Guide

Mengenal Bell’s Palsy, Kelumpuhan Otot Pada Wajah yang Tampak Seperti Efek Stroke

Pernahkah Anda atau kerabat Anda mengalami hal ini? Otot wajah yang mendadak lumpuh dan membuat separuh wajah Anda tampak ‘melorot’? Jangan keburu panik dan menduga ini adalah gejala stroke ringan. Kalau dari sisi kedokteran, hal ini dinamakan Bell’s Palsy dan bukan gejala stroke. Nah, Anda bisa bernapas lega kan? He he he… Namun, jangan juga hal ini disepelekan. Tak semua gejala Bell’s Palsy ditunjukkan dengan kelumpuhan separuh wajah, karena ada gejala lainnya yang mungkin tidak disadari. Ketahui juga penyebab dari kelainan otot ini.

Gejala Ringan Bell’s Palsy

Bell's Palsy - Cover

Biasanya, penderita Bell’s Palsy akan mengalami kelumpuhan otot wajah sebagian. Tapi tidak semua mengalami hal yang sama. Ada beberapa gejala lainnya yang tidak seekstrem itu, tapi membuat risiko Anda menderita Bell’s Palsy cukup besar. Beberapa gejala ringan yang biasa muncul pada satu sisi wajah saja, antara lain:

– Sulit menutup kelopak mata atau mengedip.
– Mata sering berair dibanding biasanya atau sebaliknya.
– Sulit mengunyah.
– Lebih sering berliur tanpa bisa ditahan.
– Kemampuan indera pengecap yang berkurang.
– Wajah sering berkedut.
– Area belakang telinga mulai kebas.

Biasanya, gejala ringan ini diawali dengan wajah yang mulai sulit dikontrol, seperti ketika ingin berkedip dan kesulitan mengunyah, yang diikuti oleh seringnya berliur. Beberapa orang biasanya akan mengalami gejala ringan ini dalam beberapa minggu atau yang paling lama tiga bulan. Kalau Anda menderita Bell’s Palsy alias lumpuh seluruh otot pada satu sisi wajah, maka masa penyembuhannya akan lebih lama. Meski penyakit ini sementara, pada kasus tertentu, gejala ringan ini akan berlangsung permanen.

Penyebab Bell’s Palsy

Dari penelitian yang dilakukan, para ahli berpendapat kalau Bell’s Palsy terjadi karena adanya kerusakan pada saraf wajah yang membuatnya membengkak. Kerusakan ini dipercaya karena adanya infeksi virus. Ada bukti yang menunjukkan kalau virus Herpes Simplex 1 (yang membuat kita terkena flu) bisa menjadi penyebab Bell’s Palsy. Bisa juga virus HIV yang membuat sistem imun menurun dan menyebabkan kerusakan saraf. Ada juga yang berpendapat kalau Bell’s Palsy terjadi karena penyakit Lyme yang merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh kutu yang membawa penyakit ini.

Paparan angin dingin pada satu sisi wajah saja pada waktu lama, misalkan dari kipas angin atau AC, juga bisa memperbesar risiko munculnya penyakit ini. Faktor lingkungan dan stres juga sebenarnya bisa menyebabkan hal ini terjadi, lho. Kedua hal ini bisa mengaktifkan virus Herpes Simplex 1 yang memang sudah lama menetap di tubuh.

Berdasarkan penelitian, ada beberapa orang yang punya risiko mengalami penyakit ini lebih besar dari orang lainnya. Jika Anda sedang hamil, punya infeksi di paru-paru, atau punya tingkat gula darah yang tinggi, maka Anda mungkin akan lebih rentan terkena Bell’s Palsy. Bell’s Palsy bisa ditangani kok, jadi jika gejala di atas muncul, jangan ragu untuk segera menemui dokter.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Gejalanya, Waspada Bahaya Penyakit Rubella Pada Ibu Hamil

PREVIOUS ARTICLE

Nyaman dan Harganya Terjangkau, Ini Rekomendasi Penginapan untuk Staycation di Yogyakarta

NEXT ARTICLE

Belum Mendapatkan Pekerjaan? Jangan-Jangan, Kesalahan Saat Mencari Kerja Berikut Ini Menjadi Penyebabnya!

RELATED ARTICLES

Beauty Journal Contributor

COMMENTS0 comments