ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Beauty

Apa Beda Label Cruelty Free dan No Animal Testing? Kalau Leaping Bunny dan Vegan? Yuk, Cari Tahu di Sini

Kosmetik adalah salah satu ‘sarana’ untuk menjadikan penampilan lebih baik. Namun, pernahkah Anda memperhatikan cara produk kosmetik Anda diolah? Tahukah Anda kalau beberapa produk kosmetik masih menggunakan hewan sebagai subyek uji coba. Yang namanya uji coba, kadang hasilnya tidak positif kan? Banyak laporan yang mengungkapkan hewan percobaan seperti kelinci, tikus, atau bahkan monyet tersakiti saat uji coba ini. Jika ini menjadi perhatian Anda, coba cek kembali produk yang dipakai. Apakah ada label cruelty free, atau no animal testing? Jika kurang akrab dengan istilah-istilah tersebut, mari cari tahu lebih lanjut di artikel ini yuk.

1. Animal Cruelty Free

Istilah ini pertama kali muncul dari dunia mode, karena penggunaan bulu hewan asli untuk mantel musim dingin. Pada produk kosmetik, label cruelty free berarti tidak membahayakan atau  membunuh hewan. Bisa saja itu dari bahannya atau pada proses pembuatannya. Hingga kini, tentu saja masih ada produk kosmetik yang menggunakan bahan baku hewani, seperti dari beeswax (lilin lebah) atau asam laktat dari susu sapi. Jika bahan baku tersebut diperoleh tanpa menyakiti hewan, maka produk tersebut tergolong cruelty free. Begitu juga pada pengujian produknya. Jika tak diujikan pada hewan, produk tersebut bisa tergolong cruelty free. Kini, pengawasan untuk produk kosmetik cruelty free dilakukan oleh sejumlah organisasi, seperti PETA, Choose Cruelty Free, Coalition for Consumer Information on Cosmetics, dan Cruelty Free International. Anda bisa mengecek brand mana saja yang sudah cruelty free di situs mereka.

Baca Juga: Sebelum Membeli Produk, Yuk Pahami Beberapa Istilah Dalam Industri Kecantikan Berikut Ini!

2. No Animal Testing

Ada label cruelty free, ada lagi no animal testing. Bisa saja suatu produk kosmetik tidak menggunakan bahan baku hewani namun pengujiannya dilakukan pada hewan. Nah, jika suatu brand kecantikan mengklaim bahwa produknya menggunakan No Animal Testing policy atau mencantumkan “not tested on animals”, maka Anda bisa yakin bahwa tidak ada hewan yang dijadikan subyek percobaan untuk produk yang Anda akan pakai ini.

3. Leaping Bunny

Leaping Bunny

Jika pencantuman Animal Cruelty Free tidak memiliki label resmi dari PETA atau organisasi lainnya, beda dengan Leaping Bunny. Jika produk kosmetik Anda memiliki label Leaping Bunny, maka Anda beruntung. Label ini secara resmi (bukan sekedar klaim) memastikan produk Anda tidak pernah dites pada hewan. Label ini pun berlaku internasional. Kadang, ada beberapa produk kosmetik dirilis tanpa pengujian pada hewan. Namun, ada beberapa negara yang mengharuskan produk kosmetik apa pun diuji pada hewan terlebih dahulu sebelum diedarkan ke masyarakatnya.

4. Vegan

Tidak hanya soal gaya hidup, namun konsep vegan juga berlaku pada produk kosmetik. Klaim vegan ini berarti bahan baku dan pengujiannya sama sekali tak melibatkan hewan. Produk kosmetik yang Anda gunakan mengambil ekstrak tumbuhan atau bahan baku kimia sebagai pengganti bahan baku hewani. Kalau Anda sering ‘curiga’ mengenai isi produk kosmetik yang beredar di pasaran, nah vegan adalah salah satu pilihan terbaik yang ada. Semua bahan baku dan prosesnya dibuat tanpa melibatkan hewan.

 

PREVIOUS ARTICLE

Tambah Koleksi Lipstik Anda dari 5 Brand Lokal Baru Ini

NEXT ARTICLE

Ingin Mencoba Beralih ke Kosmetik Halal? Cari Tahu Serba-Serbinya di Sini Yuk!

RELATED ARTICLES

comments