahtera Tujuh Turunan? Lakukan 5 Kebiasaan Hidup Berikut

NEXT ARTICLE

Punya Bentuk Tubuh Ideal, Ternyata Ini Rahasia Diet Selebriti Korea Dalam Menjaga Berat Badan

RELATED ARTICLES

COMMENTS0 comments