ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Beauty

Agar Dapat Memilih Produk Sesuai Jenis Kulit, Ketahui Perbedaan antara Toner dan Astringent, Yuk!

Dalam dunia skin care, nama toner tentu sudah tak asing lagi terdengar. Toner kerap menjadi produk yang digunakan setelah membersihkan wajah, dengan peran utama untuk mengangkat kotoran atau makeup yang terisisa di wajah, mengembalikan kelembapan kulit, menyeimbangkan pH, dan membantu proses penyerapan skin care berikutnya. Nah, jika berbicara soal toner, biasanya nama astringent juga turut sering terdengar. Namun, apakah Anda sudah tahu mengenai astringent dan apa perbedaannya dengan toner? Kalau belum, yuk, cari tahu lebih lanjut di sini!

Perbedaan Toner dan Astringent

Perbedaan utama toner dan astringent terletak pada kandungannya. Toner umumnya terbuat dari bahan dasar air dan diformulasikan dengan glycerin serta humectant lainnya yang bermanfaat untuk menghidrasi kulit. Selain itu, toner juga biasanya diperkaya dengan kandungan ekstrak tumbuhan, anti-oksidan, dan anti-aging untuk membantu melembutkan sekaligus mencerahkan kulit. Berkat kandungannya, toner dapat digunakan oleh semua jenis kulit. Namun, paling sering ditujukan untuk kulit normal, kering, dan sensitif.

Sebaliknya, astringent umumnya terbuat dari bahan dasar alkohol dan diformulasikan untuk membantu mengurangi minyak berlebih pada kulit. Selain itu, astringent juga biasanya mengandung salicylyc acid untuk melawan jerawat dan komedo. Karena kandungannya inilah, astringent kerap disebut sebagai toner dengan kandungan yang lebih ‘keras’ dan cenderung membuat kulit terasa lebih kering, sehingga lebih ditujukan untuk pemilik kulit kombinasi atau berminyak.

Baca juga: Rekomendasi Toner dari Brand Lokal untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat. Coba, Yuk!

Penggunaan Toner dan Astringent

Baik toner maupun astringent, keduanya sama-sama digunakan setelah membersihkan wajah dan sebelum menggunakan pelembap. Untuk menggunakannya, Anda hanya perlu menuangkan produk secukupnya pada kapas, lalu aplikasikan pada wajah hingga leher. Beberapa jenis toner juga bisa diaplikasikan langsung menggunakan tangan atau bahkan dengan cara disemprotkan pada wajah. Walaupun astringent dapat membantu mengurangi produksi minyak berlebih pada wajah, baik toner maupun astringent sebetulnya tidak bisa dibilang dapat menutup pori-pori. Namun, beberapa kandungan toner atau astringent dapat membantu membuat pori-pori tampak lebih samar, karena cara kerjanya yang efektif falam membersihkan kotoran dan minyak yang menyumbat pori-pori.

Nah, beberapa pilihan toner yang tersedia di Sociolla dan bisa Anda coba adalah:

Sedangkan, pilihan astringent yang tersedia di Sociolla dan bisa Anda coba adalah:

Setelah mengetahui perbedaan dan fungsinya masing-masing, kira-kira produk apa yang paling cocok dengankebutuhan kulit Anda nih? Share di kolom komentar, ya!

Baca juga: 5 Mitos Seputar Toner yang Sebaiknya Berhenti Anda Percaya

PREVIOUS ARTICLE

Ragam Manfaat Brokoli untuk Kesehatan Kulit dan Rambut yang Perlu Anda Ketahui

NEXT ARTICLE

Sudah Rutin Menggunakan Eye Cream Namun Tak Ada Hasil yang Signifikan? Mungkin Ini Alasannya!

RELATED ARTICLES

Content Writer at BeautyJournal.

COMMENTS

2comments


  • Dita Wisnuwardani15 hours ago

    Thank you for the info!

  • Sherly Febrina22 hours ago

    Akhirnya ngerti juga bedanya toner dan astringent. Berati harusnya selama ini aku pakai astringent karena wajahku berjenis kombinasi, bukan toner. Ehehe...