ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Beauty

Ini Berbagai Tanda Pelembap yang Anda Gunakan Tidak Sesuai dengan Kulit Wajah

Kulit yang terhidrasi dan terjaga kelembapannya adalah salah satu tanda kulit yang terawat dengan baik. Untuk menjaga kulit wajah agar tetap lembap dan terlihat sehat, produk yang bisa diandalkan dan harus dipakai secara rutin adalah moisturizer. Supaya dapat bekerja dengan baik untuk melembapkan kulit, Anda harus memilih produk moisturizer yang tepat sesuai dengan jenis kulit dan memerhatikan kandungan yang ada agar tidak menimbulkan efek samping. Lalu, sebenarnya apa saja tanda yang muncul saat moisturizer yang Anda gunakan tidak cocok atau tidak bekerja? Berikut jawaban para ahli!

Kulit tertarik

Penggunaan moisturizer bertujuan untuk menjadikan wajah tetap lembap dan tidak kering. Bila Anda sudah menggunakan pelembap secara rutin, tetapi wajah justru terasa seperti tertarik tandanya ada yang salah dengan rutinitas perawatan wajah yang Anda lakukan. Menurut Renée Rouleau, seorang skin care expert, bila kondisi ini terjadi, jangan langsung menyalahkan moisturizer yang Anda pakai karena belum tentu produk tersebut yang menjadi penyebabnya.

Kulit yang terasa tertarik mungkin disebabkan karena skin barrier yang rusak sehingga produk moisturizer yang Anda gunakan tidak dapat bekerja dan memberikan hasil yang maksimal. Lapisan kulit paling luar yang bertugas menahan kelembapan kulit bisa rusak dan mengalami dehidrasi karena penggunaan sabun muka yang salah, eksfoliasi berlebihan, dan menggunakan produk skin care dengan kandungan yang tidak sesuai kondisi kulit.

Terlalu kering

Kondisi kulit yang masih kering meski Anda sudah rutin menggunakan moisturizer adalah salah satu tanda bahwa produk yang Anda gunakan tidak bekerja dengan maksimal. Salah satu hal yang harus Anda pertimbangkan dalam memilih moisturizer adalah melihat kandungan yang digunakan di dalamnya. Untuk bisa mengatasi kulit kering, Renée Rouleau menyarankan supaya Anda menggunakan pelembap yang dapat mengembalikan kelembapan alami kulit seperti yang mengandung emollient atau diperkaya kandungan hyaluronic acid, ceramides, maupun shea butter. Moisturizer dengan kandungan yang tepat bisa mencegah kulit menjadi kering serta dapat membuat kulit lembap lebih tahan lama. Selain kandungannya, Anda juga bisa memilih bentuk moisturizer yang tepat agar sesuai dengan kebutuhan kulit.

Terlalu berminyak

Menurut seorang dermatolog asal New York bernama Hadley C. King, MD, bila kondisi kulit Anda justru lebih banyak menghasilkan minyak setelah menggunakan moisturizer, tandanya Anda menggunakan produk terlalu banyak, berat dan tidak sesuai dengan kondisi kulit. Untuk menghindari kulit yang terlalu berminyak pasca penggunaan moisturizer, sebaiknya Anda tidak menggunakan produk dengan oil-based formula yang sebenarnya ditujukan untuk pemilik kulit kering. Sebagai gantinya gunakan moisturizer dengan formula yang lebih ringan, bebas minyak dan mengandung beberapa ingredient penting seperti glycerine, dimethicone maupun niacinamide.

Baca Juga: 5 Mitos Seputar Moisturizer yang Sebaiknya Tak Anda Percayai

Iritasi dan kemerahan

Menggunakan produk skin care termasuk moisturizer yang tidak sesuai kondisi wajah, tak hanya membuat produknya tidak bekerja dengan maksimal pada kulit Anda tetapi juga bisa menimbulkan efek samping seperti membuat kulit mengalami iritasi atau kemerahan. Dermatolog Suzanne Friedler, M.D., F.A.A.D., mengatakan beberapa kandungan dalam moisturizer dapat memicu iritasi dan kemerahan pada kulit seperti kandungan glycolic acid, mineral oils, dan juga fragrance. Beberapa kandungan tersebut wajib dihindari terutama bagi Anda pemilik kulit sensitif. Untuk mencegah kulit iritasi dan kemerahan, Dr Friedler menyarankan supaya Anda menggunakan moisturizer yang menawarkan klaim fragrance-free dan hypoallergenic. Selain itu, pilih moisturizer yang dilengkapi dengan kandungan yang bekerja untuk menenangkan kulit seperti oatmeal, chamomille, dan aloe vera. 

Jerawat dan breakout

Bagi pemilik kulit acne-prone, penggunaan produk pelembap yang salah dapat memicu munculnya jerawat atau beruntusan. Menurut penjelasan Dr Friedler, moisturizer dengan kandungan yang kurang tepat tak hanya membuat kulit semakin berminyak, tetapi juga dapat menyumbat pori-pori sehingga membuat kotoran sel kulit mati serta bakteri ikut menumpuk di dalamnya dan kemudian menimbulkan jerawat. Karenanya, pemilik kulit acne-prone tidak hanya perlu menghindari produk dengan oil-based formula, tetapi juga harus memilih moisturizer yang menawarkan klaim ‘non-comedogenic’ dan ‘non-acnegenic’. Dr. Friedler juga menyarankan penggunaan moisturizer dengan kandungan salicylic acid dan retinol yang tidak hanya akan membantu menjaga kelembapan kulit saja tetapi juga bisa membantu meredakan jerawat.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Anda Perhatikan dalam Memilih Moisturizer

PREVIOUS ARTICLE

Sebagai Alternati untuk Atasi Masalah Jerawat, Coba Jojoba Oil dari Brand Lokal Ini, Yuk!

NEXT ARTICLE

Serba-Serbi Tabir Surya dan Masa Kedaluwarsa yang Perlu Anda Ketahui

RELATED ARTICLES

COMMENTS

10comments


  • Vava Oktavia4 days ago

    note: :) tengkiuuu kak ❤️❤️

  • Narita Putri2 weeks ago

    thankyouuu, bermanfaat sekalii💖

  • Tari Amuri1 month ago

    Thank you!

  • Diana Makiah1 month ago

    Kulitku itu kombinasi cenderung berminyak, dan sampe sekarang masih bingung mau pake pelembab apa :(

  • Fatimah Ardilla1 month ago

    Nice info

  • Riska Ibnurid1 month ago

    Dan ku merasakan kulit jadi berminyak setelah pake moisturizernya cremorlab huhuhu kulitku acne prone, sangat cepat bereaksi kalo produknya gak cocok dimuka. mana masih banyak lagi yaampun pengen nangis akutuhh

  • Alfiani Kurniasari1 month ago

    Noted.. :)

  • Fransisca Natalia1 month ago

    thank you!

  • Aini Haryati1 month ago

    Oh begitu ya, otw ganti pelembab

  • Salma Nabila1 month ago

    Mntp